Dia masih terus memfitnah dan bilang "tak bisa menyangkal bahwa ia
telah berbohong soal klaimnya sebagai orang yang mengusulkan
pengiriman mesin tik pada pram. Tak ada bukti artinya dia telah
mengangkat kejadian fiktif dan berbual-bual saja".

Sudah entah berapa kali saya jelaskan.

Dan saya ulang:

Pada kesempatan kedatangan Soeharto ke Paris, dengan seorang Indonesia
lain dan beberapa orang akademisi Perancis ahli tentang Indonesia,
kami berusaha mengumpulkan tanda tangan apa yang disebut di Perancis
sebagai "intlektuil", yaitu filsuf, guru besar dan akademisi, seniman,
bintang film, penyanyi terkenal dll.

Kami membagi tugas untuk menghubungi mereka itu.

Saya kebagian menghubungi Sartre dan beberapa orang yang lain. Yang
lain menghubnug Georges Moustaki, Michel Piccoli, Nana Mouskuri dll.

Umar Said, yang datang ke Paris untuk mendukung usaha kami
memberikan kepada saya nomor tilpon Sartre.

Dengan syarat saya tidak memberikan kepada orang lain.

Jadi hanya sayalah yang bisa menilpon Sartre dari kelompok itu.

Tapi mana buktinya saya telah menilpon Sartre?

Saya beritahukan kepada Umar Said dan kepada anggota panitia lain
bahwa saya telah menilpon Sartre dan dia setuju untuk menanda tangani
petisi itu.

Dan nama Sartre memang muncul di daftar pendukung petisi itu.

Lalu mana buktinya bahwa saya yang mengusulkan kepada Sartre untuk
mengirim mesin tik?

Karena hanya saya yang meneilpon Sartre dan karena hanya saya yang
tahu di Paris ketika itu bahwa Pramudya tidak punya alat tulis menulis
di Buru - saya diberithu oleh Peter Schumacher, wartawan Belanda yang
berkunjung ke Buru dan bilang bahwa Pramudya tidak punya alat tulis
menulis.

Ini semua telah saya ceritakan, tapi PAREWA PAREWAAA yang memang
sinting balik balik bilang saya bohong.

Sedeng emang.

PAREWA PAERWA ini emang sedeng.

Orang sedeng yang sarat fikiran busuk.


--- In [email protected], PAREWA PAREWA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jelaslah gaek jusfiq hadjar ini sudah ilang akal ngga mampu
membantah argumen bahwa ia sudah berbohong, ngibul dan berdusta dengan
klaimnya bahwa ia lah yang mengusulkan pada sartre agar mengirim mesin
tik pada pram.  Dengan kata lain, orang ini ngga lebih dari seorang
cecunguk pengecut lantaran ngga berani mengakui bahwa ia telah
berbohong dan berdusta kendati terbukti begitu. 
>    
>   Tak ada bukti yang dapat dipegang bahwa memang ia lah yang telah
mengusulkan pada sartre agar mengirim mesin tik pada pram, seperti
yang dibangga-banggakannya di milis. Saksi yang diajukannya sebagai
bukti kebenaran klaimnya ternyata hanya berperan “memberikan nomor
tiplon sartre padanya”.  Dengan saksi demikian ia berani-beraninya
memerintah saya untuk bertanya pada saksi dan membenarkan klaimnya.
Mana lah saksi itu tahu bahwa benar kemudian ia telah menilpon,
berbicara dan mengusulkan, serta diterima usulannya itu oleh sartre. 
>    
>   Benar-benar udah sinting orang ini. 
>    
>   Usai mengetahui kedok bohong atawa ngibulnya kebongkar, karena
mengajukan fakta fiktif, lantas bak cacing kepanasan â€"seperti
biasa-- ia mulai memaki-maki dan memfitnah orang, dan berupaya
mengaburkan substansi perdebatan dengan mengatakan “berhari-hari
bicarakan urusan begini”. 
>    
>    “Urusan begini” katanya!! 
>    
>   Urusan berbohong dan berdusta kepada publik dia rendahkan sebagai
“urusan begini”? 
>    
>   Lalu untuk tujuan mengaburkan subtansi perdebatan, menutupi aib
karena bohongnya terbongkar, serta mengalihkan perhatian peserta milis
berhari-hari ia sibuk memposting surat-surat yang dia katakan dari
saya dan kemudian dikomentarinya sendiri.  
>    
>   Sial buat dia â€"dan memang kenyataannya dia adalah orang
sialanâ€"semua upaya itu tetap saja ngga bisa menutupi fakta bahwa ia
telah berbohong dan berdusta soal klaimnya bahwa ia yang mengusulkan
pada sartre mengirim mesin tik pada pram.  
>    
>   Dengan menyesal terpaksa saya katakan…. 
>    
>   orang ini sunguh-sungguh tidak punya harga diri dari jenisnya yang
paling menyebalkan dan â€"yang lebih memuakkan--  ternyata lebih
pengecut dari Soeharto. 
>    
>   Akhirnya saya cuma bisa bertanya-tanya dalam hati (soalnya kalau
bertanya benaran ngga akan sanggup pula dijawabnya lantaran rendah
pendidikannya)……
>    
>   Entah apa dosa yang telah diperbuat emaknya sampai-sampai  bisa
melahirkan manusia kareh angok (baca: pembual) lagi bermental gadang
sarawa (baca: pengecut yang licik) kayak si jusfiq ngibul hadjar ini..
> 
> 
> "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          PAREWA PAREWA yang
sedeng masih terus memfitnah..
> 
> Dia masih terus memfitnah dan bilang "tak bisa menyangkal bahwa ia
> telah berbohong soal klaimnya sebagai orang yang mengusulkan
> pengiriman mesin tik pada pram. Tak ada bukti artinya dia telah
> mengangkat kejadian fiktif dan berbual-bual saja".
> 
> Sudah entah berapa kali saya jelaskan.
> 
> Dan saya ulang:
> 
> Pada kesempatan kedatangan Soeharto ke Paris, dengan seorang Indonesia
> lain dan beberapa orang akademisi Perancis ahli tentang Indonesia,
> kami berusaha mengumpulkan tanda tangan apa yang disebut di Perancis
> sebagai "intlektuil", yaitu filsuf, guru besar dan akademisi, seniman,
> bintang film, penyanyi terkenal dll.
> 
> Kami membagi tugas untuk menghubungi mereka itu.
> 
> Saya kebagian menghubungi Sartre dan beberapa orang yang lain. Yang
> lain menghubnug Georges Moustaki, Michel Piccoli, Nana Mouskuri dll.
> 
> Umar Said, yang datang ke Paris untuk mendukung usaha kami
> memberikan kepada saya nomor tilpon Sartre.
> 
> Dengan syarat saya tidak memberikan kepada orang lain.
> 
> Jadi hanya sayalah yang bisa menilpon Sartre dari kelompok itu.
> 
> Tapi mana buktinya saya telah menilpon Sartre?
> 
> Saya beritahukan kepada Umar Said dan kepada anggota panitia lain
> bahwa saya telah menilpon Sartre dan dia setuju untuk menanda tangani
> petisi itu.
> 
> Dan nama Sartre memang muncul di daftar pendukung petisi itu.
> 
> Lalu mana buktinya bahwa saya yang mengusulkan kepada Sartre untuk
> mengirim mesin tik?
> 
> Karena hanya saya yang meneilpon Sartre dan karena hanya saya yang
> tahu di Paris ketika itu bahwa Pramudya tidak punya alat tulis menulis
> di Buru - saya diberithu oleh Peter Schumacher, wartawan Belanda yang
> berkunjung ke Buru dan bilang bahwa Pramudya tidak punya alat tulis
> menulis.
> 
> Ini semua telah saya ceritakan, tapi PAREWA PAREWAAA yang memang
> sinting balik balik bilang saya bohong.
> 
> Sedeng emang.
> 
> PAREWA PAERWA ini emang sedeng.
> 
> Orang sedeng yang sarat fikiran busuk.
> 
> 
> --- In [email protected], PAREWA PAREWA <parewa70@> wrote:
> >
> > "kita diam saja"
> > 
> > amboi...
> > 
> > Sementara soal mesin tik saja mau2nya ngibul. Cuih!
> > 
> > "utusan.allah" <utusan.allah@> wrote:
> > 
> > D.N. Aidit, seorang politikus Indonesia, yang ketika itu memimpin
> > partai besar di Indoneisa telah mati dibunuh.
> > 
> > Oleh siapa, bagimana dan dimana?
> > 
> > Banyak diantara kita yang tidak tahu.
> > 
> > Dan kebanyakan kita diam saja.
> > 
> > Seakan-akan kematiannya tidak kita anggap penting.
> > 
> > Dan berapa jumlah orang yang dibunuh tahun 1965-16-966?
> > 
> > Siapa saja mereka?
> > 
> > Dan sebahagian kita bersedia melupakan genocide ini.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> Yahoo! Answers
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke