http://www.gatra.com/artikel.php?id=110498


Jamaah Haji Indonesia Tertahan di Muzdhalifah

 

Mekkah, 19 Desember 2007 15:14
Sebagian jamaah Indonesia, hingga Rabu pagi (19/12), masih tertahan di 
Muzdhalifah. Di kawasan Arafah dan Mina tersebut, jamaah dari seluruh dunia 
melaksanakan mabit sebagai salah satu syarat berdiam diri pada tengah malam 
sebelum memasuki Mina.

Penumpukan jamaah makin terasa pada malam hari lantaran jamaah bertahan cukup 
lama, mobil angkutan seperti bus dan kendaraan pribadi tak dapat bergerak.

Di kawasan itu sebagian jamaah dari seluruh dunia menyempatkan diri mengambil 
batu kerikil untuk melontar jumroh pada Rabu pagi. Banyak jamaah di kawasan itu 
berjalan kaki, karena kendaraan tak dapat bergerak. Ribuan orang berjalan kaki 
sekitar tujuh km menuju Mina untuk menyelesaikan ibadah hajinya.

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni yang dihubungi di kamarnya, Rabu pagi, 
membenarkan bahwa telah terjadi penumpukan manusia di Muzdhalifa. Banyak bus 
yang dikerahkan pemerintah setempat tak dapat bergerak, sementara pejalan kaki 
bagai air sungai mengalir keras di jalan raya menuju Mina.

"Bus yang disediakan tak bisa melaksanakan tugas, karena sebagian besar jamaah 
berjalan kaki," katanya.

Namun Maftuh membantah kabar yang menyebutkan bahwa akibat dari kepadatan itu 
ada jamaah haji dari tanah air meninggal akibat terinjak-injak saat naik bus.

Memang ada jamaah asal Indonesia yang meninggal, tetapi terjadi dalam 
perjalanan di dalam bus. Anggota jamaah asal Indonesia itu diketahui jatuh 
sakit dan sebelumnya petugas telah minta bantuan agar segera dikirim ambulans, 
namun karena jalan macet, ambulans terlambat datang dan petugas minta muassasah 
turun tangan. Ketika ambulans Arab Saudi tiba, yang bersangkutan sudah 
maeningggal.

Maftuh yang juga Amirul Hajj membantah bahwa jamaah haji Indonesia mengalami 
kelaparan di Muzdhalifah. "Itu, tidak benar," tambahnya.

Ketika jamaah Indonesia hendak bertolak ke Muzdhalifa, di Arafah sudah diberi 
makan. Mamang untuk di Muzdhalifa tak ada jadwal makan, namun jika jamaah ingin 
membeli makanan di kawasan itu banyak penjual makanan.

Sampai berita ini diturunkan, kepadatan terjadi di Mina. Pesawat helikopter 
berputar-putar di kawasan itu. Dari dalam pesawat itu petugas dari pemerintah 
kerajaan Arab Saudi memberi komando mengatur lalu lintas manusia di Mina.

Ada sebagian jamaah dari mancanegara, termasuk dari tanah air, tak langsung 
melempar jumroh pada Rabu dini hari waktu Arab Saudi.

jamaah tersebut memilih pergi ke Masjidil Haram guna melaksanakan thawaf, sa`i 
dan tahalul. Sedangkan melempar jumroh ditunda dan baru dilakukan pada Rabu 
siang atau sore. Pertimbangannya, menghindari kepadatan di tempat melempar 
jumroh.

Sampai saat ini jumlah jamaah Indonesia yang meninggal mencapai 98 orang, tujuh 
di antaranya meninggal di Arafah saat melaksanakan wukuf.

Dengan padatnya lalu lintas di kawasan Muzdhalifah ke arah Mina, menteri 
berharap tak terjadi hambatan dalam pendistribusian makanan di sejumlah tenda 
jamaah haji Indonesia.

Pasalnya, seluruh kebutuhan logistik di Mina sudah berada di tempat. Kebutuhan 
dapur sudah tersedia. Jadi, tak perlu khawatir, ia menjelaskan. [TMA, An

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke