http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007083102594817

     Jum'at, 31 Agustus 2007 
           
            BURAS 
           
           
           
      Romantisme, 'Oh Malaysia!' 

             


            H.Bambang Eka Wijaya:

            "AKU pulang, dari rantau, bertahun-tahun jadi kuli di negeri orang, 
oh Malaysia!" Temin berdendang nyaring di gardu ronda.

            "Jangan asal nyanyi! Bisa dikerubuti warga sekampung!" sela Temon. 
"Bangsa kita sedang marah besar, demo di mana-mana memprotes arogansi 
Pemerintah Malaysia yang tak mau meminta maaf atas pemukulan terhadap wasit 
karate Indonesia, Donald Luther Kolopita, oleh empat polisi kerajaan itu! 
Mennegpora pun berikrar Indonesia memboikot semua ajang olahraga di Malaysia! 
E...kamu malah terbuai romantisme, 'O.. Malaysia!'"

            "Suasana panas itu cuma di luar sana! Di Lampung adem ayem, kok! 
Tak ada demo, tak ada protes!" sambut Temin. "Lagi pula, terkait dengan 
Malaysia, Lampung berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia! Orang Lampung, 
khususnya para pemimpin di eksekutif dan legislatif bersama elite dalam 
lingkaran kekuasaan, ijlik-ilir ke Malaysia dan menjadikannya sebagai idola, 
negeri firdaus yang harus dicontoh! Puluhan wartawan juga diterbangkan ke sana! 
Malah, guru teladan refreshing-nya dibawa ke Malaysia!"

            "Gile! Apa penyiksaan akibat arogansi orang Malaysia pada pekerja 
asal Lampung, sampai sekarat, malah ada yang kembali dalam peti mati, tak 
berpengaruh?" kejar Temon.

            "Itu kan kasuistik, tak sampai 0,1 persen dari ribuan TKL--tenaga 
kerja Lampung--yang jadi kuli dan babu di Malaysia!" tegas Temin. "Lagi pula, 
kalau orang Malaysia arogan dan memandang rendah warga Indonesia cuma sekelas 
kuli dan babu, sikap itu amat realistis, dibentuk kenyataan dari waktu ke waktu 
yang prosesnya makin mantap--arus pendatang dari Indonesia terus membesar! 
Jadi, bangsa kita sendiri yang datang dan menghadirkan diri sebagai kuli dan 
babu di depan mereka, apakah salah jika kemudian mereka memandang apa adanya 
kehadiran kita itu? Jadi, atas arogansi orang Malaysia itu, justru 
kita--terutama elitenya--yang harus introspeksi, kenapa kita tidak mampu 
memenuhi hak konstitusional setiap warga negara atas pekerjaan yang layak bagi 
kemanusiaan! Jangan diri kita sendiri yang tak mampu, malah marah kepada orang 
lain!"

            "Dari cara pandang itu ternyata sikap elite Lampung adem ayem atas 
arogansi Malaysia itu, justru yang benar!" timpal Temon. "Kenapa masyarakat 
yang punya petuah 'hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, 
lebih enak di negeri sendiri' tetap berduyun-duyun ke negeri orang, pasti 
akibat hujan batu yang terjadi bukan sekadar kerikil lagi, melainkan galodo, 
batu-batu sebesar kerbau yang menimpa--artinya penderitaan di negeri sendiri 
sudah tak tertahankan!"

            "Sebab itu, kita layak memuji elite Lampung yang tak ikut-ikutan 
marah dan protes karena menyadari, kita belum mampu memenuhi sepenuhnya hak 
konstitusional warga, hingga harus bercermin ke negeri yang telah mampu 
menyiapkan itu sampai jauh berlebih-lebih!" tegas Temin. "Kesadaran bahwa kita 
masih terbelakang seperti elite Lampung itulah, hingga menganggap wajar 
arogansi orang Malaysia dan berorientasi ke sana, yang sepantasnya disadari 
elite nasional!"

            "Memang, hanya dengan kesadaran itu kita bisa melecut diri untuk 
bangkit mengejar ketertinggalan!" sambut Temon. "Jelas aneh, jika terbelakang 
dan miskin, sombong pula!" ***
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke