Ni orang jelas bukan saja sudah kalap tapi lagi unjuk bahwa dia sudah jadi rada nggak waras.
Bulak-balik dia ngomong tentang context. Apapun context dia ngomong kenyataan tetap sama: Darwin Bahar menulis bahwa ada mesjid yagn dibangun oleh serdadu dan polisi. Selanjutnya saya ulang apa yagn saya tulis sebelumnya: Konteks dia menulis tidak mengubah kenyataan bahwa dia menulis bahwa serdadu dan polisi membangun mesjid di Papua, dan bukan hanya satu dua. Awal threadnya juga eyel-eyel juga tidak mengubah kenyataan: Darwin Bahar menulis bahwa serdadu dan tentara membanngun mesjid di Papua. Dan bukan hanya satu dua. Dan itulah yang saya komentari dengan kalimat ini: "Dan Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan ini..." Orang sekuler, orang yang memisahkan urusan agama dari urusan negara akan tertegun heran dan gelisah dengan kenyataan yang disampaikan Darwin Bahar ini: karena di negara sekuler alat kekuasaan negara TIDAK ada urusan untuk membangun mesjid. Dan saya ulang: Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan ini... Dan saya ulang pula komentar saya: "Saya bilang dan saya ulang: orang Islam tipikal itu, baik yang pasang wajah moderat atau yang pasang wajah fundementalis itu tidak berbeda: mereka senang negara itu mengerecoki urusan agama." Allahu Akbar." --- In [EMAIL PROTECTED], "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [EMAIL PROTECTED], "utusan.allah" <utusan.allah@> wrote: > > Kalap sudah. > > Darwin yang suka pasang wajah toleran, yang sok pasang wajah orang > sabar, setelah saya tunjukkan bahwa bedanya sebenarnya tidak banyak > dengan Islam fundemetnalis, dia lantas kalap. Fundamentalis, kalap?, He he he he . Ketika, saya keluar dengan kalimat: "Jadi yang tukang pelintir itu adalah: manusia babi yang bernama Jusfiq Hadjar Sutan Maradjo Lelo!" Satria mengira saya "marah". Kalau Anda marah ketika Anda berdiskusi keras dengan seseorang yang tujuannya hanya hendak menjatuhkan Anda, Anda akan kalah. Kalimat-kalimat saya yang tajam, runut dan terukur di bawah ini: Loe ngerti nggak "context"? Dalam Webster's New World, untuk entri "context", ada dua penjelasan. Saya pilih yang no 2, yang singkat saja: "the whole situation, backround or environment relevant to a particular event, personality, creation, etc". Karena sedogol-dogolnya loe, saya percaya loe paham bahasa Inggris, saya bicara Masjid-Masjid yang dibangun tentara dan polisi dalam konteks omongan si Goban bahwa umat islam mendapatkan diskriminasi luar biasa dari orang orang Kristen di Papua (dalam pembangunan Masjid). Dan bukan soal Masjid yang dibangun tentara dan polisi di sana. Lagi pula kalau soal Masjid dibangun tentara dan polisi, itu tidak hanya di Papua. Hampir, kalau tidak semua Makodam dan Mapolda di Indonesia, pasti ada Masjidnya. Tetapi thread ini tidak membahas tentang Masjid dibangun tentara dan polisi!!!! Jadi soal saya "tidak tertegun dan gelisah melihat kenyataan ini" itu hanya fantasi pikiran busuk loe saja---alias out of context---dan kemudian loe serang sendiri, dalam rangka melakukan pembunuhan karakter terhadap orang-orang yang keyakinannya berseberangan dengar loe, yang di mata loe tidak pernah ada benarnya!!!! [Akhir Kutipan] tidak akan mungkin akan saya tulis kalau saya tidak dalam keadaan tenang. Bahwa kata-kata keras yang belum pernah saya gunakan sebelum ini: "manusia babi" adalah, karena dalam sebuah diskusi Anda perlu menyampaikan pesan yang jelas dan tegas yang dimengerti oleh lawan diskusi Anda. "Manusia babi" adalah satu-satunya pesan yang bisa dipahami oleh manusia biadab, kasar dan brutal yang bernama Jusfiq Hadjar Sutan Maradjo Lelo, manusia yang sudah kehilangan sensitivitas kemanusiaannya, manusia yang sudah tidak paham kosakata kehormatan, kecuali mengenai dirinya, psikopat yang hidup dalam syahwat kebencian dan dendam terhadap orang yang tidak sepaham dengannya yang tidak pernah melakukan apa-apa terhadapnya, manusia yang sama sekali tidak mampu menghargai hak setiap orang memilih keyakinan yang sesuai dengan hati nuraninya. Dunia ini dibaginya dua: Islam tipikal/fundamental, yaitu orang Islam yang mengimani Al Quran sebagai kitab suci dan Muhamad sebagai Nabi, dan yang kedua keyakinan dan isme apapun selain Islam tipikal/fundamental, yang selalu dicercanya dengan kata-kata "dungu dan biadab". Islam moderat? Itu adalah orang-orang Islam yang menerima Luxemberg, Luling, Casanova, Cook dan Crone tanpa reserve. Dia tidak percaya Tuhan, tetapi menuhankan apa yang ada di bawah jidadnya. Kalau Anda menurut dia termasuk kategori Islam tipikal/fundamental, Anda tidak akan pernah aman dari terror dan intimidasinya. `Freedom of speech' adalah ungkapan yang selalu diusung-usungnya, sebagai pembenar bahwa dia boleh memberaki, mengencingi dan meludahi seenaknya terhadap keyakinan orang-orang yang dikategorikannya sebagai Islam tipikal/fundamental, seperti yang dia lakukan di beberapa milis yang tidak dimoderasi seperti Proletar, Istiqlal dan Minangnet, sehingga milis-milis tersebut bau pesing sehingga orang-orang waras pada pergi. Malahan pemilihan kata-kata "Jusfiq Hadjar Sutan Maradjo Lelo" itupun saya pilih dengan pikiran yang jernih karena saya paham sekali gelar di masyarakat Minang itu merupakan nama kehormatan, sesuatu yang tidak boleh dipermain-mainkan, sekali lagi, agar pesan saya benar-benar jelas baginya. Satu-satunya yang membuat saya menyesal mengeluarkan kata-kata: "manusia babi yang bernama Jusfiq Hadjar Sutan Maradjo Lelo", ialah bahwa dengan kata-kata itu saya telah menghina babi, yang sebenarnya tidak punya kesalahan apa-apa kepada saya. That's all Darwin > > Dia menulis: > > "Tetapi thread ini tidak membahas tentang Masjid dibangun tentara dan > polisi!!!!" > > So what? > > Dia toh menulis bahwa mesjid di Papua itu dibangun oleh serdadu dan > tentara. > > Konteks dia menulis tidak mengubah kenyataan bahwa dia menulis bahwa > serdadu dan polisi membangun mesjid di Papua, dan bukan hanya satu dua. > > Awal threadnya juga eyel-eyel juga tidak mengubah kenyataan: Darwin > Bahar menulis bahwa serdadu dan tentara membanngun mesjid di Papua. > > Dan bukan hanya satu dua. > > Dan itulah yang saya komentari dengan kalimat ini: > > "Dan Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan > ini..." > > Orang sekuler, orang yang memisahkan urusan agama dari urusan negara > akan tertegun heran dan gelisah dengan kenyataan yang disampaikan > Darwin Bahar ini: karena di negara sekuler alat kekuasaan negara TIDAK > ada urusan untuk membangun mesjid. > > Dan saya ulang: > > Darwin Bahar tidak tertegun heran dan gelisah melihat kenyataan > ini... > > Dan saya ulang pula komentar saya: > > "Saya bilang dan saya ulang: orang Islam tipikal itu, baik yang pasang > wajah moderat atau yang pasang wajah fundementalis itu tidak berbeda: > mereka senang negara itu mengerecoki urusan agama." > > Allahu Akbar. > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Darwin Bahar" <dbahar@> wrote: > > > > "Utusan Allah" dipelintir? Kecian deh loe! > > > > Hai manusia hina yang menamakan dirinya "Utusan Allah". Perhatikan > > tulisanku baik-baik! > > > > Berawal dari salah satu "eyel-eyelan di milis ini. > --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
