Dimana Salahnya Amerika Menumbangkan Sukarno ???

Sukarno mengagresi Malaysia, kemudian membina kekuatan NEFO untuk
merugikan kepentingan Amerika.  Padahal Amerika sebelumnya selalu
membantu Indonesia termasuk memerdekakan Indonesia dan merebut Irian
Jaya.  Demikianlah, nasib Sukarno ditentukan oleh dirinya sendiri
karena pada hakekatnya Amerika hanya bertindak mengimbangi tindakan2
khianat yang dilakukan Sukarno.

Yang namanya bersahabat bukanlah dengan cara mengagresi Malaysia, yang
namanya kerja sama bukanlah dengan membakari perusahaan2 Amerika,
Inggris dan Belanda.  Kalo Sukarno boleh bertindak seperti itu, lalu
dimana salahnya kalo Amerika juga bertindak mengantisipasinya??? 
Semua negara sama2 memiliki kepentingan satu dengan lainnya, jalan
yang paling damai adalah saling mengisi bukan "mengganyang".  Mau
mengganyang malah akhirnya diganyang!


> From: BISAI 
> Kutipan:" Sampai detik terachir BK menolak usulan para pengikutnya 
> terutama dari kalangana Agkatan Darat untuk melakukan perlawanan 
> terhadap langkah-langkah kekerasan berdarah Jenderal Suharto".
> 


Hal inilah yang seharusnya dianalisa, "kenapa BK tidak mengantisipasi
situasi yang terjadi?"  Padahal khan kekuasaan beliau sangat besar,
apalagi dukungan semua angkatan juga luar biasa.  Jawabnya sangat
sederhana, kalopun memang BK bisa menangkap, membunuh, ataupun memecat
Suharto kemudian urusan menjadi beres, tentu beliau akan melakukannya.
 Masalahnya, Suharto itu hanyalah pion kecil yang tak ada arti atau
fungsinya sehingga tak ada gunanya BK melakukan tindakan seperti itu.

Sudah beberapa kali saya mengajak anda untuk memahami operasi2 CIA dan
kekuatan2 pasukan2 khususnya yang hanya berjumlah beberapa puluh orang
saja bisa meng-obrak abrik negara2 Amerika Latin.

Kuncinya adalah Amerika (CIA) bukan Suharto, andaikatapun Suharto
mati, maka Aidit bisa jadi gantinya.  Tidak ada seorangpun yang bisa
menolak keinginan Amerika, termasuk Bung Karno.

Apa sih kekuatan ABRI kalo dibandingkan pasukan khusus Amerika??? 
Tidak ada arti apa2, jangan disamakan dengan perang VietNam atau Irak
karena peperangan resmi tidak lebih sebagai sarana latihan dan
percobaan senjata bagi Amerika.

Sekarang anda bayangkan, ada 20 orang pasukan khusus Amerika dengan
perlengkapan super canggih yang dibantu dengan satelit diangkasa luar.
 Mereka menggunakan seragam Cakrabirawa, dan dengan kendaraannya
mereka menculik semua jenderal2 termasuk presiden Sukarno juga ikut
diculik.  Kesemuanya adalah aseli orang2 Indonesia yang dilatih di
Amerika dan juga sudah menjadi Warganegara Amerika.  Tangkapan atau
hasil culikan ini kemudian diangkut ke lubang buaya untuk kemudian
dihadapan Sukarno, kesemua jenderal dibunuh/dieksekusi seperti berita
yang kita dapatkan di-koran2 tentang G30S.  Namun Sukarno kemudian
dilepaskan tidak dibunuh dengan tujuan agar dia mau melepaskan
jabatannya secara konstitusi agar peranan Amerika yang meng-obrak
abrik Indonesia tidak perlu menggegerkan dunia mengingat situasi
perang dingin disaat itu.

Sukarno kemudian diberi pesan untuk melakukan peralihan kekuasaan
secara konstitusional atau dia akan diperlakukan seperti jenderal2nya
yang mati konyol itu.

Bayangkan anda yang jadi Sukarno, apakah enggak shock melihat
bagaimana gampangnya jenderal2 dan dirinya diculik setiap saat tanpa
halangan dan tanpa perlawanan seperti itu ???

Yang pasti, Omar Dhani setelah keluar dari penjara, dia menyatakan
bahwa G30S bukan design orang Indonesia, belum ada orang Indonesia
yang mampu mendesign gerakan seperti G30S.

Lalu apa gunanya menangkap atau membunuh Suharto ????

Enggak ada pertumpahan darah karena darah yang direncanakan akan
ditumpahkan adalah darahnya Sukarno kalo dia mau mati konyol, atau
kalo dia menyerahkan kekuasaannya secara konstitusional maka dia akan
mati sebagai pahlawan.  Itulah sebabnya, setelah dia menyerahkan
kekuasaannya kepada Suharto, beliau langsung dikirim ke RSGS untuk
kemudian mati sebagai pahlawan bangsanya.

Ingat ya, semua penculik jenderal2 itu berseragam Cakrabirawa, namun
setelah Sukarno keluar dari Lubang Buaya, semua pengawalnya adalah
Kopasus bukan Cakrabirawa.  Sangat mungkin kopasu2 inipun semuanya
adalah agen2 Amerika.

Ingat ya, Sadam Hussein pun sudah diberikan pilihan tsb, tapi dia
menolak, dan kita sama2 tahu dia mati bukan sebagai pahlawan, malah
dianggap sebagai pengkhianat bangsanya.  Jangan lupa, Suharto sendiri
juga jatuhnya dengan cara2 yang sama, tapi dia memilih mengundurkan
diri dan menyerahkan jabatannya sebelum diperlakukan seperti Bung
Karno.  Tahukah anda, Suharto dipaksa mengundurkan diri pada saat
Armada ke VII sedang berlabuh di Bali.  Semua jenderal2, menteri2,
bahkan Suharto sendiri lari ter-kencing2 persis sewaktu Subandrio dan
menteri2 Orla dulu lari ter-kencing2 untuk akhirnya ditangkap semuanya
oleh Kopasus.

Belum ada negara didunia yang mampu melakukan hal ini kecuali Amerika.
 Jangan lupa peristiwa terorist Abu Nidal yang mati terbunuh oleh 7
orang penyusup yang masuk ke Istananya tanpa bisa dideteksi, ribuan
pengawalnya mati konyol.  24 lapisan pengawal Abu Nidal mati tanpa
melawan, tidak sebuah tembakanpun terdengar.  Seluruh jaringan
komunikasi mendadak putus pada saat kejadian, dan kembali normal
setelah semuanya ditemukan mati.  Dunia geger, banyak yang menduga
bahwa serangan ini dilakukan oleh Israel meskipun tidak ada bukti2nya.

Suharto, Letkol Untung, BrigJen Suparjo, Aidit, semuanya hanyalah cuma
figuran untuk berita koran saja.  Namun tak ada satupun saksi yang
mampu membuktikan apa yang dikhayalkannya.  Karena konfliknya cuma
sederhana, Amerika sudah tidak ingin kekuasaan Sukarno, bukan urusan
Angkatan Darat, bukan urusan PKI, bukan ulah Aidit, tak ada kaitan
dengan dewan jenderal.  Kalo saja anda bisa merasakan bagaimana
perasaan bangsa Amerika yang keluar sebagai pemenang perang Dunia
kedua, mana bisa bekas2 negara jajahan dulunya menjadi milik pihak
lain???  Tentu saja, karena Amerika adalah pemenang perang dunia
kedua, otomatis semuanya seharusnya jadi jajahan Amerika.  Namun
tentunya Amerika punya caranya sendiri karena ilmu management terus
berkembang.  Itulah sebabnya sekarang ada United Nation yang
dikembangkan oleh Amerika untuk mengontrol keamanan dunia yang
dilandasi kepentingan Amerika tentunya.  Untuk hal ini tentunya wajar,
asal saja cara2nya tidak menyinggung perasaan seperti sikap para
penjajah dulunya.  Seluruh negara2 didunia pada dasarnya bisa
diperalat asal dilakukan dengan penuh kehormatan.  Adil bukan ???

Lalu kalo ada oknum kayak Sukarno yang mau meng-obrak abrik
kepentingan Amerika atau mau memeras Amerika dengan memanfaatkan
perang dingin, apa salahnya kalo Sukarno digeser ???  Sukarno mau
mengandalkan kekuatannya, lalu apa salahnya kalo Amerika juga
menggerakkan kekuatannya tanpa harus menyombongkannya ???  Sebaiknya
kita belajar untuk jangan meniru Sukarno, jangan meniru Suharto,
jangan meniru Shah Iran, jangan meniru Sadam Hussein, jangan meniru
Jenderal Noriega, sehingga tak usah menjadi korban atau mengorbankan
rakyat yang tidak berdosa.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke