http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/15/o3.htm
Harus Mampu Belajar dari Kesalahan Oleh A.A. Bagus Surya Negara PEMIMPIN dalam arti formal sering diartikan sebagai sebuah jabatan kekuasaan, sebuah posisi yang identik dengan fasilitas-fasilitas serta pelayanan terhadap jabatan itu sendiri. Kepemimpinan sering dianggap sebagai suatu keistimewaan posisi yang pada akhirnya malah membuat seorang pemimpin itu larut dalam kekuasaan, sehingga yang terjadi adalah munculnya keinginan untuk memanfaatkan rakyat untuk mengokohkan posisinya, bukan untuk memanfatkan posisinya untuk mengokohkan rakyatnya. Tentunya sangat naif jika kita menuntut terlalu banyak hal yang sempurna dari seorang pemimpin, bagaimana pun pemimpin itu manusia juga. Ada kalanya seorang pemimpin berada pada waktu dan kondisi yang salah. Namun seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu belajar dari kesalahannya sendiri maupun kesalahan dari pemimpin terdahulunya. Pemimpin harus mengingat hakikat kepemimpinannya sebagi suatu amanah dari rakyatnya, pemimpin tidak boleh bersikap lupa kacang pada kulitnya, pemimpin harus ingat bahwa sebelum dirinya menjadi pemimpin, dirinya hanyalah rakyat biasa. Posisi pemimpin tak lebih dari posisi yang ''indah'' dalam melayani rakyatnya. Seorang pemimpin ketika dia dipilih rakyatnya untuk menjadi pemimpin maka mulai saat itu juga, detik itu, hari itu, sesungguhnya seluruh harapan rakyat ada di pundaknya, di pundak seorang pemimpin. Seorang pemimpin dapat lahir dengan berbagai cara. Seperti yang banyak kita lihat saat ini, ada pemimpin yang lahir dari kepintarannya merayu dukungan agar dipilih sebagai pemimpin. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada pemimpin yang lahir dari hasil membeli dukungan, dan sungguh sulit menemukan pemimpin yang lahir alami dari kehendak rakyatnya, kalaupun ada itu pun lebih dilihat dari penilaian karisma/pesona yang dimiliki pemimpin tersebut, yang belum tentu menjamin berwibawanya pemerintahan yang ia pimpin. Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter wibawa semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama, yaitu karakter wibawa dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pemimpin formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Metode kepemimpinan yang baik hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang cerdas. Seorang pemimpin yang cerdas hanya bisa muncul dari rakyat yang cerdas pula. Rakyat harus bisa memilih pemimpin yang dirasa mampu membawa harapan serta aspirasi masyarakat. Dalam hal ini kecerdasan rakyat untuk memilih pemimpin yang tepat juga wajib dilakukan. Selama ini masyarakat banyak menyalahkan para pemimpin dengan menghujat segala macam kelemahannya seolah-olah masyarakat tidak memiliki andil dalam kelahiran pemimpinnya, padahal si pemimpin yang penuh kekurangan itu juga ada karena dipilih oleh masyarakat, jadi masyarakat juga jangan ibarat ''kulit lupa pada kacangnya''. Terbalik memang dari peribahasa lazimnya, tetapi inilah kenyataannya bahwa antara pemimpin dan rakyat adalah suatu ritme kesatuan yang saling mendukung. Demokrasi menempatkan kedaulatan di tangan rakyat, maka sudah seharusnyalah rakyat yang menentukan corak pemerintahan. Begitu pula dalam menentukan pemimpinnya, posisi rakyat dalam sistem pemerintahan demokrasi adalah sangat kuat, maka untuk itu jangan kita sia-siakan posisi yang kuat ini hanya karena kesalahan kita dalam memilih pemimpin yang tepat. Begitu pula bagi pemimpin, adalah tidak ada artinya posisi/jabatan dirinya bila tidak mampu membawa serta mewujudkan aspirasi rakyatnya, menjaga wibawa serta mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Untuk itu sudah sepatutnyalah rasa tanggung jawab kebersamaan muncul di dalam sanubari pemimpin maupun rakyatnya untuk saling mendukung demi tercapainya tujuan tersebut. Penulis, mahasiswa Fak. Hukum Unud, Prog. Ekstensi [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
