Pada awalnya demokrasi juga ditolak karena dianggap elitis. Di Roma dulu, suara wong cilik (budak, hamba sahaya, pelacur dlsb) diwakili suara majikan. Mereka merasa punya kuasa untuk menentukan jalan hidup orang lain. Di Nusantara, agama / keyakinan pada kekuasaan di luar manusia memberi bobot egalitarian dalam peradaban masyarakat. Sehingga, keputusan banyak diambil melalui musyawarah. Bukan lewat adu kuat, adu kaya, adu galak, adu banyak suara.
Setelah robohnya sekat-sekat di masyarakat tahun 2000, penganut agama-agama tradisional di Indonesia berjuang menuntut haknya sesuai UUD & Pancasila. Silih berganti mereka maju ke Depdagri minta pengakuan secara nasional. Samasekali tanpa meminta pemerintah untuk menutup atau mengusir agama-agama impor. Jelas terlihat bahwa masyarakat yang dianggap tidak modern karena tidak mengenal konsep 'rasul' itu justru menunjukkan kemahirannya menjunjung kesetaraan & keselarasan dalam majemukism. Ini satu dari banyak bukti bahwa formula berbangsa yang dirumuskan para pendiri memang digali dari budaya yang hidup di masyarakat. Disajikan dengan sentuhan modern (negara), dan tetap bebas menembus ruang-waktu. Di Bali barusan adalah contoh yang amat bagus. Sampai detik-detik akhir konferensi iklim, Amerika Serikat tetap menolak Panduan Bali (Bali road map). Sebatang kara melawan 180an negara. Menginjak-injak, meludahi, azas demokrasi yang dianutnya sendiri (persis seperti waktu ratusan negara anggota PBB menolak serbuan ke Irak, tapi AS tetap slonong boy sekalipun cuma didukung Inggris & Australia). Tetapi setelah perundingan diperpanjang sekitar 23 jam, AS kelihatan mulai belajar bahwa musyawarah dapat menghasilkan keputusan terbaik untuk bumi beserta seluruh isinya. From: "revo lusion" <[EMAIL PROTECTED]> : apa yang saudara katakan itu memang bener : nahhh,,,sekarang napa harus itu yang di perdebat kan... : kalo soal kitab suci agama nya itu kan udah ada sebelum kita lahir : dan ga ada satu orang pun yang tau,,' : kita hanya bisa mempelajari nya dan memahami nya : ya kan................. : ada baik kita bicarakan soal bumi dan isinya yang semakin habis di : babat oleh perusahaan yang hanya meminting kan bisnisnya,, : menurut berita yang aku baca dan denger,,negara2 maju ga mau menrun : kan emisinya dan ga mau manerima protokol Kyoto.. : memang orang2 bejat semuanya,, : ga memikir kan dunia akan jadi seperti apa nantinya,,, : : salam perjuangan : : revolusion : : : On 12/16/07, rezameutia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: : > : > agama kan bukan cuman samawi aja. : > : > yunani peradabannya tinggi karena sudah beragama. sama seperti : > cina, india, juga peradabannya tinggi karena mereka sudah : > beragama. manusia hutan yang masih penganut animisme, apalagi yang : > ateis, peradabannya nggak akan maju lah. : > : > kita liat aja ke diri kita sendiri disini. : > : > sebelum beragama, kita nih apaan sih. setelah kita beragama (dari : > india) baru dah peradaban muncul disini, mulai ada kerajaan, candi : > dll. sementara tempat lahirnya agama seperti india, cina, timteng, : > peradaban mereka jauh lebih dulu dari kita disini. : > : > katanya sih, peradaban pertama jejaknya ada di petra. : > : > --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, : > [EMAIL PROTECTED] wrote: : > > : > > In a message dated 12/15/2007 6:49:47 AM Pacific Standard Time, : > > [EMAIL PROTECTED] writes: : > > : > > : > > > agama yang membuat manusia berpikir dan memakai akalnya. : > > > agama yang membuat peradaban, bukan sebaliknya. : > > > : > > > tanpa agama tidak akan ada peradaban. : > > > : > > : > > Bukannya orang Yunani itu punya peradaban tinggi : > > sebelum ada agama samawi? : > > : > > peradaban yang tinggi yang membuat mereka membikin : > > agama agamaan seperti polytheis itu bukan? and lahirnya : > > demokrasi juga bukan lantaran agama. </HTML> : > > : > > : > > : > > : > : > : > : : : [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
