Refleksi: Pemerintah yang berpihak kepada rakyat mempermudah serta memperindah 
mutu kehidupan rakyatnya dan bukan sebakiknya, mempersulit. Hal ini bukan suatu 
pengertian abstrakt, melaikan kenyataan kehidupan sehari-hari yang patut 
dipegang sebagai pedoman hidup. 

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/25/Nusantar/nus01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Harga Sembako Terus Naik 


Pemerintah Tak Berpihak pada Rakyat Kecil
[MALANG] Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Malang selama sebulan 
terakhir terus merangkak naik dipicu rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil 
(PNS) dan memasuki bulan Ramadan. Kenaikan harga diawali krisis minyak tanah, 
diikuti kenaikan harga gula, disusul harga beras, dan kini minyak goreng. 

"Pusing. Itu yang kami rasakan menghadapi pemenuhan kebutuhan sembako. Peran 
pemerintah selama ini hanya mementingkan cukai, bukan meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat," ujar Dra Reni Suparti MSi, dosen perguruan tinggi 
swasta di Kota Malang saat ditemui sedang berbelanja di Pasar Blimbing, Kota 
Malang, Jawa Timur Jumat (24/8). 

Masyarakat menengah saja sudah dua tahun terakhir mengeluh atas kebijakan 
pemerintah yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat banyak, yang diawali 
dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), per 1 Oktober 2005. "Dengan 
kenaikan BBM yang paling dominan dikonsumsi masyarakat, yakni premium dari Rp 
2.500 menjadi Rp 4.500 per liter dan minyak tanah dari Rp 1.000 menjadi Rp 
2.500 per liter, apa tidak membuat PNS dan warga masyarakat menengah ke bawah 
kelenger," ujarnya. 

Chandra Ghozali, pedagang grosir sembako di Pasar Besar Malang mengaku kenaikan 
harga sembako dewasa ini tidak mengejutkan karena harga kulakannya dari 
produsen juga naik terus sejak kenaikan harga BBM dua tahun silam. "Apalagi 
nilai tukar rupiah melemah lagi, jadi ya harga otomatis naik menyesuaikan 
pasar," katanya. 

Yang paling heboh menurut Chandra adalah harga minyak goreng curah yang semula 
Rp 6.500, naik menjadi Rp 9.000 dan sudah tiga pekan ini naik menjadi Rp 10.500 
per kilogram (kg). "Kalau harga beras, gula dan minyak goreng naik, yang lain 
pasti naik. Itu pasti, kecuali ada operasi pasar yang gencar," ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan H Mutmainah, pedagang grosir sayur-mayur di Pasar 
Gadang, Kota Malang. Mulai sayur bayam hingga cabai rata-rata naik bervariasi 
antara Rp 250 hingga Rp 750 per kg. "Bagaimana tidak naik, wong harga daging 
ayam dan sapi saja juga sudah naik Rp 2.000 per kg," ujarnya. 

Kenaikan harga juga terjadi di sejumlah pasar tradisional Surabaya. Harga 
minyak goreng dan telur, misalnya, sudah melonjak meski belum tajam. Harga 
minyak goreng curah yang biasanya Rp 7.500-Rp 8.000 per kg menjadi Rp 9.000-Rp 
9.500 per kg. Mi-nyak goreng kemasan botol dari Rp 9.000-Rp 9.700 per kg 
menjadi Rp 12.000-Rp 12.500 per kg. 

Menurut Rahmawati (37), pedagang di Pasar Manukan Kulon Surabaya, kenaikan 
harga minyak goreng tergolong paling tinggi. 

Sementara itu, Kadin Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Hari Sucipto 
membenarkan bahwa dalam dua minggu ini, sejumlah komoditas, terutama sembako, 
mulai naik. "Kenaikan minyak goreng bukan karena barangnya langka, stok di 
pasar masih sangat cukup. Kami terus memantau pasar," katanya. 


Borong Terigu 

Dari Jambi dilaporkan warga di Kota Jambi mulai melakukan aksi borong tepung 
terigu untuk menghadapi bulan Puasa dan Lebaran. Aksi tersebut mengakibatkan 
harga tepung terigu melonjak hingga 17 persen dan persediaan di pasaran 
menipis. Konsumen banyak yang membeli tepung di atas dua kg seperti tampak di 
pasar swalayan wilayah Jelutung. 

Pantauan SP di beberapa pasar swalayan Kota Jambi Jumat (24/8) sore, harga 
tepung terigu cap Segitiga Biru sudah Rp 6.494 per kilogram (kg). Harga tepung 
tersebut naik Rp 944 per kg atau 17 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp 
5.550 per kg. 

Gubernur Jambi, H Zulkifli Nurdin mengingatkan, para pedagang dan agen sembako 
agar tidak berspekulasi menimbun sembako menjelang bulan Puasa dan Lebaran. 
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Jambi diminta 
mengintensifkan pemantauan harga dan persediaan sembako di pasaran guna 
mencegah terjadinya lonjakan harga dan kekosongan persediaan sembako. 

Kenaikan harga juga terjadi di Bengkulu sejak seminggu terakhir. Besarnya 
kenaikan antara Rp 200-Rp 500 per kg dari setiap jenisnya, kecuali minyak 
goreng yang kenaikannya mencapai Rp 2.000 per kg dari sebelumnya Rp 8.000 per 
kg. 

Keterangan dari sejumlah pedagang di Pasar Panorama dan Baru Koto, Bengkulu 
menyebutkan, kebutuhan sehari-hari yang mulai bergerak naik itu antara lain 
gula pasir, terigu, minyak goreng, telur, daging, dan ayam. Sedangkan harga 
beras di daerah ini masih stabil. [070/ES/BO/141/148/143] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 25/8/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke