Tak bisa berkuasa ketika itu, sebab termasuk dalam agenda untuk dieliminasikan. 
Lihat saja keadaan di berbagai negeri dunia ketiga selama perang dingin, 
semuanya dimusnahkan, terkecuali Kuba, Vietnam, Korea Utara. 

  ----- Original Message ----- 
  From: utusan.allah 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 02, 2007 10:08 AM
  Subject: [proletar] Fwd: Re: Cipto Munandar: 42 Tahun Tragedi Nasional 1965



  Apa yang terjadi bila PKI berkuasa tentu kita tidak tahu secara pasti..

  Besar kemungkinan memang Indonesia akan sama dengan Zimbabwe sekarang,
  atau Korea Utara...

  Tapi semua itu tetap kemungkinan besar dan bukan kepastian.

  Yang jelas, kita tahu apa yang TELAH dilakukan PKI sebelum tahun 1965: 

  mereka telah ikut membunuh demokrasi, mereka telah ikut menegakkan
  diktatur Demokrasi Terpimpin, mereka telah ikut menghancurkan ekonomi
  Indonesia dengan mendukung perampokan perusahan Belanda, inflasi
  hingga 650%, "aksi sepihak" BTI yang penuh darah (terutama di Jawa
  Timur), pengusiran PENDUDUK INDONESIA yang berkulit putih (Belanda,
  Indo..) yang lahir dan besar di Indonesia, pelarangan lagu ngak-ngik
  ngok (The Beatles), pelarangan bagi anak muda buat pakai celana jengki
  (jean) persekusi pendukung Manikebu dan entah apa lagi...

  Yang mereka lakukan adalah kebiadaban dan pelanggaran HAM.

  Dan mereka tidak bicara soal ini.

  Mereka tidak pernah mengakui kesalahan dan kejahatan mereka ini.

  Tapi bukan itu yang memuakkan saya betul membaca tulisan Cipto
  Munandar ini.

  Dia mengutip omongan Nababan yang berbunyi: 

  KERJAKAN SEGALA YANG DAPAT DIKERJAKAN, LANJUTKAN APA YANG HARUS
  DIKERJAKAN ! (doing the most possible, continue to do what has to be
  done). 

  Dan selama puluhan tahun Munandar dan pendukung diktatur Demokrasi
  Terpimpin di negeri Belanda apa saja yang telah mereka kerjakan?

  Terutama bikin upacara seperti yang mereka lakukan di Diemen itu...

  Atau rame-rame menyambut tamu dari Indonesia..

  Selain itu boleh dibilang tidak ada inisiatif politik, tidak ada usaha
  untuk membawa masalahnya ke PBB misalnya, pada hal Jenewa tidak jauh
  dari Amsterdam.

  (Hanya sekali Hersri bersedia saya ajak menghadiri sidang Sub-Komisi
  HAM PBB buat membawa masaalah eks-tahanan politik..Itupun duh susahnya.)

  Ada kecualinya: Umar Said.

  Dia banyak membuat inisiatif di Perancis. Dan saya mendengar sendiri
  dari Louis Joinet, expert Perancis di Sub-Komisi HAM PBB yang
  menyatakan penghargaannya terhadap usaha Umar Said di Perancis. Dan
  Nyonya Mitterand memang suka datang ke restorannnya.

  Satu lagi: 

  saya sudah entah berapa kali menuntut kepada mereka untuk melakukan
  analisa masa lalu PKI (atau PNI atau Partindo), mengakui kesalahan dan
  kejahatan yang mereka dukung atau yang mereka lakukan tapi tidak ada
  diantara mereka yang berusaha untuk melakukan.

  (Di salah satu diskusi dengan Sitor Situmorang yang diterbitkan oleh
  majallah "Tanah Air" saya tuntut dia untuk mengakui kesalahan LKN yang
  telah mempersekusi Manikebu.. Sitor Mencal-mencle..).

  Juga Umar Said yang saya tuntut untuk mengakui kesalahan PKI - saya
  sampaikan tuntutan itu ketika saya membawa Buyung Nasution untuk
  menemui Mitterand - tapi hanya ketemu Régis Debray - hingga sekarang
  belum mengakui kesalahan PKI yang saya sebutkan diatas..

  --- In [EMAIL PROTECTED], "apakabar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dongengnya Cipto Munadar panjang bener ... tetapi BAYANGKAN apa yang
  terjadi kalau pihak komunis dan kaum kiri yang menang 42 tahun yang lalu.

  Apa akan cerita Cipto dari Republik Rakyat Indonesia yang tentu lebih
  berupa seperti Kor-Ut atau Cuba, jika komunis yang menang? 

  Pokoknya BK terang menghendakkan PKI jadi juru warisnya, sebab dia
  kan selalu mengaku dia seorang "marhaen" (nama samaran bagi orang
  komunis). Dia juga dalam pidato Gestok-nya terus terang mengatakan
  bahwa revolusi sering akan makan korban dan makn anak2 sendiri. Jang
  berarti general2 nasionalis ( yg tentu akan melawan) harus disinkirkan
  untuk membuka jalan untuk para komunis. Bayangkan beberapa lagi
  korban akan di matikan kalau komunis menang dan tidak di double cross
  oleh Suharto. 

  Itulah yang ditanigisi Cipto Munandar ... bukan kekurangan HAM atau
  kekejaman penghapusan para komunis dan orang kiri, tetapi karena
  coupnya di-coup. Padahal sehandai komunis dan kaum kiri yang menang 42
  tahun lalu, maka tentu ada puluhan juta korbanya dan tapol juga. 

  Yo opo ora?

  ------------------------
  aku ora wedi ... bapak nduwe senter ...

  -------------------- m2f --------------------
  dikirim lewat http://forums.apakabar.ws - tanpa moderasi
  http://forums.apakabar.ws/viewtopic.php?p=96162#96162
  -------------------- m2f --------------------

  --- End forwarded message ---



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.13.37/1042 - Release Date: 10/1/2007 
6:59 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke