Duel di Gunung Taysan Yang Longsor ! (Dongengan Kuping U Cup)

> "mangucup88" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> .... Ia menantang suhengnya. Tetapi suhengnya menolak, mengingat 
> ia sekarang sudah tidak mau bertanding lagi dengan menggunakan 
> kekerasan, tetapi karena dipaksa terus akhirnya ia bersedia, 
> hanya dengan satu persyaratan ialah si hitam boleh memukul 
> tiga kali kepada suhengnya, setelah itu suhengnya akan 
> memukul balik sebanyak tiga kali. Pukul sekali, duakali.....
> ia sekarang meluncurkan pukulannya yang terakhir, ternyata 
> selain muka pucat tiada reaksi apapun juga yang kelihatan dari 
> suhengnya.
> 
> sekarang bagian suhengnya memukul balik sebanyak 3 kali, 
> ternyata suhengnya mendapatkan luka dalam yang parah sekali, 
> akibat ketiga pukulan2 tsb, suhengnya berkata: "Sutee biarlah 
> saya mengaku kalah!"  ia rela mengakhiri pertandingan ini dengan 
> mengaku kalah dan tanpa keinginan untuk membalas dendam.
> Walaupun untuk ini ia harus berkorban, tetapi ia bisa mengakhiri 
> rasa permusuhan dan rasa dendam dari sutee nya si hitam.
> 
> Renungkanlah siapa yang keluar sebagai pemenang dari pertandingan 
> pibu ini?



Apanya yang mau direnungkan? Anda yang ngarang ceritanya, kemudian
orang lain disuruh merenungkannya, tapi anda bikin pertanyaan yang
sudah anda jawab sendiri.  Si Suheng gagal dan mengaku kalah, tapi
kenapa bisa anda simpulkan se-olah2 si pemukul yang kalah dan si
suheng yang jelas2 sudah mengaku kalah masih anda simpulkan sebagai
pemenangnya ????

Sayangnya jawaban anda juga ngawur meskipun ceritanya anda yang
ngatur.  Sebaiknya justru anda sendirilah yang merenungkan, bahwa
dalam segala urusan maka janji haruslah ditepati.

Kalo janji-nya sudah ditentukan 3x pukulan ditukar dengan 3x pukulan,
kemudian oleh salah satu pihak tidak bisa ditepatinya karena sudah tak
sanggup untuk memukul akibat terpukul, maka yang tidak bisa
menepatinya itulah yang kalah.  Bahkan si orang yang tidak bisa
membalas 3x pukulannya itu juga sudah jelas mengaku kalah, TETAPI
ANEHNYA ANDA MEREKAYASA CERITANYA SE-OLAH2 SI PEMUKUL ITULAH YANG ANDA
ANGGAP KALAH.  Maksud anda dengan cerita ini khan si suheng yang sudah
terpukul luka2 ini belum kalah meskipun sudah mengaku kalah.

Lalu darimana bisa anda menyimpulkan rasa permusuhannya bisa
berakhir??  Bagaimana mungkin bisa berakhir???  Darimana anda bisa
tahu si adik seperguruan itu merasa kalah dan bersedia mengakhiri
permusuhannya???

Cerita yang stupid dan dungu bukan ???

Sama halnya, Amerika berperang melawan Irak Sadam Hussein, ternyata
setelah setahun di bombardir si Sadam Hussein belum juga menyerah dan
bisa diartikan belum terkalahkan.  Padahal negaranya sudah hancur
lebur, jangankan mau melawan, mengaku kalah dan menyerah saja sudah
tidak mungkin lagi bisa, masa sih si Amerika itu tetap dungu
menganggap Sadam Hussein masih kuat berperang karena belum ada
pernyataan menyerah kalah ???  Yang dungu itu anda......!!!

Si Adik seperguruan tahu kalo pukulannya hebat, andaikata dia melihat
suhengnya tidak apa2, itu khan cuma diluarnya saja, dan kenyataannya
dia kemudian tak mampu membalasnya untuk memukul lagi.  Mana mungkin
si adik perguruan ini sebodoh dan sedungu anda yang berpikir bahwa
kalo dibalas tentunya dia yang akan celaka.

Dalam ilmu bela diri, siapapun yang terus menerus dipukuli akan
kehilangan tenaganya hanya untuk bertahan.  Menyerang atau bertahan
keduanya sama2 membutuhkan energi yang kurang lebih sama.  Bahkan
serangan yang luar biasa kuatnya kadang kala justru menghancurkan daya
tahan lawannya sehingga meskipun belum terpukul bisa jatuh langsung
mati.  Jadi mereka yang ausdauernya sudah habis, biarpun diberi
kesempatan untuk menyerang, maka serangannya ibarat nya seperti angin
lewat saja, tidak punya daya gempurnya sama sekali, apalagi mau
melukai lawannya.

Demikianlah cerita anda diatas sama sekali stupid, sama sekali dungu,
sama sekali tidak jelas message yang ingin anda sampaikan.  Karena,
permusuhan ataupun dendam tidak mungkin bisa diselesaikan hanya dengan
cara2 begitu saja.  Memang dongeng ini mungkin anda cuplik dari ajaran
agama Buddha, tapi khan kalo mau dijadikan teladan moral, anda harus
bisa berpikir, menganalisanya apakah cocok dengan kenyataan anda untuk
orang yang mampu berpikir dizaman sekarang????

Dalam permainan catur sekalipun, meskipun rajanya belum skak mat,
sering kali sudah menyerah kalah.  Mengaku kalah ataupun menyerah
kalah meskipun belum kelihatan kalah.......  tetap dinamakan KALAH.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke