Apakah betul kelaparan atau mungkin  orang Papua dimatikan lantas dibilang 
kelaparan.

  ----- Original Message ----- 
  From: Jusfiq Hadjar 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Friday, November 30, 2007 8:28 PM
  Subject: [proletar] TEMPO Interaktif: Departemen Kesehatan Belum Tahu Kabar 
Warga Papua Tewas Kelaparan


  Ya ampun...

  Apa berita ini bener?

  Masih terjadi kelaparan di Indonesia?

  Karena orang Papua berperang?

  Kalau berita ini bener, pertanyaan anak Martha dulu
  itu sungguh bukan pertanyaan anak-anak: "Apakah
  Indonesia tidak terlalu cepat Merdeka?"...

  Sementara puluhana ribu orang Indoneisa ( apa akan
  sampai dua ratus ribu tahun ini?) bersiap-siap untuk
  membuang-buang uang untuk pergi ke Makkah buat
  lari-lari kayak anjing dan melempar batu di tengah
  padang pasir...

  ----



  Departemen Kesehatan Belum Tahu Kabar Warga Papua
  Tewas Kelaparan
  Jum'at, 30 November 2007 | 20:48 WIB

  TEMPO Interaktif, Jakarta:

  Kepala Biro Humas Departemen Kesehatan Lily
  Sulistyowati mengaku dirinya belum mendengar kabar
  adanya warga Papua yang tewas karena Kelaparan.

  "Wah, saya harus crosscheck kebenarannya dengan dinas
  setempat," ujarnya saat dihubungi Tempo, Jum'at malam
  (30/11).

  Sebelumnya, Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit
  Menular Dinas Kesehatan, Kabupaten Paniai, Provinsi
  Papua, Roby Kayame, mengatakan jatuhnya 16 korban
  tewas akibat kelaparan di Distrik Duma Dame, merupakan
  buntut dari perang suku yang berlangsung sejak enam
  bulan lalu di wilayah tersebut.

  "Karena perang berkepanjangan, warga dari kedua suku
  takut keluar wilayah," kata Roby melalui telepon
  kepada Tempo. "Mereka tidak bisa kemana-mana dan tidak
  sempat berkebun, sehingga kelaparan."

  Roby menjelaskan, saat ini dua anak yang menderita
  busung lapar sudah dibawa keluar dari Duma Dame.
  Keduanya telah mendapatkan perawatan di Puskesmas yang
  berada di Distrik Dibida.

  Pemerintah setempat hingga saat ini terus mengusahakan
  helikopter untuk menerbangkan obat-obatan, 2 orang
  dokter dan 4 orang perawat ke daerah konflik di Duma
  Dame. Namun, karena cuaca yang tidak bersahabat,
  helikopter baru bisa diterbangkan besok.

  Menurut Lily, pemerintah pusat tidak harus menangani
  langsung kasus ini. "Kami memiliki dinas kesehatan
  yang menjadi perwakilan pemerintah pusat, seharusnya
  mereka bergerak langsung bila terjadi kasus ini,"
  ujarnya.

  Kalau mereka belum bergerak, kata dia, pemerintah
  pusat akan memberikan peringatan dan imbauan agar
  mereka segera bergerak. Pemerintah pusat baru akan
  bergerak bila dinas kesehatan setempat tidak mampu
  menangani kasus ini. "Saat itulah pemerintah pusat
  akan turun langsung ke lapangan." Amandra Mustika Megarani

  __________________________________________________________
  Support the World Aids Awareness campaign this month with Yahoo! For Good 
http://uk.promotions.yahoo.com/forgood/



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.16.10/1160 - Release Date: 11/29/2007 
8:32 PM


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke