GALAMEDIA
18/09/2007 Nodai Dua Gadis Remaja
Dukun Cabul Diringkus
SUKABUMI, (GM).-
Hen alias Abah (37), seorang dukun cabul asal Kp. Gunungjaya, Desa Gunungjaya,
Kec. Cisaat, Kab. Sukabumi dibekuk Satuan Reserse Kriminalitas (Satreskrim)
Polresta Sukabumi. Dia dituduh mencabuli dua gadis sekampungnya.
Kapolresta Sukabumi, AKBP Rudy Antariksawan, S.I.K. didampingi Kasat Reskrim,
AKP Sugiyono, kepada wartawan, Senin (17/9), menjelaskan, tersangka ditangkap
setelah pihaknya mendapat laporan dari pihak korban.
"Dalam laporan tersebut, para korban mengaku telah dicabuli tersangka Hen di
tempat yang berbeda dengan cara dikelabui terlebih dahulu," jelas Rudy.
Ia memaparkan, tersangka Hen yang dikenal sebagai dukun di kampungnya, pada
suatu hari bertemu dengan kedua korban. Dalam pertemuan itu, Hen bersikap
seolah-olah sedang menerawang perjalanan hidup kedua gadis bernama samaran Inka
(18) dan Kristi (15) itu. Dengan mata terpejam dan suara agak menggeram, tutur
Rudy, tersangka Hen mengatakan kepada Inka dan Kristi, di dalam tubuh mereka
terdapat roh jahat yang akan memengaruhi perjalanan hidup mereka.
"Jika roh jahat itu tidak segera dikeluarkan dari tubuh kalian, hidup kalian
akan sengsara. Kalian juga akan kesulitan mendapatkan jodoh," ujar Rudy
mengutip perkataan Hen kepada korban.
Karena takut apa yang dikatakan Hen menjadi kenyataan, kedua gadis itu bertanya
pada Hen apa yang harus mereka lakukan. Merasa umpannya mengena, Hen semakin
memperkuat pengaruhnya.
Air putih
"Menurut Hen, roh jahat dari tubuh korban baru bisa hilang apabila korban
melakukan sebuah ritual. Tapi, lanjutnya, korban harus melakukannya
sendiri-sendiri," tutur kapolres. Setelah kedua belah pihak sepakat, pada suatu
hari Inka datang ke rumah tersangka Hen untuk meminta pertolongan agar roh
jahat yang ada di tubuhnya diusir. Guna meyakinkan calon mangsanya, Hen
membacakan jampi-jampi sambil mengeluarkan alat bantu perdukunan seperti dupa,
kemenyan, bunga, dan air putih.
Beberapa saat setelah mengucapkan jampi-jampi, Hen menyuruh Inka masuk ke kamar
praktik dan membuka pakaiannya. Dalam keadaan tak berbusana, Inka disuruh tidur
telentang. Saat itulah tersangka Hen melancarkan aksi bejatnya. Inka
dinodainya. Usai mencabuli Inka, Hen menyuruh gadis itu pulang sambil berbisik,
"Jangan banyak bicara kalau kamu mau sembuh".
Aksi yang sama dilakukan Hen kepada Kristi. Korban keduanya ini dinodai di
sebuah kamar mandi setelah melalui upacara "ritual" sebagaimana yang dilakukan
pada Inka. Beberapa hari kemudian, kedua korban yang merasa telah terpedaya
melapor ke Mapolresta Sukabumi didampingi kedua orangtua mereka.
Di hadapan polisi, mereka meminta agar Hen dihukum seberat-beratnya karena
telah memusnahkan masa depan anak mereka. Sementara itu kepada petugas, Hen
mengatakan, perbuatannya dilakukan karena ia tidak kuat menahan hasrat terhadap
dua gadis remaja yang cantik itu. (B.118)**
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/