Reaksi tipikal orang fundementalis dihadapan tulisan ilmiah...

(perhatikan disini saja, disamping reaksi Darwin Bahar, sikap Satria
Dharma, Achmad Chodjim terhadap buku Luxenberg yang nota bene belum
mereka baca dan... reaksi "burun hantu" terhadap buku arkeolog
Finkelstein "The Bible unearthed...): sama-sama mencerca buku yang
belum mereka baca.

"...penulis tidak terkenal..." kata Darwin Bahar, karena buku
Luxenberg itu tidak ditemukannnya di Amazon. 

Padahal buku itu telah menjadi topik sebuah seminar di Berlin dan juga
di Amerika dan ketika edisi bahasa Jermannya terbit tahun 2000 buku
itu ramai di resensi oleh koran dunia (The Guardian, The New York
Times, Le Monde dll.)...

Dan edisi bahasa Jerman buku itu sekarang telah mencapai edisi ke 3,
pertanda buku itu banyak dibaca orang dan pertanda bahwa penulisnya
terus menyempurnakan bukunya ..
   
"Teori ajaib" katanya, saat TIDAK ada lagi kritik yang berkutik,
apalagi setelah van Reeth menulis akhir tahun yang lalu artikel yang
menunjukkan bahwa teori Luxenberg itu subur (ferile).

Bagi yang mau beli: 

Buku "The Syro-Aramaic Reading of the Koran (A Contribution to
Decoding of the Lunguage of the Koran)" itu diterbitkan oleh Verlag
Hans Schiller ISBN-13: 978-3-89930-088-8. Harganya 40 euro.

Selanjutnya: saya tidak menerima permintaan maaf kodian.

Permintaan maaf hanya saya terima bila kesalahan itu disebutkan dengan
jelas satu persatu, posting demi posting.
 
 

--- In [EMAIL PROTECTED], "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

--- In [EMAIL PROTECTED], "utusan.allah" <kesayangan.allah@>
wrote:
>
> Inilah masaalahnya: 
> 
> Saat ada orientalis  sepeti Luxenberg yang mau mengajak orang Islam
> berfikir,, maka Darwin Baharpun segera merapatkan saf dengan orang
> Islam fundementalis anggota PKS...
> 

Inilah Masalahnya:

Dicari di Amazon Books, gak ada tuh Christoph Luxenberg alias Ephraem
Malki, warga negara Jerman asal Libanon penganut fanatik Kristen
Ortodoks. Yang ada ada hanya Luxenberg, Alan dan Luxenberg, Reva Spiro.

Jadi apa pula kata dunia :), jika Darwin Bahar mengikuti omongan
penulis tidak terkenal, dengan "teori ajaibnya", bahwa Al-Quran
berasal dari bahasa Aramaik, kemudian setelah 100 tahun beralih ke
bahasa Arab, sehingga disebut Sehingga disebut Quran kondisional :))).

Tapi yang sudahlah. Kita lupakan sajalah dulu soal Luxenberg, PKS dan
Islam "fundemetnalis". Di hari baik bulan baik ini, dengan tulus dan
khusuk saya ingin minta maaf kepada Angku atas ketolonsongan kata-kata
dalam berdiskusi, karena bak pepatah orang kampung kita, "kaki
tataruang inai padahannyo, lidah tataruang ameh padahannyo.

Aaa bukan baitu Angku?

Wassalam, Darwin

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke