Ratusan Pengungsi Ditampung Dua Gereja
Semakin terbatasnya tempat penampungan sementara, ribuan
pengungsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terpaksa dipindahkan ke
tempat ibadah. Proses pemindahan berlangsung hingga Senin dinihari.
"Pemindahan ini untuk memberikan tempat yang lebih baik bagi para pengungsi,"
kata Letnan Kolonel Endi Servandy, Komandan Kodim 0809 Kediri yang juga Wakil
Ketua I Satlak PB, Senin, Tempo Interaktif memberitakan.
Warga pengungsi sebagian besar wanita usia lanjut dan anak-anak. Selain ke
gereja, para pengungsi sementara diungsikan ke rumah-rumah penduduk. Namun,
mereka mengancam akan kembali ke rumah bilamana tak mendapatkan tempat di
pengungsian. Mereka menolak ditempatkan di tenda darurat.
Menurut Endi, para pengungsi direlokasi ke lapangan Kecamatan Wates akibat
tempat pengungsian gedung sekolah dipakai aktivitas belajar mengajar. Namun
karena hujan deras, katanya, para pengungsi dipindah ke tempat-tempat ibadah.
Tempat yang digunakan untuk para pengungsi adalah Gereja Kristen Jawi Wetan
(GKJW) di Desa Tawang, GKJW di Desa Segaran dan Masjid Lembaga Dakwah Islam
Indonesia (LDII) Desa Gadungan. Ketiga tempat ibadah itu berada di Kecamatan
wates.
Di lapangan Kecamatan Wates, pusat tenda-tenda pengungsian, para aparat TNI
menghentikan aktifitasnya karena hujan deras. Proses pendirian tenda-tenda
bantuan Departemen Sosial itu berlangsung sejak siang hari.
Sementara itu, memasuki musim penghujan, kondisi ribuan pengungsi Gunung Kelud
di empat kecamatan di Kab Kediri makin memprihatinkan. Minimnya sarana dan
prasarana yang ada di lapangan membuat mereka mulai terserang berbagai penyakit
dan kedinginan. Menurut data yang masuk di posko utama satlak,sejak hari
pertama evakuasi hingga sekarang jumlah pengungsi yang sakit mencapai 746
orang, 17 di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit. Jenis penyakit yang paling
banyak menyerang adalah ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), diare, dan
gatal-gatal.
Setiap hari pos kesehatan yang disediakan satlak tak pernah sepi oleh pengungsi
yang ingin berobat. "Kondisi kebersihan para pengungsi memang sangat minim.
Dengan jumlah orang yang begitu banyak, fasilitas MCK sangat tidak memadai,"
ujar dr Srimuntama, penanggung jawab pos kesehatan di Balai Desa Tawang,
Seputar Indonesia memberitakan.
Selain kebersihan, kondisi ini terkait perubahan iklim yang sangat dingin
disertai hujan. Akibatnya, banyak orang tua dan anak-anak yang menderita batuk
dan linu (nyeri) pada persendian kaki dan tangan.
Sementara itu, sebagian laki-laki dewasa asal Desa Sugihwaras yang ditinggalkan
keluarganya ke penampungan terlantar karena kesulitan makanan. Mereka terpaksa
harus masak sendiri karena tidak selalu mendapat jatah dari tempat pengungsian.
Mi instan menjadi menu favorit setiap hari, SCTV memberitakan.
Masalah makanan memang menjadi perhatian tersendiri. Para relawan juru masak
bagi pengungsi Gunung Kelud ini berusaha meringankan derita yang dirasakan
warga. Meski hanya ada telur dan sayur mayur, para relawan juru masak selalu
berusaha menyediakan menu yang berbeda.
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/