Kiyai Opportunis Berkesempatan Propaganda Dakwah Saat Ada Kontroversi Saat umat Islam mayoritas menghadapi kontroversi, maka kiyai2 opportunis memanfaatkan kesempatannya untuk mempromosikan pikiran2nya dengan secara tidak langsung menyalahkan mereka ulama2 lain yang berkuasa, tapi juga disamping itu mereka tidak membela mereka yang sedang ditumpas atau ditindak oleh yang lebih kuat ini. Tujuannya cuma mau mengambil alih umat dari kelompok Islam yang sedang terjepit ditumpas oleh yang lebih kuat.
> Nanang Supriatna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Berhakkah manusia menilai bahwa suatu ajaran sesat? Apakah kebenaran > hanya milik suatu agama, ajaran, golongan, ras, dan bisa dipaksakan > kepada orang atau pihak lain? Kalo berdasarkan AlQuran, Allah-lah pencipta alam semesta dan umat Islam hanya menyembah dirinya dan dilarang menyembah yang lainnya. Atas dasar inilah, hanya mereka yang menyembah Allah saja yang berhak menikmatinya, dan mereka yang dianggap bukan menyembah Allah tidak berhak menikmatinya, dan mereka tidak dianggap manusia tetapi lebih rendah daripada binatang yang halal darahnya ditumpahkan. Dari hal ini, sudah jelas bahwa umat murtad cuma satu hukumannya yaitu penggal kepala. Artinya, kebenaran hanyalah milik satu agama. Meskipun aliran2nya banyak, menurut AlQuran cuma satu aliran Islam yang benar dan yang lainnya adalah sesat. Dari ajaran Islam yang seperti begini, sudah jelas jawabannya, tergantung aliran siapa yang kuat, atau tergantung aliran mana yang berkuasa. MUI merupakan aliran Islam minoritas yang sangat sedikit penganutnya di Indonesia, namun karena mendapatkan legitimasi kekuasaan maka MUI mampu menumpas aliran2 Islam lainnya di Indonesia yang dianggap menyesatkan sehingga mereka bisa menggunakan kekuasaan yang mereka miliki sekarang untuk memaksakan kebenarannya sebagai satu2nya Islam yang paling benar. Dan kalopun ada aliran Islam lainnya yang bisa merebut kekuasaan, maka Islam jenis inipun akan melakukan hal yang sama. Itulah sebabnya seperti banyak yang telah saya tulis, ajaran Islam merupakan ajaran self destruction, mereka hanya saling membunuh antar sesama Islam sendiri seperti yang diajarkan dalam AlQuran bahwa Islam cuma satu yaitu yang berkuasa untuk membasmi sesama Islam dari aliran lainnya. Hal ini disebabkan, agama bukanlah realitas melainkan hanyalah angan2, padahal angan2 tidak akan pernah sama dari satu orang ke orang lainnya, demikian lah halnya dengan agama Islam, meskipun kelihatannya sama tidak mungkin bisa 100% sama karena memang manusia pada dasarnya tidak pernah ada yang sama meskipun mau dipaksakan harus sama. Akibatnya semua Islam akan ditumpasnya oleh mereka yang merasa lebih Islam karena merasa berkuasa dan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memusnahkan yang sesama lainnya. > Saya pernah ngobrol dengan KH Thontowi Musaddad, seorang kiyai dari > Garut yang sangat memperhatikan budaya lokal (Sunda) dan bertanya > tentang aliran-aliran yang dicap oleh MUI, FPI, dan ormas Islam > lainnya sesat, seperti aliran yang dibawa Lia Aminudin, shalat > dengan membaca terjemaahan bahasa Indonesia, dan sebagainya. Beliau > menjawab, Itu tak perlu ditanggapi. Saya bertanya lagi bukankah itu > tanggung jawab umat Islam termasuk parakiyai, ulama, untuk > meluruskan apa-apa yang dianggap salah? Beliau menjawab lagi, Dalam > da'wah kita hanya berusaha meluruskan sesuatu yang dianggap > menyimpang, tidak memaksa orang atau pihak lain untuk menuruti > apa-apa yang kita da'wahkan. Hidayah itu datangnya dari Allah SWT, > manusia tidak bisa menurunkan hidayah. Bukankah Rasulullah juga > tidak memaksa dan tidak bisa mengupayakan pamannya untuk masuk > Islam? KH Thontowi Musaddad ini hanyalah satu dari berbagai kiyai opportunist yang memuakkan !!! Apa artinya jawaban beliau "..itu tak perlu ditanggapi?" Sudah jelas alquran mengajarkan bahwa sesama umat Islam harus saling memperingati kalo ada yang salah. Artinya, kalo anda punya kekuatan, maka anda bisa memperingati, tapi kalo yang anda peringati itu lebih kuat, maka anda yang ditumpas. Yang aman itu seperti kiyai2 opportunis ini, artinya kalo ada hal2 yang anda anggap tidak benar tetapi karena anda kalah kuat, maka jawabannya seperti Thontowi ini "tidak usah ditanggapi". Enggak ada tuh ajaran dalam AlQuran yang mengajarkan umatnya untuk "tidak menanggapi" mereka yang dianggap menyesatkan akidah Islam !!! Betul, alasan bahwa pamannya tidak dipaksa masuk Islam bisa saja dijadikan argumentasi, tapi lihatlah ada enggak yang lainnya dipaksa masuk Islam yang bila menolak ternyata dibantai. Memang AlQuran itu sebenarnya bukanlah ajaran nabi Muhammad melainkan merendahkan, menista, dan menghina nabi Muhammad. AlQuran menuduh bahwa paman nabi Muhammad itu kafir. AlQuran juga menaikkan derajat Aisyah diatas Khadijah. AlQuran itu rekayasa Abu Bakar dengan menyatakan Aisyah itu isteri Muhammad untuk melegitimasi dirinya sebagai pengganti nabi. Apakah yang harus dilakukan umat Islam terhadap para penyembah berhala??? Membantai mereka dan menghancurkan patung2nya. > Lama saya ngobrol dengan Kang Thonthon, demikian sapaan akrab putra > Kiayi Musaddad, pendiri IAIN (sekarang UIN) Sunan Gunung Djati > Bandung ini. Kang Thonthon di antaranya menyebutkan manusia dalam > memeluk agama terkadang melibihi yang membawa agama itu, bahkan juga > melebihi yang membawa agama (Nabi) dan Yang Mempunyai agama tersebut > (Tuhan). Memang kang Thonthon inilah yang kita sebut sebagai kiyai atau ulama yang opportunis, dia bisa menyatakan apa saja sesuai dengan posisi dirinya yang bisa saja dia berbalik pendapat apabila tiupan anginnya berubah. Yang anda harus bisa memastikan adalah bahwa ajaran Islam melanggar HAM dan Demokrasi. Bukankah dalam Islam anda diwajibkan untuk menyembah hanya Allah dan Muhammad sebagai utusannya??? Lalu bagaimana selain anda menyembah Allah dan juga menyembah tuyul....!!! boleh enggak ??? Pasti kalo anda memahami Syahadat, tentunya tindakan ini merupakan murtad yang hukumannya penggal kepala. Tapi kalo berdasarkan HAM justru sebaliknya, bahwa setiap manusia berhak memilih apa yang dia percaya dan juga bagaimana caranya dia menjalankan ibadahnya sepanjang tidak merugikan orang lain. Itulah sebabnya dalam banyak tulisan2 saya selalu menekankan bahwa umat Islam hanya punya satu pilihan, yaitu meletakkan HAM dan Demokrasi diatas atau lebih tinggi dari AlQuran. Ajaran Islam sendiri sangat biadab karena memang merupakan produksi ciptaan manusia dari peradaban masa silam yang sangat biadab. Tidak pernah ada wahyu Allah, karena Allah itu hanyalah angan2 umat yang mempercayainya. Mana mungkin angan2 bisa mengirim wahyu??? Kalo Allah berkuasa dan maha pencipta, tak perlu dia mengirim wahyu, karena keinginan dirinya akan bisa ditransfer langsung kepada otak mahluk ciptaannya tanpa membutuhkan ditulis dalam AlQuran. Anda tak perlu berpropaganda untuk mempromosikan pikiran2 Thonthowi karena untuk memahami mana yang benar dan yang mana salah bukan mencarinya dari pemahaman kiya2 opportunis seperti Thonthowi, cukup memahami HAM dan Demokrasi anda pasti berada dijalan yang paling lurus karena HAM dan Demokrasi tidak membedakan manusia dari apa yang dipercayanya seperti halnya dalam Islam yang hanya memuliakan muslimin dan merendahkan derajat mereka yang bukan muslim. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
