Saya suka kok dengan tulisan ngalor ngiBdur perpendicular dengan coretan Sur. Saya jawab juga dengan alor kidul saya:
Internet pada awalnya adalah produk DARPA, jadi memang tujuannya memang militeristik. Sama spt sarana GPS yg terbuka utk sipil. Pada awalnya internet itu adalah infrastruktur militer. Kalau dibaca di wikipedia bakalan ketahuan kok. Ya - saya sech enggak mau ngalor sampai ke implementasi belati dkk soale saya ngarti bahwa perlengkapan perang jaman baheula itu rata2 sangat terjangkau oleh rakyat2 biasa. Apakah persenjataan spt belati, panah dan sycthe itu datangnya dari rakyat (butcher, hunter dan farmer) atau apakah perlengkapan tsb datangnya dari tentara? Mbuh dah, katanya historian sech perlengkapan tsb kebanyakan datangnya dari perlengkapan rakyat sehari2. Yg bisa ketahuan sekarang ini adalah: internet... jelas. Balik lagi kembali ke masalah infrastruktur militer, internet jelas bisa dipakai untuk aplikasi sipil karena sipil juga butuh sarana distribusi data/informasi. Dan untung ada manusia spt Gore yg mengerti hal tsb dan mau menuangkan ide tsb dalam bentuk hukum dan sehingga bisa dikasih uang. Kenapa Gore mau susah2 melakukan hal tsb? Karena doi bisa didukung oleh golongan Republikan yg jelas sangat bisnis oriented. Coba saja lihat komen HW Bush (#41) di artikel wikipedia ini: http://en.wikipedia.org/wiki/High_Performance_Computing_and_Communication_Act_of_1991 Sekarang ini golongan super kapitalis bakalan memperlakukan internet sebagai media yg tidak bebas, tetapi sesuatu yg berdasarkan akses. Sebaiknya dibaca lagi artikel yg satu ini soal Net Neutrality: http://en.wikipedia.org/wiki/Net_neutrality. Dan hal ini menjadi perbincangan yg panas, tarik ulur lagi antara golongan kapitalis dan golongan proteksi konsumer. Which is good. Terus terang saja, saya paling sebal dengan org2 soksialis spt si Rahmi yg melempar semua kesalahan kepada kaum kapitalis. Di dunia ini semuanya bikin kesalahan. Saya ada pertanyaan kepada si Rahmi dan ortunya. Kalau si Rahmi enggak bisa disekolahin - ngapain bikin si Rahmi? mendingan doi di aborsi saja. Masalahnya selesai khan? Udah bego - nurunin lagi gen tolol-nya ke si Rahmi. On 10/22/07, camarmerah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Karena lagi pengen nulis, jadi sekalian aja jawabnya agak panjang > ngalor ngidul. > > *** > > Pertama-tama, Le, sebelum ngomong soal internet itu sendiri, kita > omong dulu soal penemuan alias invention. Emang iya, bahwa penemuan > itu selalu (pada akhirnya) digunakan sebagai alat nyari duit. Tapi > apakah iya penemuan itu selalu sejak awalnya sejak dari tangan sang > penemu memang berorientasi nyari duit? > > Dan demikian juga dengan sifat penemuan yang militeristik. Dari > belati, bedil, sampe bom atom - apakah iya pada awalnya selagi semua > itu sejak awalnya memang berorientasi militaristik? Atau apakah > belati dan bedil itu awalnya untuk berburu dan bom atom hanya berupa > oret-oret curat-marut milik Einstein? > > Kalau kemudian setelah ditemukan baru "diambil alih" (misalnya dibeli > paten-nya) oleh perusahaan untuk dijadikan alat nyari duit, itu > betul. Katakanlah, misalnya telepon, gitu. Atau penemuan yang > digunakan (juga) untuk tujuan militeristik setelah penemuan itu > sendiri ada, lalu dikembangkan hingga tingkatnya yang tertinggi, itu > juga betul. > > Kedua, Le, aku mau ngomong soal industri. Karena internet pun - > sekarang ini - pada dasarnya adalah sebuah "industri". > > Sifat produksi umat manusia makin hari ke hari (justru) semakin > kolektif. Misalnya ini meja kayu tempat keyboard ini duduk nangkring, > untuk produksi sepotong meja butut ini aja entah ada berapa ratus > atau ribu orang yang terlibat. Dari bahan yang paling mentah yang > dipotong sama buruh-buruhnya cukong illegal logging, supir truknya, > buruh pelabuhan & kapal, yang ngejalanin mesin, yang motong, lalu > bercabang pada orang-orang di industri perekat untuk bahan campuran > kayu, juga industri pelapis vinyl, sekrup dan baut, kaki plastik, > konci, kardus, dll (ini meja kayu ringan yang dari serbuk itu lho), > mungkin masih panjang lagi. > > Jadi walaupun seberapa kapitalistik pun sebuah barang, jangan lupakan > bahwa di abad industri ini semua barang (justru) adalah hasil kerja > kolektif manusia. Walaupun memang sebagian besar dari barang-barang > tersebut (yang sebagian besarnya juga tidak berguna) pada akhirnya > dinikmati oleh borjuis. Dan banyak sekali orang yang kerja kolektif > demi menghasilkan satu barang itu cuma dibeli tenaganya aja. > > Nah kemudian, Le, setelah sedikit oceh-oceh soal yang tadi di atas, > baru saya mau omong soal internet. > > Sesungguhnya sejak kapan itu internet bisa dikata eksis? Apakah sejak > dia dikasih nama "internet"? Atau sejak kapan? Kalo gejala > networkingnya sendiri kan berawal dari penelitian-penelitian > kolaborasi menyangkut AI di US taun 50-an? Dan di sini kan tujuan > dasarnya jelas-jelas "sharing"? > > Iya, selanjutnya terjadi perkawinan dengan urusan militer, tapi iya > juga bahwa itu cuma salah satu cabang dari pertumbuhannya. > > Soal sejarah internet ini cukup rumit dan aku nggak yakin bener-bener > ngarti soal itu. Hanya saja yang jelas kan memang begitu internet itu > sendiri berhubungan dengan publik, kan tema utamanya tetep > saja "sharing", dari Usenet, FTP, Gopher, semuanya kan tetep > aja "sharing"? Kalau Gopher kemudian jadi mesti bayar, nah mungkin > itu dia bibit pertama dari E-Commerce. Soal sejarah internetnya itu > sendiri secara mendetil dan teknikal cukup rumit dan rasanya aku > nggak terlalu ngarti, juga semestinya justru ente yang lebih ngerti, > Le. > > Jadi kita loncat ke apa yang sekarang jadi pahlawan utama dari > internet, tempat yahoogroups dan google serta yang lainnya mendekam: > World Wide Web. > > Si web ini pun, ketika Tim dongkrak pertama kali kehidupannya, kan > adalah media sharing di CERN, dan melebar ke seisi penjuru dunia > sekarang, kan pada intinya tetep aja "sharing". Walaupun web sekarang > ini aku pribadi ngerasa udah terlalu kotor oleh E-Commerce dan segala > rupa tai kucingnya yang bikin naik darah. Dan iya, emang E-Commerce > masuk ke dalam dunia web ini untuk mendulang emas (entah istilah yang > tepat adalah "masuk", "ndompleng", "kudeta", "mengambil alih", atau > apa). > > Sehingga kalau kamu, Le, mau bilang bahwa orang-orang melarat > dan 'soksial' nggak usah pada main internet karena ini adalah media > borjuis bin kapitalistik binti militaristik, rasanya argumennya agak > ngaco. Karena ternyata media ini tidak se-borjuis dan se-kapitalistik > dan se-militaristik itu, setidaknya pada semangat awalnya. Lagipula, > yang boleh sharing kan bukan cuma yang punya duit? Kan yang bikin > aksesibilitas itu jadi terbatas bukan karena internet adalah daerah > terlarang bagi kaum melarat - melainkan karena keterbatasan duit kaum > melarat itu sendiri untuk nongkrong di warnet? > > Yang terakhir, Le. Aku pribadi sih nggak ambil pusing apakah internet > ini adalah media yang borjuistik atau gimana, karena toh, melihat > bahwa, misalnya, sepotong sepatu Nike adalah hasil kerja ratusan > hingga ribuan manusia di tempat yang berbeda, dan yang kerja itu pun > adalah orang-orang melarat pulak, maka (terlepas dari soal embel- > embel tai kucing hukum dan lain-lain) kenapakah seorang manusia kaum > melarat tidak boleh memiliki sepasang sepatu Nike dan memasangnya di > kakinya? > > Jadi boleh dong kalo abis pulang kerja orang melarat mainan internet, > sekadar intip satu dua biji foto bugil hasil "sharing" kawannya? Kan > setiap hari itu orang melarat udah "menyumbang" setetes dua tetes > keringat untuk menghasilkan harta yang melimpah ruah itu. > > *** > > "The web is more a social creation than a technical one. I designed > it for a social effect — to help people work together — and not as a > technical toy. The ultimate goal of the Web is to support and improve > our weblike existence in the world. We clump into families, > associations, and companies. We develop trust across the miles and > distrust around the corner." - Tim Berners-Lee > > > camarmerah > > > --- In [email protected], "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > bukan sejak lahirnya - internet itu adalah alat militer? en stahu > saja > > militer disini perpanjangan tangan negara kapitalistik amerika. > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
