RIAU POS
18 September 2007 Pukul 12:00
Menyoal Intensitas Gempa
Oleh : Ir Rony Ardiansyah MT, dosen Teknik Sipil UIR.
Masyarakat Pekanbaru dikejutkan oleh gempa yang terjadi Rabu (12/9)
petang sekitar pukul 18.10 WIB. Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR),
dengan lokasi 4.67 Lintang Selatan-101.13 Bujur Timur (159 KM Barat Daya
Bengkulu). Gempa yang terasa lebih kurang dua menit ini menyebabkan ribuan
penghuni bangunan mal, plaza, toko dan juga perumahan berhamburan meninggalkan
bangunan.
Seperti yang diberitakan di media, gempa cukup terasa di gedung RSUD
Arifin Achmad yang berlantai empat, di mana kaca, lampu dan tabung-tabung infus
bergoyang. Begitu juga di Perumahan Damai Langgeng, warga perumahan berhamburan
keluar rumah, air parit bergoncang hebat, kabel listrik bergoyang bagaikan
dihembus angin topan, lampu-lampu dalam rumah terutama lampu hias bergoyang
cukup kuat.
Menurut analisa BMG Stasiun Pekanbaru menyatakan bahwa pengaruh gempa
yang sampai di Kota Pekanbaru berada pada skala III dan IV intensitas
modifikasi Mercalli (MMI ). Di mana pada skala IV MMI ini digambarkan bagaikan
"Terasa di dalam rumah seperti ada truk yang berat lewat, atau terasa seperti
ada barang berat yang menabrak dinding rumah. Barang-barang yang berdiri
bergerak, jendela, barang pecah, pintu-pintu berderik, gelas-gelas gemerincing
dinding rumah dan rangka rumah dapat berbunyi".
Kalau begitu apa skala MMI itu? Apa hubungan dengan intensitas gempa? Dan
apa pula hubungan dengan Skala Richter (SR)? Dari Wikipedia Indonesia,
ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Skala Mercalli diciptakan oleh seorang
ahli di bidang gunung berapi berbangsa Italia bernama Giuseppe Mercalli, untuk
mengukur kekuatan gempa bumi, pada 1902. Skala Mercalli terbagi menjadi 12
pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut
dan juga dengan melihat dan membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi
tersebut. Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat
dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Oleh karena itu, saat
ini penggunaan skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan
gempa bumi. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada 1931 oleh ahli
seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila
tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di
tempat kejadian.
Berdasarkan berbagai kejadian akibat pengaruh atau efek gempa Bengkulu,
Sumbar, di Pekanbaru, dapat disimpulkan intensitas gempa di kota ini lebih
besar dari skala III MMI (Skala III; Terasa di dalam rumah, tetapi banyak yang
tidak menyangka kalau ada gempa. getaran dirasakan seperti ada truk kecil
lewat). Tetapi Intensitas gempa ini dapat dikatakan berada antara skala III
dengan skala IV (Skala IV; Terasa di dalam rumah seperti ada truk yang berat
lewat, atau terasa seperti ada barang berat yang menabrak dinding
rumah.Barang-barang yang berdiri bergerak, jendela, barang pecah, pintu-pintu
berderik, gelas-gelas gemerincing dinding rumah dan rangka rumah dapat
berbunyi).
Intensitas berskala IV MMI berpeluang/berpotensi terjadi untuk lokasi
atau daerah yang berjarak 300 km dari pusat gempa yang mempunyai kekuatan
magnitude gempa minimum 7,5 SR. Seperti yang intensitas yang terjadi di
Bengkulu yang hanya berjarak 159 km dari pusat gempa, yang dapat digolongkan
intensitas pada skala VII (Skala VII; Dapat dirasakan oleh supir-supir yang
sedang mengemudi mobil/kendaraannya. Orang yang sedang berjalan kaki susah
untuk berjalan dengan baik. Cerobong asap yang lemah pecah, tembok yang tidak
kuat retak-retak, plester-plester tembok yang tidak terikat jatuh, terjadi
sedikit pergeseran dan lekukan-lekukan pada tanah lunak / lembek. Air sumur
menjadi keruh. Lonceng-lonceng besar berbunyi. Terjadi kerusakan pada
selokan-selokan dan irigasi-irigasi).
Intensitas skala IV di Pekanbaru seharusnya tidak mengakibatkan bangunan
yang dirancang dengan benar menjadi retak apalagi rubuh. Seandainya ada
diberitakan saluran kota atau bangunan gedung yang retak atau rubuh, hal itu
lebih disebabkan oleh karena perancangan atau mutu pelaksanaan bangunan itu
sendiri yang tidak beres. Karena intensitas gempa yang cukup merusak adalah
pada skala VIII MMI (Skala VIII; Mengemudi mobil terganggu. Bangunan-bangunan
yang kuat menderita kerusakan-kerusakan dengan ada bagian-bagian yang runtuh,
terjadi kerusakan kerusakan pada tembok-tembok yang dibuat tahan terhadap
getaran-getaran horizontal dan beberapa bagian dari tembok jatuh, cerobong
asap, monumen-monumen, menara-menara, tangki-tangki air yang diatas berputar
dan yang tidak terikat bergerser, cabang-cabang dan ranting-ranting pohon patah
dari dahannya. Tanah-tanah lembek/lunak dan tidak padu banyak yang mengalami
retak, bergeser, terjadi pelongsoran di lereng-lereng curam).
Berikut ini dapat dilihat pengaruh intensitas lebih dari skala VIII MMI,
berturut-turut sebagai berikut. Skala IX; Masyarakat menjadi panik.
Bangunan-bangunan yang tidak kuat hancur. Bangunan bangunan yang kuat menderita
kerusakan berat, terjadi kerusakan pada fondasi, dan rangka-rangka bangunan,
pipa-pipa dalam tanah putus, lumpur dan pasir keluar dari celah tanah. Skala X;
Pada umunya semua tembok-tembok dan rangka-rangka rumah rusak, beberapa
bangunan kayu yang kaut dan jembatan-jembatan rusak. Terjadi
kerusakan-kerusakan berat pada bendungan-bendungan, tanggul-tanggul,
tambak-tambak, terjadi tanah longsor yang berat dan luas. Air kolam, kali danau
muncerat, di pantai dan perdataran lainnya terjadi peretakan dan pergeseran
tanah dengan diikuti munculnya lumpur pasir. Jalan-jalan kereta api sedikit
menjadi bengkok. Skala XI; Pipa-pipa di dalam tanah sama sekali rusak, rel-rel
kereta api menjadi bengkok. Dan skala XII; Terjadi bencala alam, seluruh
bangunan menderita kerusakan, batu-batu, barang-barang yang besar-besar
berpindah dan beberapa di antaranya terlempar ke udara.
Sebagai perbandingan kejadian akibat pengaruh gempa Bengkulu di Kota
Pekanbaru, dapat dilihat di sini secara ringkas tentang kedua belas intensitas
skala MMI. Mulai dari skala I: Tidak terasa, kemudian skala II: Terasa oleh
orang yang berada di bangunan tinggi dan selanjutnya skala III - skala XII:
Getaran dirasakan seperti ada kereta yang berat melintas. Getaran dirasakan
seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah, benda tergantung
bergoyang. Dapat dirasakan di luar rumah, hiasan dinding bergerak, benda kecil
di atas rak mampu jatuh. Terasa oleh hampir semua orang, dinding rumah rusak.
Dinding pagar yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan/berdiri.
Bangunan yang tidak kuat akan mengalami kerusakan. Bangunan yang tidak kuat
akan mengalami kerusakan tekuk. Jambatan dan tangga rusak, terjadi tanah
longsor. Rel kereta api rusak. Serta skala XII: Seluruh bangunan hancur dan
hancur lebur.***
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/