http://www.suarapembaruan.com/News/2007/10/01/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Jangan Remehkan, Hepatitis C Jauh Lebih Ganas
 

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2005, estimasi total 
yang terinfeksi virus hepatitis C kronis di dunia berjumlah 170 juta jiwa, 
tujuh juta di antaranya adalah penduduk Indonesia. Masalah ini harus menjadi 
perhatian semua pihak agar tidak semakin menyebar. 

Infeksi virus hepatitis C (HCV) merupakan satu dari 10 penyebab kematian 
terbesar. Dibandingkan dengan hepatitis B, virus hepatitis C jauh lebih ganas 
dan perkembangbiakkan virus ini dapat mencapai 10 triliun kopi virus per hari. 

Penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C ini menjadi 
permasalahan global karena jumlah penderitanya yang mengalahkan jumlah 
penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dunia, yakni 40 juta jiwa. 

Virus hepatitis C sangat variatif dan genetik. Virus ini juga memiliki angka 
mutasi yang tinggi, sehingga sering muncul virus mutan yang kerap dapat 
menghindari antibodi tubuh. Hal ini ditambah dengan tingginya produksi HCV, dan 
memungkinkan virus ini meloloskan diri dari sergapan sistem kekebalan tubuh, 
sehingga belum ada vaksin yang berhasil dibuat untuk mencegah virus ini. 

Hepatitis C adalah virus yang disebarkan melalui kontak dengan darah yang 
menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel hati, biasanya terdeteksi saat 
check up dan donor darah. Namun, karena tidak menunjukkan gejala pada 
penyakitnya, infeksi ini menimbulkan komplikasi jangka panjang yang berat, 
seperti sironis hati, kanker hati, hingga mengakibatkan kematian. 

Kondisi ini membuat Departemen Kesehatan (Depkes) melalui Direktorat Jenderal 
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) menyambut ide baik 
yang digulirkan Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dan didukung secara penuh 
oleh PT Roche Indonesia untuk mengembangkan sistem surveilans hepatitis C. 

Direktur Jenderal PP dan PL Depkes, I Nyoman Kandun, saat membuka lokakarya 
yang berkaitan dengan program surveilans bersama sejumlah perwakilan dari 
provinsi, belum lama ini, di Jakarta, mengatakan, Depkes telah melihat ancaman 
besar penyakit hepatitis C. 


Cangkok Hati 

Nyoman Kandun mengungkapkan, hepatitis C masuk dalam daftar penyakit yang harus 
diawasi sejak pertengahan 2006. "Mulai saat ini, dengan dukungan dari para 
mitra, kita bergerak menuju langkah berikutnya, dan bersama-sama kita 
meluncurkan sistem surveilans di 11 provinsi," ucapnya. 

Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Depkes, Ali Sulaiman, mengingatkan, jika 
diremehkan dan tidak dilakukan apa pun, maka 10 tahun hingga 20 tahun ke depan 
Indonesia akan "kebanjiran" ratusan ribu pasien yang membutuhkan cangkok hati. 
Rumah sakit pun akan kewalahan menangani pasien dengan stadium akhir penyakit, 
ditambah biaya yang sangat besar. 

Di satu sisi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini sebaran 
penularan dan besaran jumlah penderita hepatitis C belum diketahui secara 
pasti. Hasil temuan di berbagai rumah sakit, Unit Transfusi Darah Palang Merah 
Indonesia (UTD- PMI), dan laboratorium (pemerintah maupun swasta) menunjukkan, 
sesungguhnya secara klinis pelaporan infeksi hepatitis telah dilakukan. 

Namun, hal ini tidak secara khusus melaporkan kejadian hepatitis C, tetapi 
menjadi satu bagian dengan pelaporan kejadian infeksi hepatitis B. Belum ada 
pelaporan yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga gambaran besar kasus dan 
kejadian infeksi hepatitis C secara nasional belum dapat diperinci. 

Program Surveilans Hepatitis C akan berjalan 12 bulan, terhitung sejak 
peresmiannya, Jumat (7/9), oleh Menteri Kesehatan dalam dua tahap pelaksanaan. 
Tahap pertama, ada 11 provinsi yang akan terlibat, yakni DKI Jakarta, Sumatera 
Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, 
Sulawesi Utara, Bali, Kalimantan Barat, dan Papua. 

Pengambilan data kejadian penyakit hepatitis C di setiap provinsi akan 
dilakukan oleh rumah sakit pemerintah dan swasta, UTD-PMI, dan laboratorium 
swasta, dengan melibatkan 50 instansi. 

Setiap instansi terkait dipastikan sudah mampu melaksana- kan tes anti-HCV. 
Nantinya, ujar Nyoman Kandun, pengumpulan dan pelaporan data kepada Pusat 
Pengumpulan Data Nasional akan berbasis internet, sehingga data lebih akurat, 
cepat, dan langsung terintegrasi ke dalam data nasional. 


Hindari Alkohol 

Penderita hepatitis C tidak perlu berputus ada. Donald H (55 tahun), misalnya, 
kini dapat beraktivitas kembali dengan normal. Ia sempat dirawat dua bulan di 
rumah sakit. Tubuh Donald sempat berwarna kekuning-kuningan dan kehilangan 
berat badan sebanyak 28 kg. "Sewaktu di rumah sakit saya pikir tidak ada 
harapan hidup lagi," tuturnya. 

Donald cepat mendapat pengobatan, sebelum penyakitnya melangkah menjadi 
sirosis. Setelah mendapat perawatan, menjalankan pola hidup sehat, istirahat 
teratur, dan menghindari minuman beralkohol, akhirnya Donald dapat kembali 
bekerja seperti sedia kala. 

Mengutip nasihat ahli kesehatan Donald, dia mengutarakan, mereka yang positif 
virus hepatitis C disarankan menghindari minuman beralkohol karena akan 
memperparah kerusakan sel hati. Dia juga mengemukakan, salah satu gejala dari 
hepatitis C adalah kelelahan luar biasa. Kelelahan kronis ini merupakan efek 
samping dari pengobatan hepatitis C. [CNV/S-26] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 30/9/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke