Di AS, Eropa, Australia dan negara2 Kristen lainnya memberikan
kebebasan beragama terutama pada agama Islam,  baik beribadah,
mendirikan mesjid maupun melakukan kegiatan2  Keislaman dll,  walaupun
dinegara-negara tersebut Mayoritas rakyatnya beragama Kristen, dan 
tidak pernah kita dengar adanya perbuatan2 umat Kristiani yg keji
terhadap kaum Muslim.

Tapi kenapa rakyat Indonesia yang katanya ramah dan familier itu
berbuat sekejam itu, kucing aja kalau kedinginan, akan kita hangatkan
supaya ia tidak kedinginan, tapi terhadap manusia kok bangsa Kita ini
yg katanya beradab kok sudah berubah menjadi BIADAB !!!

Awlloh who Akbar.............



"Stephanus K. Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>

Paroki Damai Kristus ditutup

Hmm..hmm..hmm.. *Ikutan gayanya Pak Leonardo Rimba, kayaknya keren..
Cerita lama kali yaa..Bakalan terus terjadi. maklum Bos, kita tinggal
di Indonesia.
Aku jadi ingat, postingan agak lama dulu dari tokoh Muhammadiyah di
milis mayapadaprana, soal bagaimana kalo Saudara-saudari Muslim kita
lebih bebas menjalankan ibadah dan membangun tempat ibadah di
negara-negara barat, sehingga Islam mampu berkembang dengan pesat.

Kalo benar memang informasi itu, kayaknya kita yang minoritas jadi
merasa iri gitu ya.. Tapi, mau gimana lagi, masalahnya kita engga
tinggal di negara barat.
Kita tinggal di Indonesia yang kondang sebagai negara korup, negara
yang punya motto "bhineka tunggal ika' tapi hobinya kelahi satu sama
lain, yg hobinya curiga satu sama lain.

Kalo kita ga curigaan, kalo kita bener2 menghargai bahwa agama adalah
hal yang sangat pribadi, tentunya soal pendirian rumah ibadah ga perlu
diatur-atur.
Akibatnya?? mendirikan rumah bordil berkedok salon plus-plus, cafe,
night club, jauh lebih gampang daripada mendirikan tempat ibadah.

So, Bung Marcell begitulah faktanya kalo tinggal di Indonesia. Kalau
Anda meyakini kebenaran agama Anda, tentunya apapun yang terjadi tidak
akan menggoyahkan iman Anda bukan? Lagipula banyak cara kok sebenarnya
untuk menyikapi hal tersebut, namun, sangat membutuhkan komitmen dan
soliditas orang-2 kalangan minoritas sendiri.

Mulailah hidup berkelompok dalam jumlah besar di satu wilayah. Contoh
aja Saudara-saudari muslim kita yang tinggal di Amerika, atau ga usah
yang jauh-jauh, Saudara-saudari muslim yang tinggal di Bali. Mereka
mampu membuat sebuah perkampungan muslim. Nah, kita lum pernah khan
denger adanya perkampungan Kristen?

Hal yg terberat memang adalah membangun komitmen orang-orang minoritas
untuk bersama-sama pindah meninggali satu wilayah yang sama. Dengan
demikian kuota untuk pendirian tempat ibadah terpenuhi. Biar langsung
dapet wilayah yang luas, bikin perusahaan pengembang, sapa tau kawasan
beribu-ribu hektar bisa dibeli dan jadi tempat tinggal orang-orang
minoritas. Cari dana keluar negeri

Itu jangka panjang, jangka pendeknya? manfaatkan aja gereja-gereja
yang ada.
Memang terlalu sedikit, tapi kenapa ya? Gereja hanya padat waktu natal
& paskah aja?

Aku membayangkan, kalo setiap orang Kristen bener2 rutin ke Gereja
dalam waktu yang bersamaan. Gereja-gereja pasti ga mampu lagi
menampung.
Akibatnya, umatnya meluap hingga halaman bahkan jalan-jalan.
Akibatnya, jalanan macet. Masyarakat sekitar ngomel-ngomel, protes ke
pemda (masa protes ke gereja? salahnya sendiri, ga dikasih ijin bangun
gereja. Hehehehe.).

Akhirnya Pemda ngupayain lahan baru untuk gereja, biar konsentrasi
umat bisa terpecah. Begitu dan begitulah seterusnya terjadi atas
kehendak Allah Tuhan.
Ato kalo engga, rutin bikin doa bersama tapi selalu berpindah-pindah
dari rumah satu umat ke umat yang lain. Jadikan setiap momen untuk
melaksanakan ibadah bersama. Ulang Tahun, Pernikahan, Kenaikan
jabatan, kelulusan, peringatan kematian, pindahan, hari Ibu, HUT
Proklamasi, Hari Pahlawan, Hari ABRI, Hari Kesehatan dan lain-lain.

Cuma ingat! Selalu pindah-pindah tiap harinya atau tiap minggunya.
Pengalaman menunjukkan ada beberapa kasus meski baru sekali aja bikin
misa di rumah dah langsung digrebek dan dibubarkan.
Jadi jangan terlalu sering mengadakan misa di satu rumah. Selalu
pindah-pindah. Anggap saja kita sedang perang gerilya. Huehuehue..
Seharusnya umat agama lain juga mesti prihatin dengan kondisi kita.
Mau berdoa aja mesti kucing-kucingan. Astaga.. ampuni dosa kami Ya Tuhan.

Ok Bung Marcel? banyak cara kan? ga usah patah semangat, tetap teguh
dalam iman dan senantiasa bersyukur bahwa dengan segala kekurangannya,
kita masih tetap dapat menjalankan ibadah. Kalopun ga bisa menjalankan
ibadah, harusnya kita masih tetap bisa beriman khan?

Salam damai,
Stephanus K. Wibowo




On 11/24/07, Marsel Ryucell <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> FYI
>
>
> ----- Pesan Diteruskan ----
> Dari: gabriel jefri <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [EMAIL PROTECTED]
> Terkirim: Jumat, 23 November, 2007 4:27:29
> Topik: [:::J A K A L I:::] Paroki Damai Kristus ditutup
>
> Pagi tadi beberapa buah pesan singkat saya dapat dari beberapa teman di
> forum kepemudaan dekenat barat 1.
>
>
> Inti dari pesannya adalah :
> Diinformasikan oleh Mudika Paroki Damai bahwa seusai sholat Jumat
sejumlah
> massa akan berkumpul di sekitar gereja untuk berdemonstrasi sehubungan
> dengan pembangunan gereja. Massa meminta agar gereja ditutup.
>
>
> Siang harinya saat udara sedang panas2nya, sebuah pesan singkat saya
terima
> lagi, kali ini tentang perkembangan dari demonstrasi yang tadi
dilakukan.
>
>
> Inti dari pesannya :
> " mulai hari ini Gereja Damai ditutup untuk segala kegiatan atas
kesepakatan
> FKUB dan Kecamatan. "
>
>
> Menurut isu yang saya dapatkan ( informasi masih belum akurat dan
tepat )
> penutupan dilakukan karena tidak adanya izin pembangunan gedung gereja.
> Kasus yang terjadi hampir persis seperti yang terjadi di Paroki
ciledug (
> sang timur ). Padahal umat Paroki Damai Kristus sudah puluhan tahun
> mengadakan kegiatan ibadah di sana.
>
>
>
> IRONIS DAN TIDAK BERADAB!! Itu yang dapat saya ungkapkan, dimasa
kemerdekaan
> sekarang ini masih ada saja penjajahan. Sungguh tidak etis untuk
menjajah
> dan memenjarakan kebebasan orang untuk beribadah. Tindakan yang
dilakukan
> sama saja dengan melukai ideologi Negara kita yang tertuang dalam
UUD 1945
> pasal 29.
>
>
> Apakah hanya karena dalih tidak adanya izin, lantas hak asasi untuk
> beribadah boleh ditodong dan dirampas?
> Jawabannya ada pada kita semua yang peduli.
> Mari sebagai orang muda, berikan dukungan kita terhadap umat Paroki
Damai.
> Tunjukan kepedulian terhadap sesama kita, bisa kita mulai dengan angkat
> wacana ini ke permukaan.
>
>
> Atau teman – teman ada yang punya ide lain yang lebih cemerlang?
> AYO! Kita lakukan bersama – sama.
> Belum terlambat untuk tunjukin kepedulian kita.
> Tunjukin bahwa kita bukan orang muda yang biasa – biasa aja.
>
>
> Semoga banyak dari teman – teman kita yang mau peduli dan membantu.
>
>
> Semoga ada orang lintas agama yang mau baca dan mau membantu.
>
>
> Semoga Bapak uskup kita yang super sibuk baca email ini dan bisa
luangkan
> sedikit waktunya untuk membantu.
>
>
> Semoga Bapak Menteri Agama kita yang super ekstra sibuk baca email
ini dan
> bisa luangkan sedikit waktunya untuk membantu.
>
> Regards
> Jefri
> Humas Paroki Kemakmuran
> Forum Komunikasi Kepemudaan Dekenat Barat 1



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke