http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=39111&ik=3
WTS Hamil Terjaring Razia
Jumat 28 September 2007, Jam: 10:21:00
JAKARTA (Pos Kota) - Tujuh pelacur jalanan yang beroperasi di kawasan
Blok M, Melawai dan lainnya di Kebayoran Baru sempat kocar-kacir saat sejumlah
petugas Tramtib Jaksel mengelar razia. Salah satu pelacur yang berhasil digaruk
ternyata hamil enam bulan.
"Masyaallah... Mbak itu gimana sih. Masa sudah hamil enam bulan masih
saja kerja begituan... Memang ada yang mau?" celetuk salah satu warga yang
melihat aksi penertiban pelacur jalanan di kawasan Jl. Raya Falatehan,
Kebayoran Baru, Rabu malam (26/9).
Kondisi wanita berkaos hijau dan rok biru bagian perut sudah membuncit.
"Wah... mau jadi apa ini!" kata Umar, satu warga yang tak tega melihat aksi
penertiban pelacur jalanan di Blok M, Kebayoran Baru tersebut.
Wanita yang mengaku bernama Pipit, 20, (bukan nama sebenarnya), warga
Pejaten, Pasar Minggu, mengatakan terpaksa menjual diri karena nggak punya
uang. "Saya terpaksa jadi pelacur jalanan karena tak punya uang buat melahirkan
dan sewa kontrakan rumah," kata wanita berambut panjang saat didata di ruang
kantor Tramtib Kec. Kebayoran Baru.
Petugas meringkus Pipit ketika duduk-duduk di warung rokok Jl. Falatehan
Raya, Kebayoran Baru dan sedang ngobrol dengan teman lainnya. Namun, saat ada
petugas temannya langsung melarikan diri ke arah terminal bis Blok M.
Dalam kegiatan penertiban pelacur jalanan yang dilakukan di sejumlah
jalan utama dan taman di kawasan Kebayoran Baru sempat membuat panik dan
kocar-kacir sejumlah wanita malam yang sedang menunggu lelaki hidung belang.
Teriakan dan minta tolong agar dilepas memang keluar dari mulut sejumlah
pelacur jalanan yang langsung dibawa ke mobil Hiace warna putih milik Sudin
Kesos dan Tramtib Jaksel.
"Saya bukan pelacur jalanan tapi sedang menunggu angkutan umum tujuan ke
Pondok Labu untuk pulang ke rumah dari kerja," tutur Putri, warga Pondok Labu.
Namun, tidak mudah membohongi petugas Tramtib yang dalam melakukan operasi
hampir mengenal dan hafal betul wajah wanita malam alias pelacur jalanan yang
biasa beroperasi di kawasan Kebayoran Baru.
TUJUH PELACUR JALANAN
Sedangkan Kasie Tramtib Jaksel Nanto didampingi Camat Kebayoran Baru
Fitrial M dan staf Tramtib Kec. Kebayoran Baru Murodi, mengakui kegiatan
penertiban pelacur jalanan yang biasa mangkal di pinggir jalan, halte dan taman
sangat keterlaluan.
Selain meresahkan warga, tambah dia, kehadiran pelacur jalanan dalam
bulan puasa sudah keterlaluan. "Mereka seharusnya menahan diri dan tak
melakukan kegiatan itu," ujarnya yang menambahkan ada tujuh pelacur jalanan
yang digaruk dan langsung dibawa ke pantis Sosial, Kedoya.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/