Kalap sudah. Darwin yang suka pasang wajah toleran, yang sok pasang wajah orang sabar, setelah saya tunjukkan bahwa bedanya sebenarnya tidak banyak dengan Islam fundemetnalis, dia lantas kalap.
Dia menulis: "Tetapi thread ini tidak membahas tentang Masjid dibangun tentara dan polisi!!!!" So what? Dia toh menulis bahwa mesjid di Papua itu dibangun oleh serdadu dan tentara. Konteks dia menulis tidak mengubah kenyataan bahwa dia menulis bahwa serdadu dan polisi membangun mesjid di Papua, dan bukan hanya satu dua. Awal threadnya juga eyel-eyel juga tidak mengubah kenyataan: Darwin Bahar menulis bahwa serdadu dan tentara membanngun mesjid di Papua. Dan bukan hanya satu dua. Dan itulah yang saya komentari dengan kalimat ini: "Dan Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan ini..." Orang sekuler, orang yang memisahkan urusan agama dari urusan negara akan tertegun heran dan gelisah dengan kenyataan yang disampaikan Darwin Bahar ini: karena di negara sekuler alat kekuasaan negara TIDAK ada urusan untuk membangun mesjid. Dan saya ulang: Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan ini... Dan saya ulang pula komentar saya: "Saya bilang dan saya ulang: orang Islam tipikal itu, baik yang pasang wajah moderat atau yang pasang wajah fundementalis itu tidak berbeda: mereka senang negara itu mengerecoki urusan agama." Allahu Akbar. --- In [EMAIL PROTECTED], "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: "Utusan Allah" dipelintir? Kecian deh loe! Hai manusia hina yang menamakan dirinya "Utusan Allah". Perhatikan tulisanku baik-baik! Berawal dari salah satu "eyel-eyelan di milis ini. > --- In [EMAIL PROTECTED], "apakabar" <semar@> wrote: > > > > Pujian untuk SD! > > > > Kalau cara berpikirnya Goband dikenakan pada ummat islam sendiri di > Sulut dan tempat tempat dimana Islam minoritas, takkan ada mesjid yang > bisa berdiri. > ------------- > GB : Anda mungkin belum pernah ke Papua, di sana, umat islam > mendapatkan diskriminasi luar biasa dari orang orang kristen. Omongan si Goban bahwa umat islam mendapatkan diskriminasi luar biasa dari orang orang Kristen di Papua, saya tanggapi sebagai berikut: "Goban, soal kamu mencemongin keyakinan orang lain bukan urusan saya. Tokh bukan hanya kamu sendirian yang melakukannya di sini, dengan cara yang tidak kalah kasar dan brutalnya." "Tetapi ketika kamu mulai berbicara tentang Papua, sesuatu yang nyata, saya tidak dapat menerimanya, karena bisa menimbulkan prasangka yang tidak benar terhadap orang-orang Papua yang justru banyak menderita dan terpinggirkan setelah menjadi bagian dari Indonesia." setelah itu saya lanjutkan: "Antara tahun 2003 - 2004 saya empat kali ke Papua, " " dan saya hampir pasti bahwa kamu belum pernah ke sana." "Seperti pernah saya tulis dulu di sini, di Manokwari Masjid di bangun oleh TNI-AL (saya pernah shalat Jumat di sini). Di Jayapura ada Masjid yang dibangun oleh Polri. Di Merauke ada Masjid yang dibangun Angkatan Darat." "Itu di luar Masjid yang dibangun oleh masyarakat pendatang, yang di beberapa kota seperti Sorong dan Merauke sudah lebih banyak dari pada orang Papuanya sendiri." [Akhir Kutipan] Loe ngerti nggak "context"? Dalam Webster's New World, untuk entri "context", ada dua penjelasan. Saya pilih yang no 2, yang singkat saja: "the whole situation, backround or environment relevant to a particular event, personality, creation, etc". Karena sedogol-dogolnya loe, saya percaya loe paham bahasa Inggris, saya bicara Masjid-Masjid yang dibangun tentara dan polisi dalam konteks omongan si Goban bahwa umat islam mendapatkan diskriminasi luar biasa dari orang orang Kristen di Papua (dalam pembangunan Masjid). Dan bukan soal Masjid yang dibangun tentara dan polisi di sana. Lagi pula kalau soal Masjid dibangun tentara dan polisi, itu tidak hanya di Papua. Hampir, kalau tidak semua Makodam dan Mapolda di Indonesia, pasti ada Masjidnya. Tetapi thread ini tidak membahas tentang Masjid dibangun tentara dan polisi!!!! Jadi soal saya "tidak tertegun dan gelisah melihat kenyataan ini" itu hanya fantasi pikiran busuk loe saja---alias out of context---dan kemudian loe serang sendiri, dalam rangka melakukan pembunuhan karakter terhadap orang-orang yang keyakinannya berseberangan dengar loe, yang di mata loe tidak pernah ada benarnya!!!! Jadi yang tukang pelintir itu adalah: manusia babi yang bernama Jusfiq Hadjar Sutan Maradjo Lelo! Puas? --- In [EMAIL PROTECTED], "utusan.allah" <utusan.allah@> wrote: > > > Sebagaimana layaknya seorang Islam tipikal, termasuk yang pasang wajah > moderat, Darwin Bahar telah memelintir posting saya. > > Yang saya tulis, yang saya salahkan diposting Darwin Bahar itu bukan > masaalah kekasaran dan kebrutalaan yang dialami oleh orang Papua, tapi > kenyataan bahwa polisi dn serdadu membangun mesjid. > > Yang saya masaalahkan adalah dilanggarkan prinsip negara sekuler oleh > alat-alat kekuasaan negara Indonesia: pemisahan urusan agama dari > urusan negara. > > Dan ini saya tulis dengan jelas. > > Baiklah saya kutip kembali selengkapnya tulisna saya: > > "Jadi serdadu dan polisi itu di Papua mendirikan mesjid. > > Di Papua yang penduduknya sedang ditindas - dibunuh, disiksa dan > dipersekui - > > Dan mereka itu banyak yang emeluk ajaran Nasrani. > > Dan Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan ini... > > Alat-alat kekuasaan negara yang mestinya tidak ikut campur urusan > agama mendirikan mesjid. > > Dan bukan hanya satu dua. > > Dan Darwin Bahar tidak tertegun dan gelisah melihat kenyataan ini. > > Sebaliknya malah. > > Saya bilang dan saya ulang: orang Islam tipikal itu, baik yang pasang > wajah moderat atau yang pasang wajah fundementalis itu tidak berbeda: > mereka senang negara itu mengerecoki urusan agama." > > Jelas, saya ulang, yang saya masaalahkan adalah dilanggarnya oleh > polisi dan serdau yang mendirikan mesjid itu prinsip negara sekuler, > yaitu pemisahan urusan agama dari urusan negara. > > Agar jelas, yang saya katakan adalah benar dan karena saya mengatakan > kebenaran maka saya dicap oleh Darwin Bahar "berniat busuk" dan > "manusia babi", karena saya - lanjutnya - "sudah kehilangan nalar, > akal sehat, hati nurani, dan kemampuan untuk berempati. " > > Akankah Darwin Bahar mencabut omongannya diatas dan diiringi > pemrintaan maaf yang tulis lagi khusuk? > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Darwin Bahar" <dbahar@> wrote: > > > > Karena niat Angku busuk, selalu mencari peluang untuk menyerang saya, > > tanpa punya rasa malu sedikitpun Angku sengaja menghilangkan > > kalimat-kalimat saya: > > > > "Goban, soal kamu mencemongin keyakinan orang lain bukan urusan saya. > > Tokh bukan hanya kamu sendirian yang melakukannya di sini, dengan cara > > yang tidak kalah kasar dan brutalnya." > > > > (.......) > --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
