silahkan aja...
--- In [email protected], "hadingrh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > asyik sekali cerita reza tentang sunda. > ceritanya ditulis sendiri nih ? > aku copy yah buat websiteku ? > > --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > > Tokoh perempuan dalam sastra Sunda tidak hanya menjadi pelengkap > > cerita kaum laki-laki saja. Tokoh Dayang Sumbi, dalam cerita > > Sangkuriang, sama pentingnya dengan tokoh Sangkuriang. Tanpa tokoh > > Dayang Sumbi, cerita Sangkuriang tidak akan tercipta. Dalam > > mempertahankan kebenaran akan keyakinannya, walaupun Dayang Sumbi > > seorang perempuan, tidak kalah dengan Sangkuriang akan kegigihannya > > mempertahankan keyakinannya. > > > > Dalam cerita sastra "Lutung Kasarung", tokoh utamanya bahkan seorang > > perempuan, Nyi Mas Purba Sari Ayu Wangi. Walaupun cerita ini terkenal > > dengan nama "Lutung Kasarung", tetapi tokoh Guru Minda yang menjelma > > menjadi lutung bukanlah tokoh utama. Guru Minda baru muncul dalam > > cerita setelah Purba Sari mengalami ketidak adilan dari kakaknya Purba > > Rarang. > > > > Dalam cerita sastra ini, sebagian sastrawan memberi judul 'Purba Sari > > Ayu Wangi', karena tokoh ini lah yang menjadi tokoh utama dalam cerita > > ini. Yang menderita ketidak adilan dan ahli bertapa dalam cerita ini > > bukan seorang satria seperti Mundinglaya di Kusumah, melainkan seorang > > putri. Kecantikan Purba Sari, dikatakan 'geulis datang ka nu lahir' > > (jelita sampai ke jasmani), adalah kecantikan rohani sampai juga > > kecantikan jasmani. > > > > Kecantikan yang demikian tidak hanya menyilaukan orang-orang di Buana > > Pancatengah (dunia), melainkan tembus sampai langit ke tujuh. Jelas, > > kehidupan dunia (materi) tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan > > langit (spiritual). Ketika di dunia terjadi ketidak adilan, maka > > Sunan Ambu yang berkuasa di kahyangan menitahkan putranya Guru Minda > > agar turun ke dunia. > > > > Guru Minda disebutkan sebagai anak semata wayang Sunan Ambu, anak > > dewata yang sulung, yang merupakan titisan Sang Hyang Tunggal. > > Titisan ini bukan berarti anak tetapi penjelmaan. Dalam hal ini, > > dalam kepercayaan masyarakat Sunda lama, sudah menunjukkan bahwa > > mereka adalah penganut monotheisme, dengan adanya istilah 'Tunggal'. > > > > Menarik untuk diperhatikan bahwa yang berkuasa di kahyangan, menurut > > kepercayaan masyarakat Sunda, adalah Sunan Ambu, seorang perempuan. > > Diceritakan, dibawah Sunan Ambu ada empat orang laki-laki sakti yang > > disebut bujangga. Bujangga Tua, Bujangga Sakti, Bujangga Seda dan > > Bujangga Tapa, tugasnya melaksanakan segala perintah dari Sunan Ambu > > untuk mengerjakan apapun juga di Buana Pancatengah (dunia). > > > > Disamping para bujangga, ada lagi pembantu Sunan Ambu yang disebut > > pohaci. Para pohaci ini adalah perempuan. Tidak jelas ada berapa > > jumlah pohaci, namun dalam cerita Mundinglaya di Kusumah ada pohaci > > yang bernama Wiru Mananggay yang menghidupkan kembali Mundinglaya di > > Kusumah ketika dia tewas dikalahkan oleh Guriang Tujuh. > > > > Perkataan Ambu sendiri bukanlah berarti perempuan melainkan ibu, > > menunjuk kepada sifat perempuan sebagai lambang kesuburan. Kata Sunan > > adalah sebutan untuk orang yang sangat dihormati, sehingga dapat > > memberi kesan adanya penghormatan atau pemujaan terhadap perempuan > > sebagai ibu. Seperti penghormatan lain, 'indung pare' (ibu padi), > > yaitu padi yang dipanen terlebih dulu daripada yang lainnya dan > > diperlakukan dengan sangat mulia. > > > > Tokoh Purba Sari yang sabar, suka mengalah, gemar bertapa, > > dipertentangkan dengan tokoh Purbararang, kakak Purba Sari, yang > > pemarah, serakah, tidak adil. Digambarkan tentang Purbararang dalam > > pantun, "urat nganteng dina tarang, pangaruh jalma nu bedang" (urat > > merentang pada dahi, akibat selalu mau menang sendiri). Purbararang, > > yang diangkat sebagai penguasa sementara, berusaha hendak melenyapkan > > pewaris tahta yang sah, Purba Sari, dengan segala tipu akal muslihat. > > > > Seperti juga dalam cerita Mundinglaya di Kusumah, dalam cerita 'Lutung > > Kasarung' ini, dasarnya kepercayaan manusia akan kebenaran dan > > keadilan niscaya menang, dengan kekuatan pertolongan dari Kahyangan > > (spiritual), melawan keserakahan dan ketidak adilan. Bagaimanapun > > Mundinglaya dan Purba Sari hendak dihancurkan dan dimusnahkan, mereka > > akhirnya muncul juga sebagai pemenang dengan kesabaran dan bertapa > > (berdoa kepada Hyang Tunggal). > > > > Ketika Purba Sari mengerjakan ladang, maka Sunan Ambu selalu datang > > dalam impian memberinya petunjuk bagaimana tata cara berladang yang > > baik. Karena itu maka ada sebagian orang yang mengatakan cerita > > 'Lutung Kasarung' ini sudah sangat tua, karena mengisahkan manusia > > Sunda belajar berladang. > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
