Dituduh Hina Agama, Ribuan Warga Sudan Minta Guru Inggris Dihukum Mati
Saturday, Dec. 1, 2007 Posted: 2:18:23PM PST
Warga Sudan yang marah membakar koran yang menampilkan foto guru Inggris
Gillian Gibbons, setelah sembahyang Jumat di Khartoum, Jumat, 30 November 2007.
(AP/Abd Raouf) Ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota
Sudan, Khartoum menyerukan agar guru asal Inggris Gillian Gibbons ditembak mati.
Gillian Gibbons, 54, dijatuhi hukuman penjara hari Kamis setelah menamai boneka
beruang dengan nama "Muhammad" saat mengajar sebuah kelas di Sudan.
Ibu dua orang anak dari Aigburth, Liverpool, itu telah mengatakan bahwa bukan
dia yang melakukan itu tapi murid-murid di kelasnya yang rata-rata berusia
tujuh tahun.
Dia dihukum 15 hari karena menghina agama dan dia kemudian akan dideportasi.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengontak pemerintah Sudan Kamis malam dan
mendesak dia dibebaskan.
Demonstran mengecam
Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan setelah sembahyang Jumat kemarin
mengecam hukuman yang terlalu lunak.
Para demonstran berkumpul di Lapangan Syuhada di luar istana kepresidenan di
ibu kota dimana kebanyakan dari mereka membawa pisau dan tongkat.
Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel, "Sungguh memalukan Inggris", "Tidak
ada toleransi, eksekusi" dan "Bunuh diam bunuh dengan regu penembak".
Ratusan polisi anti huru hara dikerahkan namun mereka tidak membubarkan
demonstrasi.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, sedang mengupayakan konfirmasi
laporan mengenai aksi protes itu.
Perdana Menteri Gordon Brown dilaporkan telah menghubungi keluarga Gibbons
kedua kalinya dengan berbicara kepada keluarga dekat guru itu.
Menteri Luar Negeri David Miliband menyatakan "dalam istilah paling tajam"
keprihatinan Inggris atas penahanan itu.
Sementara itu pemimpin Gereja Anglikan (Gereja Inggris), Uskup Agung Canterbury
Roman Williams mengatakan dia tidak melihat "pembenaran apapun" untuk hukuman
itu.
Dia menyebutnya "tanggapan yang tidak proporsional" terhadap "kesalahan kecil
budaya".
Cara mengajar Gibbons - menggunakan boneka beruang sebagai alat belajar
dilaporkan sesuatu yang lumrah terjadi di Inggris.
Namun kesalahannya adalah membiarkan murid-muridnya menamai boneka beruang itu
Muhammad. Menamai mainan atau binatang dengan nama Nabi Muhammad dapat dianggap
penghinaan besar.
"Pelajaran yang dia lakukan adalah praktek yang sangat umum di Inggris, menamai
sebuah boneka beruang dan kemudian meminta murid menulis diari. Kami melakukan
itu ketika dia masih disini," kata Langworthy, rekan Gibbons di Garston Church
of England Primary School antara 1997-2000.
Setelah ditangkap pihak berwenang di Sudan, Gillian tidak boleh menghubungi
anaknya, John, 25, dan Jessica, 27, namun akhirnya bisa menelepon mereka Jumat
lalu.
John mengatakan ibunya sangat peduli dengan orang Sudan dan meminta toleransi
mereka.
"Dia tidak ingin melakukan penghinaan apapun kepada [umat] Muslim," kata John.
"Dia tidak ingin orang menggunakan dia dan kasusnya sebagai sesuatu alasan
untuk membangkitkan kemarahan terhadap siapapun, terhadap orang Sudan, terhadap
Muslim, terhadap siapapun."(Rosa F)
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/