SBY Tak Singgung Korupsi Soeharto 
Saat Bertemu Presiden Bank Dunia

Laporan Rohman Budijanto
Dari New York, AS

NEW YORK - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menanyakan kasus Soeharto 
saat menerima kunjungan kehormatan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick di 
Markas Besar PBB pada Selasa siang (hampir tengah malam WIB). 

"Presiden (SBY) tidak menanyakannya," kata Dubes RI untuk AS Sudjadnan 
Parnohadiningrat tentang mengapa kasus Soeharto tidak dibahas. Sudjadnan 
bersama Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menseskab Sudi Silalahi, serta anggota 
penasihat presiden Emil Salim ikut mendampingi presiden saat bertemu Zoellick. 

Pembahasan kedua pejabat, kata Sudjadnan, terfokus pada upaya penguatan 
kemampuan untuk menindak korupsi. Januari mendatang akan diadakan konvensi 
antikorupsi di Jakarta. 

Dalam konvensi yang direncanakan diikuti pihak-pihak yang terlibat dalam 
pemberantasan korupsi itu, akan dibahas data-data Bank Dunia soal korupsi. Tak 
hanya data dari Indonesia, tapi juga negara-negara lain. 

Sudjadnan menilai Bank Dunia bertujuan baik dalam melansir data-data Stolen 
Assets Recovery (StAR). Yakni, agar kemampuan Indonesia dalam mengembalikan 
aset-aset yang dicuri para pemimpin korup itu meningkat. 

Seperti diberitakan, dalam daftar yang dirilis Bank Dunia pada 17 September 
lalu itu, mantan Presiden Soeharto menempati urutan teratas dalam jumlah aset 
yang diduga dicurinya. Selebihnya, para diktator lain berada di bawahnya, 
termasuk Marcos. 

Dalam pertemuan dengan SBY itu, Bank Dunia mengharapkan Indonesia mendapatkan 
manfaat dari United Nations Convention of Anti Corruption (UNCAC) 2003. Yakni, 
kemampuan pengejaran, pembekuan, dan pengembalian aset. PBB akan mengirimkan 
tim ke Jakarta untuk kepentingan tersebut. 

Terpisah, Menlu Nur Hassan Wirajuda menjawab alasan SBY tidak menanyakan kasus 
Soeharto secara spesifik. Dia menyebut, selama ini kita terlalu menekankan 
bahwa inisiatif Bank Dunia melansir STaR itu, sepertinya, Bank Dunia akan 
mengejar kasus korupsi kasus per kasus. 

Menlu menyatakan sudah meminta perwakilan Bank Dunia di Jakarta untuk 
menjelaskan duduk perkara maksud inisiatif itu. "Sebab, kalau tidak, itu akan 
menimbulkan harapan yang tidak realistis," jelas Menlu. 

Dia menyatakan, Bank Dunia tidak bermaksud menyelesaikan kasus tersebut satu 
per satu. Tapi, lembaga itu akan meningkatkan kemampuan negara-negara 
berkembang, atas usahanya sendiri, mengembalikan aset-aset negara yang dicuri.

Selain itu, tambah Menlu, negara-negara maju yang menikmati manfaat atas 
dilarikannya aset-aset tersebut diharapkan untuk membantu. "Sebab, ada negara 
yang tenang-tenang saja (menerima aset curian, Red)," katanya. 

Menlu tak menyebut negara itu, tapi saat ini Indonesia sedang bersitegang 
dengan Singapura soal ekstradisi para koruptor Indonesia di sana. (roy) 

Sumber: Jawapos - Kamis, 27 September 2007  

++++++++++
 
Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita
 
Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/ 

--------
 
Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
The Indonesian Society for Transparency
Jl. Polombangkeng No. 11,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650 
Fax: (62-21) 722-1658 
http://www.transparansi.or.id 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke