http://www.suarapembaruan.com/News/2007/09/07/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY TAJUK RENCANA I Memantapkan Hubungan RI-Rusia Kunjungan Presiden Rusia Vladimirovich Putin ke Indonesia 6 September 2007, merupakan kunjungan balasan, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berkunjung ke Rusia November 2006. Meskipun hanya 20 jam, karena Presiden Putin akan menghadiri Pertemuan APEC di Sydney, namun kunjungan ini dipersiapkan dengan mantap dan bermanfaat bagi kedua negara. Kunjungan Putin memulai momentum baru, karena sejak Presiden Soviet Nikita Kruzchev bertemu Presiden Soekarno tahun 1960, praktis tak ada lagi kunjungan Kepala Negara Rusia ke Indonesia. Perubahan hubungan sejak era Perang Dingin berakhir (1991) dan Rusia memasuki era demokratisasi glasnost dan perestroika, dan Indonesia memasuki Reformasi 1998. Indonesia-Rusia kembali memperkuat hubungan bilateral melalui kunjungan Presiden Megawati ke Moskwa tahun 2003, dan kedua pihak menekankan dasar persahabatan abad ke-21. Usai kunjungan Mega, terbentuklah Komisi Pertemuan Bersama dengan empat pertemuan antar pejabat senior, sehingga hubungan semakin menguat. Kedatangan Presiden Putin disertai rombongan pengusaha untuk mengadakan berbagai kesepakatan investasi, kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan Indonesia. Rusia menanamkan modalnya dalam berbagai bidang, khususnya energi, pertambangan, pertahanan dan perdagangan (ekspor impor). Ada delapan kerja sama yang dilakukan yaitu lingkungan hidup, olahraga, promosi investasi, auditing, melawan terorisme, pinjaman, budaya, dan keuangan. Neraca perdagangan Indonesia-Rusia masih kecil, tahun 2006 hanya US$ 680 juta dan defisit bagi Indonesia. Ekspor utama Indonesia adalah produk-produk pertanian yang tahun 2006 berjumlah US$ 272, 5 juta, dan cenderung meningkat. Tahun 2002, ekspor Indonesia hanya US$ 66,3 juta dan terus meningkat tajam. Sebaliknya impor Indonesia dari Rusia tahun 2002 nilainya US$ 151,3 juta. Pada tahun 2003 impor Indonesia menurun menjadi S$ 99,8 juta, kemudian meningkat tahun 2004 dan 2005, yakni US$ 223,4 juta dan US$ 431, 5 juta, lalu pada tahun 2006 menjadi US$ 416 juta. Ada hambatan-hambatan dalam perdagangan kedua negara, yaitu jarak Rusia yang relatif jauh. Padahal, peluang pasar produk-produk Indonesia cukup besar karena cukup sederhana mengakses teknologi dan birokrasi impor-ekspor ke Rusia. Kedatangan Putin dengan delegasi pengusaha Rusia ke Indonesia jelas menunjukkan adanya minat mereka untuk berinvestasi dan melakukan kerja sama ekonomi. Meskipun neraca perdagangan Indonesia-Rusia tidak sebesar dengan negara-negara Asia Timur (Jepang, Tiongkok dan Korsel) atau Uni Eropa, namun investasi Rusia kali ini besarnya US$ 8 miliar atau Rp 75 tri- liun. Presiden RI berharap neraca perdagangan kedua pihak bisa meningkat menjadi US$ 1 miliar. Rusia memiliki sumber energi yang cukup besar, kemampuan teknologi, khususnya militer dan pertahanan dan sumber daya manusia yang tinggi diharapkan memberikan sumbangan berharga bagi Indonesia. Sebaliknya Indonesia memanfaatkan kunjungan ini untuk menawarkan berbagai keunggulan produk yang dimiliki. Investasi plus empat Mou (lingkungan, olahraga, perdagangan dan auditing) memantapkan hubungan RI-Rusia. Pembelian produk pertahanan berupa jet tempur Sukhoi, 22 helikopter, 20 tank dan dua kapal selam senilai US$ 1 miliar, menunjukkan Indonesia tidak akan bergantung lagi pada Amerika Serikat dan sekutunya. Apalagi ada bantuan-kerja sama teknologi dan produk militer dari negara-negara Eropa Tengah, khususnya Polandia, dan Tiongkok. Ini sesuai politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Ketergantungan kepada negara lain, hanyalah kondisional dan tidak perlu mengekor pada kepentingan politik suatu negara. Last modified: 6/9/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
