***AS lakukan sanksi pada Myanmar, silahkan saja. PBB mau diperalat negara2 
nekolim memecahbelahkan Myanmar, silahkan saja.
 
 
 
***Nekolim sudah tidak bisa teruskan mengontrol negara2 ASEAN, Tiongkok dan 
India. Double standard AS dan negara2 Barat yang maunya menguntungkan diri 
sendiri, sudah dikenal negara2 berkembang Asia.
 
 
 
***Indonesia mau maju kembali, hidupkan dwi fungsi TNI dan pemerintahan tangan 
besi.
 
 
 
***Selamat kepada rakyat Myanmar, yang tidak dukung gerombolan daw Aung San Suu 
Kyi dan biksu2 berpolitik.
 
 
 
27/10/07 01:31
 
 
Kegiatan Warga Yangon Kembali Normal Sejak Jam Malam Dicabut
 
 
 
Yangon (ANTARA News) - Kegiatan warga di Yangon, Myanmar, kembali normal 
beberapa hari setelah pemberlakuan jam malam di kota tersebut dicabut sejak 
Sabtu pekan lalu.
 
 
 
Warga Yangon pada Jumat malam memenuhi jalan-jalan, pusat perbelanjaan dan 
pagoda-pagoda hingga menjelang tengah malam.
 
 
 
Suasana tersebut sangat berbeda dengan pekan sebelumnya ketika jam malam 
diberlakukan menyusul terjadinya unjuk rasa massal para biksu yang kemudian 
dibubarkan secara paksa oleh militer Myanmar.
 
 
 
"Anda lihat sendiri, situasi di Myanmar sangat aman. Tidak seperti yang 
diberitakan media massa di luar negeri," kata U Phone Myint, salah satu 
Direktur MRTV, stasiun televisi milik Pemerintaha Myanmar, yang mengkoordinir 
kunjungan wartawan ASEAN ke negara tersebut, Jumat.
 
 
 
Denyut nadi kehidupan Yangon juga terlihat di jalan raya menuju Pagoda Suli, di 
dekat lokasi tewasnya seorang wartawan Jepang, Kenji Nagai akibat tertembak 
dalam kerusuhan tersebut.
 
 
 
Di lokasi tersebut orang ramai lalu-lalang atau singgah di pertokoan, sementara 
bus-bus tampak dipenuhi penumpang. 
 
 
 
Tidak banyak tentara atau pun polisi di jalan-jalan kota Yangon.
 
 
 
Stabilitas kota juga ditandai dengan normalnya kembali jaringan internet yang 
sempat terganggu sejak 28 September lalu, atau dua hari setelah unjuk rasa yang 
berakhir rusuh itu.
 
 
 
Namun Pemerintah melalui Myanmar Posts and Telecommunication (MPT) mengatakan 
gangguan tersebut disebabkan oleh kerusakan pada jaringan kabel bawah tanah, 
bukan sebagai kesengajaan. 
 
 
 
Dengan normalnya kembali jaringan internet tersebut maka kafe-kafe internet 
(warnet) di Yangon kembali buka hingga tengah malam dan dikunjungi para 
pelanggannya hingga tengah malam.
 
 
 
Hari Jumat 26 Oktober itu juga merupakan hari libur nasional bagi masyarakat 
Myanmar yang merayakan Peringatan Terang Bulan (Festival Thandingyut).
Sebagian besar warga keluar rumah menuju pagoda-pagoda untuk melakukan ritual 
dalam festival tersebut.
Kemeriahan terlihat di Pagoda Shwedagan, pagoda terbesar di Myanmar dan sudah 
berusia lebih dari 2000 tahun.
 
 
 
Puluhan ribu warga Buddhist Myanmar Jumat itu memenuhi Pagoda Shewdagan sejak 
siang hari hingga menjelang tengah malam.
 
 
 
Taman-taman disekitar pagoda tersebut juga ramai dikunjungi warga Yangon yang 
merayakan festival tahunan itu.(*)
 
 
 
http://www.antara.co.id/arc/2007/10/27/kegiatan-warga-yangon-kembali-normal-sejak-jam-malam-dicabut/
_________________________________________________________________
Boo! Scare away worms, viruses and so much more! Try Windows Live OneCare!
http://onecare.live.com/standard/en-us/purchase/trial.aspx?s_cid=wl_hotmailnews

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke