From: "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]>

: Bali itu bukan contoh anti - demokrasi yg bagus, juga bukan contoh
: musyawarah yg bagus.

Jangan buru-buru anti-ini pro-itu dan sebaliknya. Ini bukan soal 
anti-antian atau dukung-dukungan, tapi soal akal sehat kok. Ada 
masalah yang cukup diselesaikan dengan voting, ada masalah yang harus 
ditangani lewat runding-merunding. Ada Calusewitz yang bilang 
diplomasi itu lanjutan perang dalam bentuk lain, ada Gen. Giap yang 
sumringah nyindir: perang itu lanjutan perundingan dalam bentuk lain. 
So, orang tinggal milih cara yang tepat.

Esensi terpenting dari demokrasi bukan soal tersedianya lembaga 
demokrasi seperti parpol, pemilu, dan bermuara pada pembentukan 
kekuasaan seperti yang dimainkan Barat selama ini, melainkan bagaimana 
sebuah keputusan memuat kepentingan banyak orang (bukan "banyak 
kepentingan" orang).

Bali bukan contoh sempurna, tapi amat bagus dalam situasi sekarang.

: >
: Coba saja lihat: US cuman punya 300m. RRT dan India yg cuman bisa
: nyungsep dibelakang US punya 2500m. Jadi total punya 2800m yg jelas
: dibelakang total jumlah unyil yg sebanyak 6500m. So? Jelas mereka
: harus mengalah.

Jelas harus. Tapi di banyak peristiwa kan nggak gitu. Kyoto & Irak, 
untuk nyebut contoh telak.

: >
: Musyawarah? Buset, tindakan EU menyeret US supaya bicara soal
: negosiasi dengan iming2 boikot itu bukan namanya musyawarah tetapi
: adalah acara tukang kambing.

Oh ya tentu. Di arena konf banyak kapitalis karbon yang melepas 
kambingnya untuk jadi "ccc" - calo (apa cabo?) carbon credit. Sesuatu 
yang sudah kalah telak tapi tetep ngotot pengen menang (300m vs 6500m) 
ya kudu digampar biar melek. Kalau perlu dengan boikot (mis. US citzn 
di seluruh dunia dilarang pake bawahan; celana, rok, sarung dsb :)

: >
: Aniwe: saya senang, akhirnya US bisa diseret masuk utk membincang2
: framework Bali.

Ya kan, bincang-bincang, runding-runding cari titik temu, akhirnya 
bikin Leo senang. Bali memang cuma bincang-bincang. Begitu juga Poland 
mbesok, dst. Yang penting si bloon AS itu mau ikutan nimbrung. Itu 
dulu. Jadi dia nggak ngaceng sendirian di luar.

: >
: Mungkin smog di southern california bisa lebih
: kurang :D.

Coba ya, AS itu kudu belajar sesekali nyetop kebiasaan bawa-bawa 
problem domestik ke masyarakat int'l. Sekarang jamannya AS ikut bantu 
pecahin soal umat. California itu kan kesalahan sendiri. Terminator 
kok dijadiin gobenor.

: >
: On Dec 17, 2007 11:29 AM, dipo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
: >
: > Pada awalnya demokrasi juga ditolak karena dianggap elitis. Di
: > Roma dulu, suara wong cilik (budak, hamba sahaya, pelacur dlsb)
: > diwakili suara majikan. Mereka merasa punya kuasa untuk menentukan
: > jalan hidup orang lain. Di Nusantara, agama / keyakinan pada
: > kekuasaan di luar manusia memberi bobot egalitarian dalam
: > peradaban masyarakat. Sehingga, keputusan banyak diambil melalui
: > musyawarah. Bukan lewat adu kuat, adu kaya, adu galak, adu banyak
: > suara.
: >

: > Setelah robohnya sekat-sekat di masyarakat tahun 2000, penganut
: > agama-agama tradisional di Indonesia berjuang menuntut haknya
: > sesuai UUD & Pancasila. Silih berganti mereka maju ke Depdagri
: > minta pengakuan secara nasional. Samasekali tanpa meminta
: > pemerintah untuk menutup atau mengusir agama-agama impor. Jelas
: > terlihat bahwa masyarakat yang dianggap tidak modern karena tidak
: > mengenal konsep 'rasul' itu justru menunjukkan kemahirannya
: > menjunjung kesetaraan & keselarasan dalam majemukism.
: >
: > Ini satu dari banyak bukti bahwa formula berbangsa yang dirumuskan
: > para pendiri memang digali dari budaya yang hidup di masyarakat.
: > Disajikan dengan sentuhan modern (negara), dan tetap bebas
: > menembus ruang-waktu.
: >
: > Di Bali barusan adalah contoh yang amat bagus. Sampai detik-detik
: > akhir konferensi iklim, Amerika Serikat tetap menolak Panduan Bali
: > (Bali road map). Sebatang kara melawan 180an negara.
: > Menginjak-injak, meludahi, azas demokrasi yang dianutnya sendiri
: > (persis seperti waktu ratusan negara anggota PBB menolak serbuan
: > ke Irak, tapi AS tetap slonong boy sekalipun cuma didukung Inggris
: > & Australia). Tetapi setelah perundingan diperpanjang sekitar 23
: > jam, AS kelihatan mulai belajar bahwa musyawarah dapat
: > menghasilkan keputusan terbaik untuk bumi beserta seluruh isinya.
: >





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke