Rumah Tempat Ibadah Dirusak Warga di Tangerang, Diamankan Polisi
       
                   Friday, Nov. 23, 2007 Posted: 8:36:17PM PST
                   
               Petugas Polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang telah mengamankan 
rumah yang ditempati Pdt Bedali Hulu dari GKBI (Gereja Kerasulan Baru 
Indonesia) di Kompleks Permata Jaya, Sepatan, Tangerang yang dirusak massa, 
Rabu (21/11) malam. Namun hingga Jumat pagi, polisi masih belum meringkus 
pelaku pengrusakan. Kasus ini kemudian dilaporkan pemilik rumah ke Polres 
Tangerang di Tigaraksa.

Meski telah memintai keterangan sejumlah saksi, hingga kemarin polisi belum 
menangkap seorangpun pelaku aksi pengrusakan itu. "Setahun lalu memang pernah 
ada kesepakatan antara pemilik rumah dengan warga. Namun, kesepakatan itu 
dilanggar. Saya menduga hal ini memicu kemarahan warga," ujar Kapolsek Sepatan 
AKP Panut, menurut Indo Pos. 

Dia mengatakan, sejak Januari hingga 15 November 2007 sebenarnya sudah 
dilakukan pertemuan antara warga dengan penghuni rumah sebanyak enam kali. 
Namun, tidak pernah ada titik temu. Warga sekitar rumah yang mayoritas Muslim 
keberatan dengan keberadaan rumah tinggal dijadikan rumah ibadah dan meminta 
agar penghuni dan pemilik rumah tidak melakukannya.

Panut mengaku, menyesalkan hal tersebut terjadi. Dia juga mengatakan, saat ini 
pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. "Kasus 
pengrusakan itu tengah kami selidiki," tegasnya, menurut Suara Pembaruan.

Dalam kasus pengrusakan rumah tinggal itu tidak ada korban jiwa, namun sebagian 
bangunan rumah rusak dan isinya berantakan.

Salah seorang pemuka masyarakat setempat, Madi mengatakan, warga kesal karena 
permintaan warga ke pemilik rumah agar tidak menjadikan rumah tinggal sebagai 
rumah ibadah, tidak diindahkan.

"Kami sudah telanjur kesal. Sejak setahun yang lalu, kami telah meminta agar 
rumah itu tidak lagi digunakan untuk kegiatan keagamaan. Tapi kenyataannya, 
imbauan warga tidak diindahkan. Aktivitas itu masih berlangsung sampai 
sekarang, khususnya setiap hari minggu," ujar Madi.

Kesal karena rumah tinggal dijadikan gereja untuk menggelar kebaktian setiap 
minggu pagi, membuat warga marah dan merusak rumah itu Rabu, pukul 23.00. Tidak 
ada korban jiwa dalam insiden yang melibatkan sedikitnya 200 warga tersebut. 
Namun, warga yang marah sempat bertindak anarkis.

Mereka merusak bagian depan bangunan dengan kayu dan batu. Warga yang kesal 
juga mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam rumah itu. Untungnya, saat 
kejadian, rumah itu tidak ada penghuninya. Aksi warga baru berhenti setelah 
aparat Polsek Sepatan datang dan menenangkan massa. 

Aksi pengrusakan rumah yang dialihfungsikan menjadi tempat ibadah bukan kali 
pertama terjadi di Kabupaten Tangerang. Awal September lalu, sebuah rumah yang 
dijadikan tempat ibadah di Perumahan Pondok Sukatani Permai, Blok B/8, No. 8, 
RT 04/01, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Tangerang, juga dirusak massa. 
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke