Tak ada yang bisa memungkiri bahwa sejak Indonesia merdeka bisa dibilang 
hanya ada seorang Gubernur yang tidak akan bisa dilupakan masyarakat 
Indonesia.

Ali Sadikin, yang bisa dibilang sejak memangku jabatan Gubenur Jakarta, 
banyak melakukan tindakan tindakan yang pada saat itu bisa dibilang penuh 
dengan pro dan kontra, dimana pada akhirnya mau tak mau semua masyarakat 
Indonesia khususnya Jakarta harus mengakui kepemimpinannya sebagai Gubernur 
Jakarta.

Sadar akan tugas untuk mengelola Jakarta yang bisa dibilang kampung terbesar 
di dunia, sedikit demi sedikit di rubah menjadi sebuah kota yang layak 
menjadi Ibukota Indonesia.

Kearah Utara Jakarta dibuat daerah perumahan dan tempat rekreasi ( ancol ), 
padahal daerah tersebut selain tidak bermanfaat banyak juga kurang disukai 
oleh penduduk Jakarta sehingga pada akhirnya daerah tersebut lebih banyak di 
huni oleh kelompok urban yang memiliki kemampuan finansial ( Pluit ).
Kearah Selatan siapapun tahu misi utamanya adalah memindahkan pusat 
perdagangan yang sebelumnya terpusat di Jakarta Barat, dengan membuat 
perumahan hunian dan beberapa pusat perbelanjaan.
Kearah Barat bisa dibilang menyambung ke kota Tangerang.
Kearah Timur lebih ke TMII.

Dalam 2 kali masa jabatannya beliau bisa dibilang melakukan tindakan 
tindakan yang saat ini menjadi tidak pernah populer dan sekarang mulai di 
tiru di luar negeri ( untuk tempat judinya ).
Tempat Judi dan Lokalisasi, dimana dari hasil pajaknya bisa dipakai untuk 
mengembangkan Jakarta, juga untuk kaum urban ( proyek M Thamrin ), dimana 
mulai dari MCK sampai semenisasi gang gang kecil di daerah hunian padat. ( 
Jakarta Pusat ).

Untuk Transportasi biarpun menghilangkan Trem, diasumsikan dengan meluasnya 
wilayah Jakarta mampu mengatasi masalah transportasi karena penyebaran 
penduduk menjadi seimbang.

Setelah tidak menjabat lagi, bisa dibilang Jakarta tidak lagi memiliki 
Gubernur yang mampu meneruskan visi dan misi sebuah kota layaknya sebuah 
ibukota sebuah negara.

Yang terjadi hanyalah tambal sulam sesaat, dan perubahan tataruang yang 
seharusnya berlaku minimal 20 tahun lebih banyak di rubah sesuai dengan apa 
yang sudah terjadi, bukan lagi sesuai dengan yang di rencana kan untuk masa 
20 tahun kedepannya.

Di tahun 90-an pernah tersebar issue bahwa Ibukota untuk urusan 
Administrasinya akan dipindah kedaerah Cilengsi/Citereup, sayangnya ide 
tersebut hanya sampai ke batas pembebasan lahan bermasalah.

Akankah Gubernur Fauzi Bowo yang bisa dibilang seorang birokrat yang 
mempunyai latar belakang sudah menguasai administrasi kota Jakarta mampu 
menjadi Gubernur Fenomenal ?.......

Semoga Gubernur Foke mampu membuat tindakan tidak populer untuk nantinya 
menjadi populer......

sur. 



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke