http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/15/o1.htm


Kepesertaan Askeskin Belum Optimal 


ORANG miskin dilarang sakit. Anekdot itu sering terdengar. Tidak hanya 
sekarang, tetapi sudah dari dulu. Mengapa, karena biaya obat dan perawatan di 
rumah sakit sangat tinggi, sehingga tidak mampu dijangkau oleh rakyat miskin. 
Ironisnya lagi, tidak jarang para pasien termasuk yang tergolong miskin sering 
jadi objek permainan. Mereka tidak jarang dihambat bahkan sering digiring ke 
rumah sakit swasta.  

Manakala pemerintah mengeluarkan kebijakan penerapan Askeskin pada Januari 
2005, warga pun menyambut dengan suka cita. Ibarat hujan di musim kemarau. 
Harapannya, kebijakan ini akan mampu mengangkat derajat kesehatan warga miskin.

Apalagi pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk menunjang program 
pro-rakyat ini. Untuk tahun 2006 saja, pemerintah menganggarkan Rp 3,6 trilyun. 
Namun anggaran itu baru terserap 72 persen. Artinya masih ada dana Rp 1 trilyun 
yang belum cair atau dikembalikan lagi ke APBN karena tak terpakai.

Ini tampak ironis. Di tengah masih banyaknya warga miskin di Indonesia, bahkan 
cenderung meningkat, Depkes selaku penanggung jawab Askeskin masih menyisakan 
anggaran. Masih tersisanya anggaran tersebut menunjukkan bahwa kerja Depkes 
dalam membantu rakyat miskin belum maksimal. Dari sini juga dapat disimpulkan 
bahwa Depkes sebagai institusi operasional kebijakan Askeskin tidak secara 
serius mengamankan garis strategi pemerintah. Anggaran tidak efektif terserap 
di lapangan, padahal rakyat miskin tidak berkurang bahkan cenderung bertambah.

Gambaran kondisi nasional itu, juga berlaku di Bali. Pada tahun 2007 dari kuota 
76,4 juta jiwa, Bali mendapat kuota 548.617 jiwa warga miskin. Dari jumlah itu 
baru 54 persen memiliki kartu Askeskin. Sisanya, 46 persen belum mendapatkan 
''haknya'' yang sebenarnya telah dianggarkan oleh pemerintah.

Berangkat dari fenomena tersebut, tak bisa terbantahkan bahwa pemerintah, 
khususnya pemerintah daerah, belum maksimal memberi pelayanan kepada warga 
miskin. Sebab, sesuai dengan aturan pemerintah, pendaftaran warga miskin 
melalui aparat desa dan mendapat pesetujuan (SK) dari bupati/wali kota. 
Kecilnya masyarakat Bali yang terjangkau Askeskin -- 54 persen dari kuota yang 
ditetapkan -- menandakan masih rendahnya kepedulian aparat terhadap rakyat 
miskin.

Oleh karena itu, khusus di Bali perlu dibuatkan sistem yang lebih baik dalam 
mendata warga miskin. Apalagi data yang diberikan oleh BPS secara tegas 
menunjukkan bahwa warga miskin di Bali sebanyak 548.617.

Ke depan, perlu diciptakan sistem yang betul-betul bisa memberi kemudahan 
kepada warga miskin. Sebab, dari data yang ada masih ada 46 persen warga miskin 
di Bali belum terjangkau Askeskin. Apalagi sejumlah data menunjukkan bahwa 
tidak sedikit warga berkemampuan cukup juga menerima Askeskin. Ini artinya, 
warga miskin yang tidak terjangkau Askeskin bisa lebih banyak dari data yang 
ada sekarang. Mengapa, karena ''jatahnya'' telah diambil oleh warga yang 
berkemampuan cukup.

Selain penciptaan sistem yang mudah, sosialisasi akan manfaat Askeskin juga 
penting terus dilakukan. Sebab, tidak sedikit warga miskin yang belum tahu 
bahwa dia sudah mendapat tanggungan pemerintah, apabila ikut menjadi peserta 
Askeskin.

Intinya, sosialisasi itu akan dapat memberikan informasi dan pemahaman yang 
jelas bahwa kesehatan adalah penting untuk dijaga yang salah satunya bisa 
dilakukan melalui kepesertaan Askeskin. Sementara tujuan sistem adalah untuk 
mempermudah dan mempercepat proses untuk menjadi anggota Askeskin.




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke