Karena lagi pengen nulis, jadi sekalian aja jawabnya agak panjang 
ngalor ngidul.

***

Pertama-tama, Le, sebelum ngomong soal internet itu sendiri, kita 
omong dulu soal penemuan alias invention. Emang iya, bahwa penemuan 
itu selalu (pada akhirnya) digunakan sebagai alat nyari duit. Tapi 
apakah iya penemuan itu selalu sejak awalnya sejak dari tangan sang 
penemu memang berorientasi nyari duit?

Dan demikian juga dengan sifat penemuan yang militeristik. Dari 
belati, bedil, sampe bom atom - apakah iya pada awalnya selagi semua 
itu sejak awalnya memang berorientasi militaristik? Atau apakah 
belati dan bedil itu awalnya untuk berburu dan bom atom hanya berupa 
oret-oret curat-marut milik Einstein?

Kalau kemudian setelah ditemukan baru "diambil alih" (misalnya dibeli 
paten-nya) oleh perusahaan untuk dijadikan alat nyari duit, itu 
betul. Katakanlah, misalnya telepon, gitu. Atau penemuan yang 
digunakan (juga) untuk tujuan militeristik setelah penemuan itu 
sendiri ada, lalu dikembangkan hingga tingkatnya yang tertinggi, itu 
juga betul.

Kedua, Le, aku mau ngomong soal industri. Karena internet pun - 
sekarang ini - pada dasarnya adalah sebuah "industri".

Sifat produksi umat manusia makin hari ke hari (justru) semakin 
kolektif. Misalnya ini meja kayu tempat keyboard ini duduk nangkring, 
untuk produksi sepotong meja butut ini aja entah ada berapa ratus 
atau ribu orang yang terlibat. Dari bahan yang paling mentah yang 
dipotong sama buruh-buruhnya cukong illegal logging, supir truknya, 
buruh pelabuhan & kapal, yang ngejalanin mesin, yang motong, lalu 
bercabang pada orang-orang di industri perekat untuk bahan campuran 
kayu, juga industri pelapis vinyl, sekrup dan baut, kaki plastik, 
konci, kardus, dll (ini meja kayu ringan yang dari serbuk itu lho), 
mungkin masih panjang lagi.

Jadi walaupun seberapa kapitalistik pun sebuah barang, jangan lupakan 
bahwa di abad industri ini semua barang (justru) adalah hasil kerja 
kolektif manusia. Walaupun memang sebagian besar dari barang-barang 
tersebut (yang sebagian besarnya juga tidak berguna) pada akhirnya 
dinikmati oleh borjuis. Dan banyak sekali orang yang kerja kolektif 
demi menghasilkan satu barang itu cuma dibeli tenaganya aja.

Nah kemudian, Le, setelah sedikit oceh-oceh soal yang tadi di atas, 
baru saya mau omong soal internet.

Sesungguhnya sejak kapan itu internet bisa dikata eksis? Apakah sejak 
dia dikasih nama "internet"? Atau sejak kapan? Kalo gejala 
networkingnya sendiri kan berawal dari penelitian-penelitian 
kolaborasi menyangkut AI di US taun 50-an? Dan di sini kan tujuan 
dasarnya jelas-jelas "sharing"?

Iya, selanjutnya terjadi perkawinan dengan urusan militer, tapi iya 
juga bahwa itu cuma salah satu cabang dari pertumbuhannya.

Soal sejarah internet ini cukup rumit dan aku nggak yakin bener-bener 
ngarti soal itu. Hanya saja yang jelas kan memang begitu internet itu 
sendiri berhubungan dengan publik, kan tema utamanya tetep 
saja "sharing", dari Usenet, FTP, Gopher, semuanya kan tetep 
aja "sharing"? Kalau Gopher kemudian jadi mesti bayar, nah mungkin 
itu dia bibit pertama dari E-Commerce. Soal sejarah internetnya itu 
sendiri secara mendetil dan teknikal cukup rumit dan rasanya aku 
nggak terlalu ngarti, juga semestinya justru ente yang lebih ngerti, 
Le.

Jadi kita loncat ke apa yang sekarang jadi pahlawan utama dari 
internet, tempat yahoogroups dan google serta yang lainnya mendekam: 
World Wide Web.

Si web ini pun, ketika Tim dongkrak pertama kali kehidupannya, kan 
adalah media sharing di CERN, dan melebar ke seisi penjuru dunia 
sekarang, kan pada intinya tetep aja "sharing". Walaupun web sekarang 
ini aku pribadi ngerasa udah terlalu kotor oleh E-Commerce dan segala 
rupa tai kucingnya yang bikin naik darah. Dan iya, emang E-Commerce 
masuk ke dalam dunia web ini untuk mendulang emas (entah istilah yang 
tepat adalah "masuk", "ndompleng", "kudeta", "mengambil alih", atau 
apa).

Sehingga kalau kamu, Le, mau bilang bahwa orang-orang melarat 
dan 'soksial' nggak usah pada main internet karena ini adalah media 
borjuis bin kapitalistik binti militaristik, rasanya argumennya agak 
ngaco. Karena ternyata media ini tidak se-borjuis dan se-kapitalistik 
dan se-militaristik itu, setidaknya pada semangat awalnya. Lagipula, 
yang boleh sharing kan bukan cuma yang punya duit? Kan yang bikin 
aksesibilitas itu jadi terbatas bukan karena internet adalah daerah 
terlarang bagi kaum melarat - melainkan karena keterbatasan duit kaum 
melarat itu sendiri untuk nongkrong di warnet?

Yang terakhir, Le. Aku pribadi sih nggak ambil pusing apakah internet 
ini adalah media yang borjuistik atau gimana, karena toh, melihat 
bahwa, misalnya, sepotong sepatu Nike adalah hasil kerja ratusan 
hingga ribuan manusia di tempat yang berbeda, dan yang kerja itu pun 
adalah orang-orang melarat pulak, maka (terlepas dari soal embel-
embel tai kucing hukum dan lain-lain) kenapakah seorang manusia kaum 
melarat tidak boleh memiliki sepasang sepatu Nike dan memasangnya di 
kakinya?

Jadi boleh dong kalo abis pulang kerja orang melarat mainan internet, 
sekadar intip satu dua biji foto bugil hasil "sharing" kawannya? Kan 
setiap hari itu orang melarat udah "menyumbang" setetes dua tetes 
keringat untuk menghasilkan harta yang melimpah ruah itu.

***

"The web is more a social creation than a technical one. I designed 
it for a social effect — to help people work together — and not as a 
technical toy. The ultimate goal of the Web is to support and improve 
our weblike existence in the world. We clump into families, 
associations, and companies. We develop trust across the miles and 
distrust around the corner." - Tim Berners-Lee


camarmerah


--- In [email protected], "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bukan sejak lahirnya - internet itu adalah alat militer? en stahu 
saja
> militer disini perpanjangan tangan negara kapitalistik amerika.




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke