http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1790&Itemid=72

      Mega Tunggu Wangsit  
      Senin, 10-09-2007 03:42:27  
        a.. Hari Ini Umumkan Sikapnya 
      JAKARTA, BPOST - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan 
mengusung Megawati Soekarnoputri maju dalam Pilpres 2009. Namun, Mega 
menyatakan akan menunggu wangsit dari Bung Karno.

      "Saya mau tanya dulu sama pemimpin besar saya itu (Soekarno). Boleh atau 
tidak," kata Mega saat membacakan pidato penutupan Rakernas PDIP di PRJ 
Kemayoran, Jakarta, Minggu (9/9).

      Putri sulung Bung Karno ini menepis anggapan bahwa upayanya meminta wasit 
sebagai perbuatan klenik. Dia beralasan bahwa meminta wangsit kepada bapaknya 
sendiri bukan sesuatu hal yang salah.

      "nggak apa-apa. Itu kan bapak saya sendiri," cetus mantan presiden ke-4 
RI itu yang disambut geerrr peserta Rakernas.

      Mega menyebut, suatu ketika dirinya pernah diberi petuah oleh almarhum 
Kiai As'ad Syamsul Arifin, salah satu kiai sepuh asal Asembagus Situbondo, Jawa 
Timur.

      "Kiai As'ad bilang ke saya, kalau kamu punya kesedihan atau kebahagiaan, 
bicara saja sama orangtuamu," ujarnya.

      Mega memang belum secara tegas menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai 
capres 2009. Namun, katanya, "Kalau ditanya apakah saya bersedia mencalonkan 
diri, jawaban saya seperti yang ada di benak saudara-saudara." 

      Karenanya dia meminta para kader dan simpatisan benar-benar serius 
mendukung dirinya maju sebagai calon presiden. Yang jelas, ya atau tidaknya 
Mega bersedia maju baru diketahui Senin ini dalam Rakernas II PDIP.

      "Bu Mega akan menyampaikan langsung di hadapan 15 ribu pengurus PAC 
se-Indonesia," kata Taufik Kiemas di sela-sela acara. 

      Alasannya, Mega masih akan melihat kesolidan partai dalam mendukungnya. 
Pengalaman 2004 lalu, ungkap dia, mesin politik PDIP tidak berjalan sebagaimana 
mestinya. Alhasil, PDIP yang mengusung Megawati-Hasyim Muzadi kalah.

      PDIP hingga kini belum membentuk Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) di 
tingkat daerah untuk pilpres 2009. Pasalnya, partai berikon banteng si moncong 
putih ini masih menunggu kesediaan Mega berkata 'ya'.

      "Kita masih menunggu keputusan Bu Mega. Apakah bersedia maju atau tidak. 
Jika, ya, kita segera bentuk di daerah," jelas Sekjen PDIP Pramono Anung.

      Kemungkinan besar Mega bakal kembali masuk bursa Pilres 2009. Hal itu, 
menurut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wiranto sebagai sesuatu yang biasa 
dan wajar.

      "Ya, itu biasa saja. Ya, wajar-wajar saja. Dia kan ketuanya," cetus Gus 
Dur usai acara perayaan ulang tahun Wahid Institute di Jakarta, kemarin.

      Senada diungkapkan Wiranto. "Ya biarin saja itu kan urusan partai. Ya 
biarin urusan mereka," ucapnya.

      Wiranto yang ikut kontes dalam pilpres 2004 setelah diusung Partai Golkar 
juga bakal maju pada pilpres 2009 melalui Partai Hanura.

      "Tentu saja, lazimnya partai politik mencalonkan ketuanya," kata ketua 
umum Partai Hanura itu. 

      Lantas bagaimana dengan Partai Demokrat? Partai biru muda ini menargetkan 
mampu meraup 15 persen suara pada pemilu 2009. "Kami optimistis target dari 
7,5% pada pemilu 2004 lalu menjadi 15% pada pemilu 2009 tercapai," kata Ketua 
Umum Partai Demokrat Hadi Utomo usai perayaan HUT Ke-6 Partai Demokrat di 
Jakarta, kemarin.

      Menurut Hadi, berdasarkan data yang dimiliki sejumlah lembaga survei 
menunjukkan popularitas Susilo Bambang Yudhoyono masih lebih baik dibanding 
tokoh politik lain di tanah air. Citra Yudhoyono sebagai tokoh sentral Partai 
Demokrat masih dapat menarik dukungan masyarakat pemilih. 

      Sejauh ini, belum ada nama-nama pasti yang bakal diusung partai-partai 
besar sebagai calon presiden pada pilpres 2009. Partai Amanat Nasional, 
misalnya, baru me-list sejumlah nama di antaranya Soetrisno Bachir, Dien 
Syamsuddin dan Amien Rais.

      Sedangkan Partai Golkar yang banyak memiliki tokoh masih harus melalui 
proses konvensi. Namun, Jusuf Kalla, sang ketua umum, disebut-sebut bakal maju. 
Dia akan bersaing dengan Akbar Tandjung, mantan ketua umum DPP Golkar.

      Terlalu Dini
      Di Banjarmasin, Ketua Dewan Pembina Pusat Partai Demokrat, Taufiq Effendi 
juga mengisyaratkan untuk Pemilu 2009, partainya tetap mengusung Yudhoyono.

      Namun, terkait sikap Partai Golkar yang kemungkinan menceraikan Partai 
Demokrat, Taufiq yang juga menteri negara pemberdayaan aparatur negara ini 
menanggapinya denghan dingin.

      "Terlalu pagi untuk memikirkan prediksi dan bersikap terhadap hal yang 
semacam itu. Politik adalah sebuah hal yang dinamis dan berkembang dari hari ke 
hari. Pada waktunya nanti kita akan mengambil sikap," ungkapnya.

      Dikatakan Taufiq, adalah sangat bijaksana untuk dapat belajar dari 
pengalaman, tetapi lebih bijaksana lagi apabila belajar dari pengalaman orang 
lain. 

      "Pejuang dahulu, berjuang murni karena niat yang tulus untuk mengubah 
nasib bangsa untuk diwariskan kepada anak cucunya, Tetapi pejuang saat ini 
belum apa-apa sudah minta apa untungnya, atau bisa tidak saya jadi gubernur 
atau bupati," ujarnya. Persda Network/mur/why/
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke