http://www.suarapembaruan.com/News/2007/09/07/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Awasi Perjanjian Kerja Sama Rusia-Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan serah terima naskah kesepakatan kerja sama antara Kepala BKPM M Lutfi dan Deputy Minister of Trade and Economic Development Russian VG Savalyev di Istana Negara, Kamis (6/9). SP/YC Kurniantoro [JAKARTA] Pelaksanaan perjanjian kerja sama antara Rusia dan Indonesia yang telah disepakati di Jakarta, Kamis (6/9), wajib diawasi secara ketat oleh instansi pemerintah kedua negara. Sebab, sebelumnya Rusia tidak pernah memberi investasi selama hampir 30 tahun kepada Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia. Perjanjian ini menjadi kesempatan pertama bagi Rusia berinvestasi sebesar US$ 8 miliar di Indonesia. Demikian kesimpulan wawancara SP dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Rusia dan CIS, Didie W Soewondho, dan Managing Director PT Bank Mandiri, Thomas Arifin di sela-sela acara Business Forum Indonesia-Rusia, di Jakarta, Kamis (6/9). Sebelum ada kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia, nilai transaksi perdagangan kedua negara hanya mencapai US$ 680 juta yakni US$ 280 juta untuk impor dan US$ 400 juta untuk ekspor. Didie mengatakan, setelah Rusia menjadi negara yang maju dan kondisi ekonominya mulai bertumbuh, Rusia mulai melirik negara di kawasan Asia untuk dijadikan rekan bisnis. "Negara-negara di kawasan Asia menjadi target utama Rusia untuk bekerja sama. Indonesia menjadi pilihan, karena dari segi geografis dan hasil alamnya hampir sama dengan Rusia. Kedua negara sama-sama kaya dalam sektor minyak bumi dan gas alam," ujar dia. Diungkapkan Didie, terdapat lima alasan mendasar yang selama ini menghalangi hubungan bisnis Indonesia dan Rusia. Pertama, dari segi bahasa yang sangat sulit dipahami. Kedua, budaya dan kebiasaan masyarakat Rusia yang sangat tertutup pada orang luar. Namun, meski tertutup Rusia memiliki hubungan kekeluargaan yang tinggi. Ketiga, sistem perdagangan Rusia sangat beda dengan Indonesia yang menganut sistem terbuka. Keempat, Rusia tidak bersedia memberikan data dan informasi lengkap untuk sepak terjang perusahaan-perusahaan besar. Kelima, antara Indonesia dan Rusia tidak ada kesepakatan khusus dalam menyelesaikan perselisihan dua negara. "Tetapi dengan adanya kesepakatan kerja sama itu, diharapkan lima masalah dasar bisa diatasi. Sehingga hasil investasi Rusia nanti benar-benar bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi," katanya. Basis Komoditas Selain melirik sektor migas, Rusia juga bersedia invenstasi pada basis komoditi Indonesia, yakni CPO, kopi, teh, dan rempah-rempah. Indonesia bisa menjual rempah-rempah ke negara Rusia. Dia mengungkapkan, rencananya Kadin Rusia dan Indonesia akan membuat pabrik turunan CPO di Moskow. Total investasi yang diberikan sebesar US$ 20-30 juta. "Pabriknya akan didirikan di Moskow, tetapi bahan baku CPOnya dari Indonesia. Rencananya, Rusia akan mengandeng beberapa perusahaan skala kecil dan menengah untuk dijadikan patner kerja, bukan perusahaan-perusahaan besar," papar Didie. Selain pertanian, investasi juga diberikan di sektor perikanan dan pariwisata. Untuk sektor perikanan Rusia akan berkonsentrasi di kawasan Timur Indonesia, yakni Ambon dan Maluku. Dalam dua tahun ke depan, Rusia akan mengirimkan nelayan-nelayan unggulan beserta kapal lengkap dengan krunya untuk mengolah hasil laut Indonesia. Sementara di sektor pariwisata, Rusia lebih memilih Bali dan Menado sebagai objek pariwisata. Sementara itu, Thomas mengatakan untuk meningkatkan nilai ekspor impor, Bank Mandiri telah menandatangani kerja sama dengan tiga bank di Rusia, yakni Vnesheconombank, Vneshtorgbank, dan Russian Export Import Bank. Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, Bank Mandiri akan kembali menandatangani kesepakatan dengan Alfa Bank dari Rusia. "Selain menanamkan investasi, target utama dari perjanjian Rusia dan Indonesia adalah meningkatkan nilai ekspor impor dua negara. Selama tiga tahun belakangan ini, nilainya sudah mengalami pertumbuhan," ujar Thomas. Berdasarkan data Bank Mandiri, total ekspor impor Indonesia dan Rusia meningkat selama kurun waktu 2004-2006. Pada 2004 nilai ekspor mencapai US$ 83.002 sementara impor US$ 229.058. Pada 2005 nilai impor meningkat menjadi US4 201.772 dan ekspor US4 437.841. Pada 2006 nilai impor mencapai US$ 267.082 dan ekpor US4 433.581. Presiden Sementara itu, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaannya, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, merasa sangat yakin jalinan kerja sama Indonesia dan Rusia merupakan peluang yang menguntungkan dalam bidang ekonomi dan bisnis. Melalui perjanjian ini Rusia dan Indonesia sepakat meningkatkan nilai perdagangan menjadi US$ 1 miliar dari sebelumnya hanya menpai US$ 700 juta pada 2006. "Beberapa saat lalu memang investasi dari Rusia masih kecil, tetapi saya optimis dengan komitmen kedua negara ini," ujar Yudhoyono. Investasi akan meningkat setelah ada kerja sama yang konkret antara Pertamina dan Luk Oil di bidang minyak dan gas, dan PT Aneka Tambang dan Russian Alimunium (Russal) di bidang pertambangan bauksit dan aluminium. Nilai yang akan dicapai dari kerja sama tersebut mencapai lebih dari US$ 4 miliar. "Kami tidak akan memberikan perlakukan yang beda pada investor dari Rusia, semua investor kami perlakukan sama dan adil. Namun saya berjanji akan memberikan kepastian hukum dan tarnsparansi dalam berinvestasi. Proses perijinan juga akan dipersingkat dan memberikan insentif baik di bidang fiskal, pertanahan dan imigrasi," ujarnya. [EAS/Y-4] Last modified: 7/9/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
