Sungguh bagus pernyataan Vatikan mengenai hukuman mati terhadap Sadam Husein itu.
Dan juga bagus ketika ada orang Nasrani yang mau dieksekuai (Tjibo dkk.) di Indonesia Vatikan turun tangan... Akan konsisten dan indah bila dihadapan hukuman mati terhadap pembom Bali dan terhadap pengedar narkoitik itu - dan terhadap siapapun - Vatikan juga turun tangan... Jangan lupa bahwa hukuman mati di Filipina juga dihapus berkat desakan gereja katolik. --- In [EMAIL PROTECTED], "~alof" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: FYI. Artikel di bawah ini memberikan gambaran sikap Vatikan (Gereja Katolik Roma) perihal hukuman mati. Hal ini tentunya juga berlaku pada ketiga pelaku bom Bali, tanpa harus KWI melancarkan himbauan kepada Vatikan. Saya garis bawahi pernyataan Jurubicara Vatikan: "Posisi Gereja Katholik yang menentang hukuman mati, untuk alasan apa pun, harus kembali dikemukakan". Tabik, ~alof __________ http://www.antara.co.id/seenws/?id=49787 Vatikan Menilai Tragis Eksekusi Mati Terhadap Saddam Vatikan (ANTARA News) - Tahta Suci Vatikan, yang menjadi pusat kegiatan Gereja Khatolik Roma, menilai bahwa eksekusi mati terhadap mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, Sabtu, sebagai satu hal tragis dan memacu nafsu balas dendam. "Ada risiko bahwa hal tersebut dapat memacu nafsu balas dendam, dan menanam benih kekerasan baru," kata Juru Bicara Vatikan, Frederico Lombardi. Pelaksanaan hukuman mati secara digantung terhadap Saddam Hussein adalah "kabar tragis", katanya kepada Radio Vatikan, layaknya dikutip AFP. "Ini adalah alasan untuk bersedih, meski mengenai orang yang bersalah atas kejahatan besar. Posisi Gereja Katholik yang menentang hukuman mati, untuk alasan apa pun, harus kembali dikemukakan," katanya. Ia menimpali, "Menempatkan orang yang bersalah kepada kematian bukanlah jalan untuk membangun keadilan, dan masyarakat yang damai." "Dalam masa kegelapan pada kehidupan rakyat Irak, kami hanya dapat berharap, agar semua pemimpin melakukan usaha sebesar-besarnya agar ada secercah harapan bagi rekonsiliasi dan perdamaian," kata Lombardi. Sementara itu, Kardinal Prancis yang menjadi Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-Iman, Paul Poupard, mengemukakan, "Kita selalu sedih ketika manusia mengambil hidup yang milik Tuhan." Ia pun menyatakan, "Mengadili seseorang terhadap apa yang dilakukannya adalah hal berbeda dengan mencabut nyawanya. Sekarang, tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali berdoa." "Kita berdoa kepada Tuhan untuk mereka yang mati dan yang hidup, bahwa ini bukanlah awal kekerasan baru bagi mereka," katanya menambahkan. (*) Copyright © 2006 ANTARA 30 Desember 2006 23:49 ----- Original Message ----- From: "utusan.allah" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, 30 October 2007 16:17 Saya bertanya: apakah KWI akan mendesak Paus untuk meminta agar hukuman mati di Indonesia dihapuskan? Juga terhadap orang Islam yang telah dijatuhi hukuman mati? Atau KWI itu hanya minta Paus turuun tangan bila yang dihukum mati di Indonesia adalah orang Katolik atau orang Nasrani? Konsistensi orang Katolik disini diuji. --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
