Nggak perlu komentar...
Republika Online | http://www.republika.co.id Rabu, 03 Oktober 2007 Terjadi Kesalahan Politik Anggaran Selama 61 Tahun Semarang-RoL-- Masih banyaknya penduduk miskin dan rendahnya pendapatan per kapita rakyat Jawa Tengah mengindikasikan adanya kesalahan politik anggaran selama 61 tahun terakhir, termasuk setelah Indonesia memasuki fase reformasi. "Sekitar 30 persen atau 9,5 juta penduduk Jateng tergolong miskin. Pendapatan per kapita rakyat Jateng juga hanya 550 dolar AS per tahun. Dengan kondisi seperti ini bisa disimpulkan telah terjadi kesalahan politik anggaran selama 61 tahun di daerah ini," kata Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Thontowi Jauhari di Semarang, Rabu. Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan anggaran (APBD) selama ini tidak mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk. Ia menduga selama ini terjadi praktik "rent seeking" atau mencari keuntungan ekonomi karena memiliki kekuasaan politik, misalnya melakukan perjalanan dinas yang diada-adakan, pembelian kendaraan dinas yang memaksakan anggaran, atau membuat kegiatan yang tujuannya hanya melegitimasi pengambilan dana publik untuk kepentingan pribadi. Kesalahan lain, menurut politikus PAN itu, terjadi pemborosan anggaran, misalnya membeli barang dengan harga melampaui harga pasar, belanja yang tidak dibutuhkan, seperti membeli karpet untuk ruang-ruang komisi yang dilakukan setiap tahun. Faktor lain yaitu politisasi anggaran yang hingga masa reformasi memasuki usia yang ke-10, ternyata masih terus terjadi dengan modifikasi yang disesuaikan dengan potret kehidupan parpol saat ini. Thontowi mengungkapkan, di zaman Orba, daerah yang bukan pendukung partai penguasa tidak bakal disentuh pembangunan. "Saat ini yang terjadi, tarik-menarik anggaran antara kepentingan kelompok elite politik, bukan politik anggaran yang berorientasi untuk mengatasi problem rakyat," katanya. Ia juga menuding kebocoran anggaran masih terus saja terjadi, baik akibat inefisiensi maupun karena terlalu banyak tersedot untuk kepentingan birokrasi. Menurut Thontowi, dana sering kali terkuras untuk biaya birokrasi dan administrasi sehingga "output"-nya bukan untuk mengatasi masalah, melainkan hanya agar para pelaksananya dapat melakukan kegiatan dan dapat memetik keuntungan ekonomi. "Dengan politik anggaran seperti itu dan prosesnya sudah berlangsung bertahun-tahun, hasil yang menonjol hanyalah meningkatnya kesejahteraan para pelaksana anggaran, sementara rakyat secara keseluruhan yang menjadi objek anggaran, tetap miskin dan tertinggal," katanya. "Politik anggaran kita 'sakit' dan ini merupakan dosa besar bagi pengambil dan pelaksana kebijakan," katanya. Politik anggaran yang sakit itu juga masih terlihat dalam penyusunan RAPBD Jateng 2008 karena masih tetap mengikuti pola-pola lama yang tidak berorientasi untuk menyelesaikan masalah rakyat. "Anggaran yang dipatok masih 'amis-amis' yang penting dianggarkan namun sulit diprediksi akan dapat menuntaskan masalah rakyat dalam waktu tertentu. Belum terjadi perubahan (dalam RAPBD 2008) yang mendasar terkait struktur anggaran yang terencana untuk menyelesaikan masalah rakyat," katanya. Secara umum ia memberi gambaran bahwa Rp3,437 triliun atau 62,30 persen dari RAPBD 2008 yang mencapai Rp5,017 triliun dihabiskan untuk belanja tidak langsung, sedangkan untuk belanja langsung hanya Rp2,080 triliun atau 37,70 persen. "Padahal dari belanja langsung inilah rakyat bisa segera merasakan manfaat dari APBD," demikian Thontowi. antara/abi () Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
