30 Tahun Berdiri, Kecamatan Lakukan Penutupan Paksa Tempat Ibadah Katolik
       
                   Monday, Nov. 26, 2007 Posted: 1:21:42PM PST
                   
               Penutupan tempat ibadah Kristiani kembali terjadi di Jabotabek. 
Di hadapan Kapolres dan Kapolsek setempat, Jumat (23/11) lalu, pihak Kecamatan 
Tambora mengeluarkan surat yang isinya menutup paksa sebuah gereja Katolik 
bernama 'Damai Kristus' Paroki Kampung Duri, Jakarta Barat. 

Akibatnya, umat Katolik yang biasa beribadah di tempat ibadah tersebut tak 
mampu merayakan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam yang diperingati 
Minggu kemarin. Padahal, mereka telah menggunakan tempat ibadah tersebut selama 
kurun waktu 30 tahun untuk beribadah, Harian Komentar memberitakan.

Hal ini dikemukakan Uskup Manado, Mgr Joseph Suwatan MSC, usai perayaan Hari 
Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja 
Kembes. Uskup Suwatan dengan tegas menyatakan kekecewaannya terhadap pihak 
pemerintah Kecamatan Tambora dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

"Keputusan Camat Tambora menutup paksa tempat ibadah tersebut, menggambarkan 
bahwa pemerintah setempat belum mampu menegakkan asas dasar Pancasila. Dan 
keputusan seperti ini sangat-sangat disesalkan karena dijatuhkan oleh seorang 
pejabat pemerintah," ungkap Suwatan. Ia mempertanyakan kebebasan beragama dan 
keadilan hidup di negara ini. Suwatan juga mempertanyakan kewibawaan dan 
kewenangan pemerintah dalam melawan kelompok-kelompok radikal yang ingin 
memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 

Uskup Manado itu mendesak pihak pemerintah setempat untuk mengklarifikasi 
keputusannya tersebut dan sekaligus mencabutnya. "Saya minta dengan sangat agar 
Camat Tambora dapat mengklarifikasi dan sekaligus mencabut keputusannya 
tersebut. Ini agar asas Pancasila kembali ditegakkan dan umat Katolik kembali 
beribadah di tempat tersebut," tegasnya.

Baginya, sebagai pemerintah seharusnya Camat Tambora dapat mencari solusi yang 
baik dan bijaksana jika telah terjadi hambatan-hambatan terkait dengan kegiatan 
tersebut. Salah satunya dengan membangun sebuah dialog yang baik dengan semua 
pihak yang terkait. "Sebagai pemerintah, Camat Tambora seharusnya bersikap adil 
dan bijaksana. Bangun dialog yang melibatkan banyak pihak dan bukannya langsung 
menutup kegiatan beribadah. Sekali lagi ini melanggar Pancasila dan saya minta 
agar keputusan ini dicabut," pintanya.

Sementara itu Ketua Pemuda Katolik Sulut, Harold Pratasik dan Ketua Pemuda 
Katolik Kabupaten Minahasa, Petrus Rampengan juga mengecam keras tindakan Camat 
Tambora tersebut. "Ini tindakan yang jelas-jelas melanggar UUD dan Pancasila. 
Kebebasan beragama di negara ini masih saja diinjak-injak. Dan tindakan ini 
sangat memalukan karena dilakukan oleh seorang camat yang seharusnya 
menghormati kebebasan beragama. Kami minta agar Presiden SBY agar turun tangan 
menyikapi hal ini. Karena ini sudah mencoreng pemerintah Indonesia," ujar 
keduanya.

Penutupan ini menambah daftar panjang tempat ibadah Kristiani yang 
dirusak/ditutup pada tahun ini. Malah pada hari yang sama (23/11), Petugas 
Polsek Sepatan, Kabupaten Tangerang mengamankan rumah yang ditempati Pdt Bedali 
Hulu dari GKBI (Gereja Kerasulan Baru Indonesia) di Kompleks Permata Jaya, 
Sepatan, Tangerang yang dirusak massa. Seperti yang telah diberitakan 
sebelumnya, warga sekitar rumah yang mayoritas Muslim keberatan dengan 
keberadaan rumah tinggal dijadikan rumah ibadah dan meminta agar penghuni dan 
pemilik rumah tidak melakukannya.
Awal September lalu, sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah di Perumahan 
Pondok Sukatani Permai, Blok B/8, No. 8, RT 04/01, Kecamatan Sukatani, 
Kabupaten Tangerang, juga dirusak massa.




       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke