Jelaslah gaek jusfiq hadjar ini sudah ilang akal ngga mampu membantah argumen 
bahwa ia sudah berbohong, ngibul dan berdusta dengan klaimnya bahwa ia lah yang 
mengusulkan pada sartre agar mengirim mesin tik pada pram.  Dengan kata lain, 
orang ini ngga lebih dari seorang cecunguk pengecut lantaran ngga berani 
mengakui bahwa ia telah berbohong dan berdusta kendati terbukti begitu. 
   
  Tak ada bukti yang dapat dipegang bahwa memang ia lah yang telah mengusulkan 
pada sartre agar mengirim mesin tik pada pram, seperti yang 
dibangga-banggakannya di milis. Saksi yang diajukannya sebagai bukti kebenaran 
klaimnya ternyata hanya berperan “memberikan nomor tiplon sartre padanya”.  
Dengan saksi demikian ia berani-beraninya memerintah saya untuk bertanya pada 
saksi dan membenarkan klaimnya. Mana lah saksi itu tahu bahwa benar kemudian ia 
telah menilpon, berbicara dan mengusulkan, serta diterima usulannya itu oleh 
sartre. 
   
  Benar-benar udah sinting orang ini. 
   
  Usai mengetahui kedok bohong atawa ngibulnya kebongkar, karena mengajukan 
fakta fiktif, lantas bak cacing kepanasan –seperti biasa-- ia mulai memaki-maki 
dan memfitnah orang, dan berupaya mengaburkan substansi perdebatan dengan 
mengatakan “berhari-hari bicarakan urusan begini”. 
   
   “Urusan begini” katanya!! 
   
  Urusan berbohong dan berdusta kepada publik dia rendahkan sebagai “urusan 
begini”? 
   
  Lalu untuk tujuan mengaburkan subtansi perdebatan, menutupi aib karena 
bohongnya terbongkar, serta mengalihkan perhatian peserta milis berhari-hari ia 
sibuk memposting surat-surat yang dia katakan dari saya dan kemudian 
dikomentarinya sendiri.  
   
  Sial buat dia –dan memang kenyataannya dia adalah orang sialan—semua upaya 
itu tetap saja ngga bisa menutupi fakta bahwa ia telah berbohong dan berdusta 
soal klaimnya bahwa ia yang mengusulkan pada sartre mengirim mesin tik pada 
pram.  
   
  Dengan menyesal terpaksa saya katakan…. 
   
  orang ini sunguh-sungguh tidak punya harga diri dari jenisnya yang paling 
menyebalkan dan –yang lebih memuakkan--  ternyata lebih pengecut dari Soeharto. 
   
  Akhirnya saya cuma bisa bertanya-tanya dalam hati (soalnya kalau bertanya 
benaran ngga akan sanggup pula dijawabnya lantaran rendah pendidikannya)……
   
  Entah apa dosa yang telah diperbuat emaknya sampai-sampai  bisa melahirkan 
manusia kareh angok (baca: pembual) lagi bermental gadang sarawa (baca: 
pengecut yang licik) kayak si jusfiq ngibul hadjar ini..


"utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          PAREWA PAREWA yang sedeng 
masih terus memfitnah..

Dia masih terus memfitnah dan bilang "tak bisa menyangkal bahwa ia
telah berbohong soal klaimnya sebagai orang yang mengusulkan
pengiriman mesin tik pada pram. Tak ada bukti artinya dia telah
mengangkat kejadian fiktif dan berbual-bual saja".

Sudah entah berapa kali saya jelaskan.

Dan saya ulang:

Pada kesempatan kedatangan Soeharto ke Paris, dengan seorang Indonesia
lain dan beberapa orang akademisi Perancis ahli tentang Indonesia,
kami berusaha mengumpulkan tanda tangan apa yang disebut di Perancis
sebagai "intlektuil", yaitu filsuf, guru besar dan akademisi, seniman,
bintang film, penyanyi terkenal dll.

Kami membagi tugas untuk menghubungi mereka itu.

Saya kebagian menghubungi Sartre dan beberapa orang yang lain. Yang
lain menghubnug Georges Moustaki, Michel Piccoli, Nana Mouskuri dll.

Umar Said, yang datang ke Paris untuk mendukung usaha kami
memberikan kepada saya nomor tilpon Sartre.

Dengan syarat saya tidak memberikan kepada orang lain.

Jadi hanya sayalah yang bisa menilpon Sartre dari kelompok itu.

Tapi mana buktinya saya telah menilpon Sartre?

Saya beritahukan kepada Umar Said dan kepada anggota panitia lain
bahwa saya telah menilpon Sartre dan dia setuju untuk menanda tangani
petisi itu.

Dan nama Sartre memang muncul di daftar pendukung petisi itu.

Lalu mana buktinya bahwa saya yang mengusulkan kepada Sartre untuk
mengirim mesin tik?

Karena hanya saya yang meneilpon Sartre dan karena hanya saya yang
tahu di Paris ketika itu bahwa Pramudya tidak punya alat tulis menulis
di Buru - saya diberithu oleh Peter Schumacher, wartawan Belanda yang
berkunjung ke Buru dan bilang bahwa Pramudya tidak punya alat tulis
menulis.

Ini semua telah saya ceritakan, tapi PAREWA PAREWAAA yang memang
sinting balik balik bilang saya bohong.

Sedeng emang.

PAREWA PAERWA ini emang sedeng.

Orang sedeng yang sarat fikiran busuk.


--- In [email protected], PAREWA PAREWA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> "kita diam saja"
> 
> amboi...
> 
> Sementara soal mesin tik saja mau2nya ngibul. Cuih!
> 
> "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> D.N. Aidit, seorang politikus Indonesia, yang ketika itu memimpin
> partai besar di Indoneisa telah mati dibunuh.
> 
> Oleh siapa, bagimana dan dimana?
> 
> Banyak diantara kita yang tidak tahu.
> 
> Dan kebanyakan kita diam saja.
> 
> Seakan-akan kematiannya tidak kita anggap penting.
> 
> Dan berapa jumlah orang yang dibunuh tahun 1965-16-966?
> 
> Siapa saja mereka?
> 
> Dan sebahagian kita bersedia melupakan genocide ini.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



                         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke