--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Masalah konflik internal bukanlah hal yang penting karena semua partai> tidak pernah terlepas dari konflik2 internalnya. Jadi berbagai> konflik baik internal ataupun external dengan ABRI yang dianggap> adanya perpecahan dalam TNI-AD, kesemuanya ini merupakan hal yang> lumrah, merupakan hal yang biasa. ***Konflik yang tidak bisa diselesaikan segera, akan menjadi perang saudara atau kudeta. > Dipangkalan becak juga ternyata bisa anda ketemukan konflik para abang> becak yang rebutan penumpang. Apakah karena konflik ini bisa terjadi> kudeta ??? Jelas ya, enggak ada hubungannya. Jadi kalo cuma cari2> konflik internal dan external dari PKI ataupun dari TNI- AD, tentunya> banyak sekali, tapi bisa enggak dibuktikan mereka yang terlibat> konflik ini memiliki kemampuan menculik tanpa bekas2 begitu ??? ***Abang becak tentu tidak bisa kudeta, tapi bisa ditertibkan oleh orang/grup yang competent, dengan cara mendidik atau memaksa. ***PKI butuh arahan dan duit PKT. PKT tidak akan tolerate ada konflik dalam PKI. TNI-AD mampu menculik tapi tidak mungkin tanpa bekas. > Para penculik tidak mungkin dari ABRI ataupun TNI-AD, karena semua > gerakan ABRI maupun TNI-AD pasti bisa dimonitor, dalam hal ini ada > prosedur dan protokolnya. ***Itu teori saja. > Yang sekarang menjadi kontroversi adalah siapa pelaku, perencana, > maupun penggerak G30S ini. Karena tidak ada satupun dari mereka yang> konflik itu memiliki kemampuan untuk menggerakkan pasukan yang > demikian canggih tanpa bisa dilawan baik oleh pengawal para jenderal2> yang dibunuh dan juga tanpa bisa diatasi oleh Cakrabirawa yang> merupakan pasukan kelas satu pemerintah RI waktu itu. ***Pelaku, perencana dan penggerak G30S adalah Soekarno. Cakrabirawa bukan pasukan kelas satu, karena anggota2nya gado2, tidak bersatu dan tidak ada kesetiaan sungguh2 pada Soekarno. Gestok satu gerakan menunggangi G30S, yaitu senjata makan tuan. > Bayangkanlah, satu Brigade Cakrabirawa sebagai pasukan pengawal > presiden bisa dibubarkan tanpa sedikitpun bisa dicegah oleh presiden> Sukarno. Suharto baik dengan pangkatnya maupun dengan kewibawaannya,> tidak mungkin mampu memaksakan Brigade Cakrabirawa untuk bubaran> padahal Brigade ini selain dibawah pimpinan seorang Jenderal Sabur> yang pangkatnya lebih tinggi dari Suharto, juga merupakan pasukan yang> paling istimewa yang membuat gentar semua pasukan yang ada di Indonesia. ***Pepatah Tiongkok : Pohon tumbang, monyet2 kocar kacir. Itu sebabnya Cakrabirawa tidak susah dibubarkan. Yang ex RPKAD, ex KKo dan ex PGT, masing2 pulang ke satuannya. > Itulah pertanyaan utama yang harus anda temukan jawabannya. Saya > hanya memberi solusi, bahwa tak pernah dimungkinkan bahwa ada pasukan> Indonesia yang mampu membubarkan pasukan Cakrabirawa, kecuali pasukan> khusus Amerika. Brigade Cakrabirawa inilah pagar penting dari> kekuasaan Bung Karno, artinya kalo Sukarno tetap masih berada dibawah> perlindungan pasukan Cakrabirawa, tentu dia tidak sukar untuk> memerintahkan jenderal2 lain maupun memecat jendral2 seperti Suharto. ***Cakrabirawa bukan dibubarkan dengan melucutkan senjata mereka. Anda kebanyakan membaca buku komik, khayalkan adanya pasukan khusus AS. Nasakom-nya Bung Karno tidak populer di Cakrabirawa. Naif sekali mengharapkan Cakrabirawa apalagi Sabur selamatkan BK. > Bubarnya Brigade Cakrabirawa berarti berakhirnya kekuasaan Sukarno. > Kenyataan tidak mungkin dibantah, bahwa bukan cuma 6 jenderal yang> berhasil diculik dan dibunuh, tetapi bahkan juga Bung Karno berhasil> diculik dan dipertemukan dengan jenderal2nya sendiri yang sudah> terbunuh di Lubang Buaya. ***BK dikawal penuh ke Bandara Halim, bukan diculik. > Tidak masuk akal kalo Bung Karno dibawa oleh Cakrabirawa ke Lubang > Buaya sementara semua jenderal2nya yang diculik juga dibawa ketempat> yang sama. Yang lebih masuk akal bahwa semua jenderal2 maupun Bung> Karno berhasil diculik oleh pasukan khusus Amerika yang berseragam> Cakrabirawa untuk kemudian diangkut ke lubang buaya. Pasukan khusus> Amerika ini bisa jadi mendarat melalui kapal selam di selatan Jawa,> atau lebih mungkin pasukan khusus ini mendara langsung dilapangan> terbang militer Halim Perdana Kusuma Lubang Buaya. Setelah selesai> tugasnya pasukan ini kembali ke Lubang Buaya untuk naik pesawat khusus> balik ke Armada ke 7 di laut Jawa. Komandan pasukan khusus ini> sebelum kembali ke pangkalannya, menelepon Suharto untuk menjemput> Bung Karno dan juga mayat2 ke 6 jenderal yang sudah mati terbunuh. ***Nonsense. > Mengapa Suharto belum berani bergerak? Hal ini se-mata2 dia masih > ragu dan takut, Suharto baru yakin untuk bertindak lebih jauh dalam > memaksa Sukarno mundur setelah semua jenderal2 itu mati terbunuh. ***Mengambil tindakan gegabah berarti jenderal itu tolol. Memegang kuat posisi Kostrad dan menunggu reaksi2 dari semua kodam, membutuh waktu. Itu namanya strategi perang Sun Tzu. > Tidak pernah ada yang menanyakan kepada Suharto, apakah pada saat itu> dia mendapatkan telepon dari kedubes Amerika ???? Sangat mungkin> Suharto mendapatkan telepon dari dubes Amerika untuk menjemput Sukarno> di Lubang Buaya juga mayat2 jenderal yang mati terbunuh itu yang dalam> hal ini untuk menaikkan keberanian Suharto dalam memulai proses> pengambil alihan kekuasaan. ***Atase militer AS diterima Soeharto di markas Kostrad. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
