Refleksi: Dulu hutang, sekarang hutang, tak akan hidup tanpa kutang, eh eh hutang, sampai tujuh turunan harus bayar hutang. Pak, hutang untuk proyek perusahan sendiri?
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/09/28/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Australia Beri Pinjaman Sangat Lunak Rp 2,4 Triliun [JAKARTA] Pemerintah Australia memberi pinjaman sangat lunak ke Indonesia senilai $A 300 juta atau setara Rp 2,4 triliun. Pinjaman itu tidak dikenai bunga, tanpa ongkos apa pun, dan akan dikembalikan dalam jangka waktu 40 tahun dengan grace period 10 tahun. Pinjaman itu untuk program peningkatan jaringan jalan nasional di Kawasan Timur Indonesia. Penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan Duta Besar Australia Bill Farmer dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada awal September 2007 tetapi dilansir ke publik di Jakarta, Kamis (27/9). Kepada wartawan, Farmer mengatakan, masyarakat desa terpencil di KTI juga akan mendapatkan akses lebih baik terhadap kesempatan sosial dan ekonomi. Hal ini diharapkan mampu memberi dukungan untuk pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah. "Australia bekerja sama secara erat dengan Departemen Pekerjaan Umum untuk meneliti dan memperbaiki jalan yang paling memerlukan perbaikan. Peningkatan ini diharapkan dapat memberi keuntungan ekonomi secara nyata di Indonesia," kata Farmer. Menurutnya, kerja sama Australia dan Departemen Pekerjaan Umum itu untuk meneliti dan memperbaiki jalan yang paling memerlukan perbaikan. Karena itu, Australia juga menyertakan hibah senilai Rp 209 miliar untuk perencanaan dan perancangan guna mendukung pekerjaan rekayasa berkualitas tinggi. Prioritas awal meliputi wilayah pesisir Selatan dan Timur Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kalimantan Barat dan Selatan, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat. Dukungan awal juga akan diberikan untuk mengganti jembatan-jembatan di Sulawesi Selatan yang terkena banjir awal 2006 lalu. Pekerjaan konstruksi ini rencananya akan dimulai pada awal 2008 dan diperkirakan selesai pada 2011. Sementara itu Direktur Jenderal Bina Marga, Hermanto Dardak mengatakan, pinjaman Pemerintah Australia difokuskan untuk memperbaiki 750-100 kilometer jalan dan jembatan nasional di wilayah Indonesia Timur. Angka itu diperoleh dari total panjang jalan yang rusak di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Bali. Perbaikan ini akan membuat jalan-jalan yang diperbaiki menjadi jalan standar dengan kelas delapan ton dan lebar tujuh meter. [L-10] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 28/9 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
