http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007092801103814
Jum'at, 28 September 2007
BURAS
'Orang Kaye Disuap, Tuh!'
H.Bambang Eka Wijaya:
DI Stasiun Gambir, Edo masuk WC umum. Keluar dari WC ia berikan selembar
lima ribuan ke penjaga kotak duit bayaran WC. "Tak ada kembalian!" ujar penjaga
kotak. "Kasih uang pas aja, buang air kecil dua ribu! Tau supaya pas, silakan
buang air besar, tarifnya tiga ribu!"
"Aku buru-buru!" entak Edo. "Ditukar uang dari kotak, dong!"
"Kunci kotaknya dibawa bos!" jawab penjaga.
"Bosnya pergi ke mana?" kejar Edo.
"Salat, ke Istiqlal!" jelas penjaga. "Dari zuhur, biasanya bakda asar
baru kembali!"
"Kok jauh dan lama sekali?" timpal Edo. "Gini aja, kukasih sisa recehanku
seribu, ya?"
"Nanti kalau dia hitung uangnya ganjil, aye disalahin!" jawab penjaga.
"Uang yang seribu jangan masukin kotak, kau kantongi aja!" bujuk Edo.
"Mau nyuap gue?" tukas penjaga menatap Edo. "Orang puase disuap, ntar
batal! Nggak useh, ye...! Jangan kate sebab miskin gini gue tergode! Kemarin
orang kaye lagi puase disuap siang bolong ditangkep, tuh!"
"Kembali ke bahasa Indonesia yang baik seperti tadi! Aku tak ngerti
omongan gado-gado Jakarte!" pinta Edo. "Orang kaye mana yang ditangkap?"
"Di Kebayoran! Ramai dibicarakan orang!" jawab penjaga. "Itulah, orang
kaye, banyak duit, gaji besar, masih mau disuap! Itu terjadi bulan puasa,
ketika setan-setan diborgol!"
"Yang mereka bicarakan orang kaye bukan orang kaya seperti dalam dialek
Betawi, tapi orang KY singkatan Komisi Yudisial!" tegas Edo. "Kata
pengacaranya, dia tertangkap justru saat ditugaskan untuk melakukan jebakan
atas kasus penyuapan yang harus diungkap! Soalnya, jabatan orang itu
koordinator bidang pengawasan, keluhuran martabat dan perilaku hakim! Jabatan
mulia dan terhormat!"
"Kalau aku dapat jabatan semulia itu, gajinya puluhan juta sebulan, kagak
mikir macem-macem deh!" sambut penjaga WC. "Bisa kerja jaga WC saja sudah
syukur! Sedang orang itu, masak tak sadar dapat kedudukan mulia godaannya juga
besar! Itu akibat lupa bersyukur, tanpa bantuan setan pun dia terjerumus dalam
siksa yang pedih! Itu baru siksa dunia, belum di sono-nya lagi nanti!"
"Tapi itu bukan semata salahnya orang itu!" tegas Edo. "Kesalahan pertama
terletak pada panitia seleksi anggota Komisi Yudisial, tanpa kecuali tim
seleksi yang berada di eksekutif atau legslatif! Kalau pilihannya benar, hal
itu tak perlu terjadi!"
"Kayaknya memang susah memilih orang untuk jabatan mulia begitu!" timpal
penjaga. "Ibarat memilih buah dari pohon yang baik pun, dalam perjalanan karena
hawa panas atau jalan yang rusak, bisa saja buahnya lantas jadi busuk! Dahulu
tokoh-tokoh pilihan dari pohon yang baik di KPU, juga begitu!"
"Justru tokoh-tokoh pilihan itu yang harus menciptakan iklim dan jalan
yang baik dalam perjalanan bangsa!" tegas Edo. "Dengan kata lain, mereka itu
harus seperti ragi yang membuat tape jadi manis! Karena raginya selalu salah,
kita pun jadi bangsa tape malang yang kecut!"
"Seleksi tokoh buat kedudukan mulia begitu paling tepat diuji dengan
menjaga kotak duit WC umum!" sambut penjaga. "Kalau sabar hingga isi kotak
tetap utuh dan bersyukur atas keberkahan usahanya, baru dia layak dan patut!
Sebab, kalau benar perilakunya seperti itu, untuk jadi penjaga kotak WC saja
tak layak, apalagi patut!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/