Dulu AlQuran itu Cuma Hafalan, Dilarang Untuk Dicetak Besar2an !!! Dalam AlQuran banyak ajaran2 strategi berperang agar umat Islam bisa menguasai permukaan bumi ini. Oleh karena itu, AlQuran hanyalah merupakan hafalan bukan buku cetakan seperti sekarang ini, karena itulah Islam dulunya pernah berjaya, menang perang di-mana2 karena strategi perangnya penuh muslihat, licik, dan musuh banyak terperangkap akibat strateginya.
Namun setelah musuh2 Islam mempelajari AlQuran, bahkan mereka menyebarkan cetakan AlQuran itu sendiri, maka strategi perangnya sudah bukan lagi rahasia, dengan mudah dimanfaatkan untuk digunakan memukul balik, begitulah akibatnya Islam tidak akan pernah bisa menang lagi sepanjang sejarahnya karena rahasia strategi perangnya semua bisa dipelajari lawan untuk di antisipasi. > "Mansur Muhammad Amin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ibu Hafsah, saya ingin membaca aalisis anda mengenai Benazier Bhuto > yang pulang ke Pakistan dan disambut oleh ledakan granat dan ledakan > bom. Benazier bilang ledakan itu kerja intelijen. Apakah kira-kira > AS sudah bosan dengan Musharraf? Atau, kini AS punya jago baru yaitu > Benazier Bhuto. Good. Prinsip Amerika, bahwa setiap penguasa harus berganti tidak bisa berkuasa untuk satu generasi. Bayangkan saja kalo bisa menjadi presiden dua kali saja sudah habis 10 tahun waktunya. Dulu waktu dizaman Sukarno, kekuasaan itu bisa berlangsung seumur hidup, artinya kalo anda dibenci guru anda, maka anda tidak naik kelas selama sang guru masih jadi guru disekolah anda. Maka satu2nya jalan bagi masa depan anda adalah keluar dari sekolah dan cari sekolah lainnya. Demikianlah juga kalo Sukarno jadi presiden seumur hidup, maka jenderal2nya juga seumur hidup. Setiap pergantian penguasa, atau pergantian kepala sekolah, atau pergantian jenderal, maka akan membawa angin baru, bisa tambah baik tapi bisa juga tambah buruk. Hal inilah yang kita namakan "regenerasi". Bagi kepentingan Amerika, siapapun yang jadi pemimpin sebuah negara tidak masalah karena setelah menjadi pemimpin mereka selalu tergantung kepada Amerika. Hanya Amerikalah didunia ini yang bisa memperbaiki ekonomi negaranya. Kalo ekonomi negara buruk, maka si pemimpin dijatuhkan oleh rakyatnya sendiri. Amerika bersikap bagaikan raja yang memilih menantu, semua calon mantu diadu kekuatannya, hanya yang terkuat saja yang bisa menang untuk kemudian menjadi menantu sang raja, dan yang kalah boleh jadi mati tanpa perlu dipikirkan nasibnya karena ingin jadi menantu tentu resikonya besar. Demikianlah, buat apa Amerika mendukung satu calon yang tidak kuat atau yang tidak ditopang oleh rakyatnya??? Untuk berpihak kepada Amerika tidak perlu mendukungnya dalam pemilu karena semua pemenang akan otomatis bergantung kepada Amerika, atau kalo mau menentang Amerika tentu akan jadi korban rakyatnya sendiri bukan korban dari tindakan Amerika. Begitulah systemnya berjalan. > Tampaknya skenario AS untuk Indonsia (BK, Soeharto) itu di copy > paste keberbagai negara. Saddam dipakai untuk menyerang Iran.Beragam > senjata dipasok ke Irak. Sebagian besar senjata itu disita oleh Iran > termasuk senjata kimia. Saddam makin keras kepala. Ya digulingkan > dan dihancurkan. Sekarang senjata sitaan Iran itu dikirim gerilyawan > Iraq, Hamas dan Hizbullah. AS mencak-mencak. Bagi Iran itu senjata > AS makan tuan AS sendiri. Janganlah sebut "skenario AS untuk Indonesia itu di Copy paste", justru "skenario AS untuk Amerika Latin itulah yang dicopy paste ke Indonesia". Apa yang dilakukan Amerika di Indonesia sudah lebih dulu dicoba dan jadi pengalaman Amerika di Amerika Latin. Darimana anda tahu AS itu mencak2??? Bagaimana bisa anda simpulkan bahwa senjata AS itu makan tuan AS sendiri ??? Skenarionya mana bisa anda tahu, juga saya tidak tahu, yang bisa kita tahu adalah hasilnya, sedangkan semua yang tampak itu hanyalah tipuan saja. Bahkan terror 911 itu juga kemungkinan bagian dari skenario, mungkin merupakan kecelakaan yang tidak disengaja sehingga terjadi pemecatan besar2an oleh Bush terhadap berbagai anggauta CIA. Pada dasarnya, hanya Amerika yang mampu menyusup ke-mana2, mereka hanya mengumpulkan, mengolah, dan kemudian memanfaatkan informasi untuk kemudian dijualnya. Seharusnya barangkali pelaku terorist itu rencananya ditangkap basah sebelum melakukan terornya, namun akibat kurang baik komunikasi antara pemberi info (CIA) dan pelaksana sekurity (FBI) menyebabkan kecelakaan sehingga pelaku terror ini berhasil lolos dan melakukan niatnya. Pada prinsipnya semua adalah strategi Amerika yang sangat luas dan komplex. Meskipun ada kegagalan, ada kebocoran, dan ada kesalahan, tetapi kesemuanya akan menjadi pelajaran yang dicatat untuk dipelajari demi menyempurnakannya sehingga Amerika tetap menjadi superpower dunia. > Sebentar lagi tampaknya Karzai harus turun.Washington lagi main mata > dengan Taliban. Ada berita bahwa AS menyiapkan dana besar untuk > menyogok Taliban agar diam. AS yakin mata Taliban akan "idjo" lihat > geen back. Enggak mungkin, bukan cara kebiasaan Amerika menyogok musuh2nya, kenapa harus keluar biaya??? Taliban itu tak perlu diperangi Amerika untuk jangka lama, cukup bila perlu melatih pasukan2nya atau perlu melakukan percobaan senjata baru. Urusan mengalahkan Taliban bukan dengan cara memeranginya, tetapi mengadu mereka dengan sesama Islam juga misalnya Pakistant. Buat apa Amerika perlu memerangi krikil2 kecil semacam Taliban ini??? Banyak cara yang lebih murah. Ingat, Amerika membanggakan system managementnya, membanggakan effisiensinya, bukan kebencian, bukan kepercayaan, dan bukan mengurusi tetek bengeknya. Urusan agama, urusan benar salah, urusan uang, cukup untuk konsumsi koran2 atau media dunia lainnya. Namun kalo penguasa2 Amerika sudah berkumpul, maka yang dibicarakan bukan urusan itu, tapi urusannya adalah siapa dan harus dihadapkan dengan apa atau dengan siapa. > Gimana sih scenario AS di Pakistan dan Afghanistan ibu dosen? > Pakistan maupun Afghanistant sejak berdirinya juga merupakan wilayah yang harus pro-Amerika seperti halnya Indonesia. Namun kalo ada kekuatan yang mau menentangnya, cukup dicari bagaimana memanfaatkannya. Semua manusia mengalami regenerasi, juga pasukan tentara. Tentara Amerika yang pengalaman perang di VietNam dulu sekarang sudah kakek2 dirumah jompo, tentu regenerasi pasukan yang baru juga harus memiliki pengalaman berperang untuk menjaga atau mempertahankan superioritas Amerika dimuka bumi ini. Pertanyaan untuk anda, negara mana yang memiliki tentara yang punya pengalaman perang seperti tentara Amerika? Negara manapun yang mau berperang kalo tidak memiliki tentara yang punya pengalaman, maka pasti kalah. Sadam Hussein memiliki tentara yang punya pengalaman perang di Iran dan Kuwait. Wajar kalo Amerika juga perlu refresh pasukannya yang dulu perhan mental down di VietNam. Urusan menang kalahnya bisa dipastikan melalui perang intel, perang ekonomi, perang teknologi, namun untuk regenerasi pasukan tidak perlu menang, yang penting berpengalaman lapangan. Artinya, kalopun pasukan Amerika kalah perang dilapangan, tetap saja mereka tambah pengalaman karena yang mati cuma sedikit, sebaliknya, kalo pihak lawannya yang kalah, mereka musnah. Semua itu hanyalah strategi, seharusnya kita mempelajari strategi Amerika guna memanfaatkan Amerika itu sendiri, tapi jangan bermimpi untuk memeranginya karena memang bukan lawannya. Tapi kalo anda melihat ada negara ataupun pemimpin yang berani menentang dan melawan Amerika seperti halnya Iran maupun Bolivia, maka anda harus mencurigainya bahwa negara2 ini memang sedang digarap untuk jadi sandsack latihan bagi tentara Amerika. Sama halnya, Sukarno itu bukan memusuhi Amerika, dia itu anjing Amerika. Namun kalo akhirnya dia jadi nekad mau memerangi Amerika karena disebabkan dia ditekan dipaksa untuk mundur dan melakukan regenerasi kepemimpinannya. Sama seperti Sadam Hussein maupun Noriega. Berbeda dengan Suharto, dia menyadari resikonya dan Suharto juga tidak punya pengalaman tempur kesemuanya cuma dongeng saja karena Suharto tidak berjiwa militer sehingga wajar dia takut mati dan sayang hidupnya. Beda dengan Sadam Hussein, sangat jarang ada pemimpin yang punya reputasi tempur se-brillian Sadam Hussein. Seharusnya kalo dia mau mundur, urusannya beres dia hidup kaya dan bahagia seperti Suharto. Namun Sadam Hussein itu memang berjiwa tempur, suka perang, sayang dia bukan mati berperang tapi mati digantung terhina tanpa tersisa kehormatan dirinya dan sejarah akan melupakannya. System dan strategi utama Amerika dalam menjadi superpower dunia bukanlah perang, tapi ekonomi, teknologi, strategi, yang kemudian kesemuanya dipadukan untuk dimanfaatkan. Musuh pun dimanfaatkan bukan dimusnahkan, hari ini jadi lawan besok bisa jadi teman. Lalu kenapa kita harus menentang dan melawan atau menempur Amerika si kapitalist dunia ini ???? Goblok khan??? itu sih mati sia2. Cara yang cerdas, kita juga harus memanfaatkan Amerika, mencuri tekniknya, menjiplak cara2nya. Bukan malah memaksakan Syariah Islam yang dalam sejarah dunia sudah terbukti gagal !!! Dalam AlQuran itu ada ajaran strategi militer, contohnya, umat Islam diajarkan untuk mencurigai siapapun, jangan membelakanginya, tapi kalo musuh membelakangi kita, maka kita hantam mereka, dengan demikian Islam akan menang. Memang untuk strategi militer, ajaran ini bagus, tapi harus dirahasiakan jangan ketahuan lawan. Tapi salahnya adalah, AlQuran itu disebar luaskan juga kepada musuh2nya, akibatnya semua strategi Islam itu bocor dan lawan dari Islam lebih menguasai AlQuran daripada umat Islam sendiri. Wajar kalo strategi yang sudah dipelajari lawan itu tak mungkin bisa menang. Sialnya, umat Islam tidak bisa mengubah strateginya untuk menang, ajaran yang sudah bocor ini tetap dilesatarikan dipertahankan dan tidak boleh diubahnya. Wajar kalo akibatnya justru dimanfaatkan oleh musuh2nya sehingga sesama Islam sendiri menjadi saling bunuh. Lucunya, pencetakan alquran itu mula2nya justru dilakukan bukan oleh umat Islam tetapi oleh umat yang menjadi lawan dari Islam. Itulah sebabnya Islam dulu bisa menang karena belum ada AlQuran, tapi setelah AlQuran tersebar, mana mungkin bisa menang ???? Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
