(Tulisan ini juga disajikan di website
http://kontak.club.fr/index.htm)
Polisi gagalkan rapat akbar Papernas
Mohon perhatian para pembaca terhadap berita yang disiarkan oleh RRI Online
tanggal 29 Oktober 2007 dan mohon pula untuk sama-sama merenungkan hal-hal
yang berkaitan dengan berbagai tindakan yang dilakukan oleh aparat-aparat
kekuasaan negara (dan golongan tertentu dalam masyarakat) terhadap Papernas.
Berita RRI Online yang berjudul : POLISI GAGALKAN RAPAT AKBAR PAPERNAS DI
MAKASSAR, adalah sebagai berikut :
Aparat kepolisian jajaran Polda Sulselbar menggagalkan rapat akbar Partai
Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas) Sulawesi Selatan yang diikuti 2.200
massa yang rencananya diadakan di gedung Balai Pertahanan Nasional (BPN)
Makassar Jl AP Pettarani, Senin (29/10).
Akibatnya, ribuan massa Papernas tumpah ke jalan raya yang mengakibatkan
arus lalulintas di sepanjang jalan tersebut menjadi macet total selama
kurang lebih satu jam.
Massa yang pada umumnya kaum perempuan sembari membawa anak-anak mereka
terpaksa melakukan aksinya di depan kantor BPN Makassar yang dijaga ketat
250 personil dari Polda Sulselbar.
Polwiltabes Makassar dan Polresta Makassar Timur baik terbuka maupun
tertutup lengkap dengan mobil security Barrier atau pagar kawat dan dua
mobil water canon yang disiagakan di lokasi tersebut.
Aksi yang mengambil seluruh badan jalan satu arah bagian selatan itu hanya
diperkenankan berorasi selama 10 menit saja dari kegiatan yang direncanakan
selama dua jam.
Ketua Majelis Pertimbangan DPP Papernas, Dita Indah Sari mengatakan,
pembubaran rapat akbar yang dilakukan oleh polisi tidak memiliki alasan yang
tepat.
Dimana menurut polisi kepada Papernas, kata Dita, tidak mengajukan
permohonan surat ijin atau pemberitahuan untuk melakukan rapat akbar di
gedung tersebut.
Kendati Papernas belum mengantongi pembentukan Partai Politik (Parpol)
secara sah dari pemerintah, menurut Dita, pihaknya berhak menyampaikan
pendapat di muka umum tanpa harus mengajukan surat ijin yang diminta oleh
polisi karena pihak Papernas berpegang dalam ketentuan UU No.9 tahun 1998,
tentang tatacara menyampaikan pendapat di muka umum, di mana setiap acara
yang melibatkan 10 orang lebih harus ada pemberitahuan bukan surat ijin.
"Kita sama dengan partai Hanura tapi kenapa polisi harus meminta surat ijin
segala, saya tidak tahu apakah polisinya tidak tahu Undang undang atau
pura-pura tidak tahu," jelas Dita.
Dirinya menilai, dengan kejadian tersebut aparat kepolisian telah menekan
pemilik gedung untuk membatalkan kagiatan yang telah dibayar lunas oleh
panitia Papernas tanpa ada alasan yang tepat.
Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan rapat akbar tersebut bertujuan untuk
mewujudkan kebulatan tekad tentang kemandirian ekonomi dengan program
Tripanji pembebasan nasional.
Papernas dibentuk sebagai alat untuk merubah nasib bangsa yang mendapat
tekanan, sehingga Papernas yang merupakan satu-satunya partai baru yang
dengan tegas menolak menjadi bangsa kuli.
Agar kejadian tersebut tidak terulang, pihaknya akan bersatu dengan partai
lain di luar dari partai zaman orde baru dan bersih dari korupsi.
"Semua partai baru sedang melakukan verifikasi, sehingga tidak satupun
partai memiliki status badan hukum sehingga kegiatan partai-partai tersebut
tidak bisa dimintai surat ijin karena partai belum dijadikan partai
politik," jelasnya.
Saat ditanya mengenai partai komunis, Dita menjelaskan, tuduhan itu sudah
basi sejak zaman Soeharto, sekarang diulangi lagi setelah 10 tahun Soeharto
jatuh dari kursi kekuasaannya sebagi Presiden RI dan tuduhan itu terus
dikunyah dan kemudian siap disajikan saat dibutuhkan.
Kapolresta Makassar Timur AKBP Kamaruddin mengatakan, Papernas tidak ada
dasar untuk mengajukan ijin dari kepolisian dan polisi baru dapat
mengeluarkan surat ijin setelah Depertemen Hukum dan HAM telah menyetujui
kegiatan tersebut.
"Mereka mau menggunakan gedung tersebut untuk melakukan deklarasi dan
mereka tidak memegang surat ijin dari Dep Hukum dan HAM, itu yang menjadi
salah satu dasar polisi untuk tidak bisa mengeluarkan ijin kegiatan, dan
melarang mereka untuk melakukan kegiatan tersebut" jelasnya.
Demikian bunyi berita yang disiarkan oleh RRI Online.
Papernas adalah anti-imperialisme AS
Peristiwa digagalkannya rapat akbar Papernas di Makasar ini menunjukkan
dengan jelas sekali sikap kepolisian (baca : pemerintahan RI) yang memusuhi
partai yang dengan tegas mengajak berbagai kalangan dalam masyarakat luas
untuk mengadakan perubahan-perubahan politik, sosial dan ekonomi di
Indonesia, dengan mendirikan ekonomi nasional yang mandiri dan melawan
dominasi eksploitasi asing.
Program Papernas didasarkan kepada Tripanji partai, yang berbunyi : Hapus
Utang Luar Negeri, Nasionalisasi Pertambangan, Bangun industri nasional
yang kuat dan mandiri. ». Tripanji partai Papernas ini dengan jelas
menunjukkan jiwa patriotisme yang tinggi, karena memperjuangkan
dihapuskannya utang luarnegeri, menasionalisasi pertambangan dan dibangunnya
industri nasional yang kuat dan mandiri.
Kiranya, bukanlah hal yang berlebih-lebihan kalau dikatakan bahwa bagi
orang-orang Indonesia yang betul-betul mencintai bangsa dan tanah-air, isi
atau jiwa yang terkandung dalam Tripanji Papernas itu mewakili juga fikiran
mereka. Sebab, situasi yang dihadapi negara dan bangsa kita dewasa ini
menunjukkan secara gamblang sekali tepatnya arah yang ditunjukkan dalam
program Tripanji tersebut untuk pembebasan nasional.
Mengingat itu semua, maka makin kelihatan sangat aneh-lah sikap kepolisian
Makasar yang menggagalkan rapat akbar Papernas, dengan mengerahkan begitu
banyak pasukan dengan perlengkapan-perlengkapan yang berlebih-lebihan, dan
dengan menggunakan dalih yang dicari-cari (soal izin dan lain sebagainya).
Sudah tentu, sikap kepolisian Makassar ini tidak berdiri sendiri. Ada
kekuatan-kekuatan gelap, baik di Pusat (Jakarta) maupun di daerah, yang
menganggap Papernas berbahaya karena terlalu kiri atau bahkan beraliran
komunis. Mereka yang anti-Papernas ini menganggap bahwa sikap politik
anti-imperialisme AS yang dianut Papernas adalah sikap komunis.
Padahal, perkembangan situasi internasional -- baik di Timur Tengah,
Afrika, maupun di Amerika Latin -menunjukkan dengan jelas bahwa
imperialisme AS lewat saluran-saluran globalisasi dan neo-liberalismenya
terus mendapat perlawanan yang luas dari berbagai rakyat, karena sudah
merusak kepentingan rakyat di banyak negeri. Termasuk di Indonesia !!!
Oleh karena itulah, sebagai partai yang baru lahir, Papernas mempunyai
corak yang paling jelas dalam perjuangan untuk pembebasan nasional dari
tindasan imperialisme AS, dibandingkan dengan banyak partai lainnya,
termasuk puluhan partai-partai yang baru lahir. Yang menarik untuk
diperhatikan adalah slogan yang dipakai Papernas, yang berbunyi : « Cukup
sudah jadi bangsa kuli, Bangkit jadi bangsa mandiri! Kibarkan Tripanji
persatuan nasional untuk kesejahteraan rakyat:
Paris, 31 Oktober 2007
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.13/1099 - Release Date: 30/10/2007
10:06
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/