Yap, ini saya setuju ....

--- In [email protected], "camarmerah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mari Kita Maafkan Soeharto
> 12 Januari 2008 02:10:30
> 
> Walaupun entah kali ini akan jadi mampus atau tidak, seiring
> mendekatnya hari kemodharan Jenderal Soeharto kian banyak suara-suara
> yang meminta dia dimaafkan saja. Ada yang meminta masyarakat
> memaafkan, ada yang meminta negara memaafkan, ada yang kedua-duanya,
> ada yang mendesak presiden sendiri untuk mengeluarkan amnesti bagi
> biangkerok yang tengah sekarat itu. 
> 
> Katanya jasa-jasanya besar bagi Indonesia, seperti kata Muladi ketua
> Golkar dan mantan pejabat Orde Baru itu, Soeharto itu berjasa besar
> dalam perebutan Irian Barat dan penumpasan pemberontakan G 30SPKI. Dan
> kukira tentu akan ada banyak juga yang menyebutkan jasa-jasanya dalam
> pembangunan, seperti label yang ditempel di kantung pelir Jenderal
> satu itu: "Bapak Pembangunan". 
> 
> Memang banyak yang bilang jasanya Soeharto itu sungguh besar untuk
> Indonesia, seperti juga A. M. Fatwa wakil ketua MPR itu. Jika Soeharto
> sempat sekali-dua-kali melakukan kesalahan, itu kan karena khilaf
> belaka: "Apapun kekhilafannya, beliau sebagai manusia dan pemimpin
> sangat besar jasa-jasanya." 
> 
> Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui ketuanya Ma'ruf Amin
> mengatakan bahwa proses pengadilan bagi mantan presiden itu mesti
> dihentikan. Walaupun dia juga berpendapat bahwa proses hukum
> perdatanya tetap mesti dilanjutkan, dan setuju jika pemerintah
> melakukan penyitaan terhadap seluruh aset kekayaan milik Soeharto dan
> anak cucu serta sohib-sohibnya. 
> 
> Lain lagi dengan orang-orang yang tiba-tiba ingin memaafkan Soeharto
> itu, ada juga orang yang sedari awalnya selalu membelanya dengan
> segenap kontol dan bedilnya, seperti Jenderal Wiranto misalnya. Sejak
> awalnya dia konsisten membela Jenderal Besar Bintang Lima (mantan)
> Presiden Bapak Pembangunan Penumpas G30SPKI Pembebas Timor Timur
> Penyelamat Bangsa Penjaga Kestabilan dan Persatuan serta Kesatuan yang
> Ganteng lagi Keren juga Cihuy Haji Muhammad Soeharto. 
> 
> Lagipula, kita juga orang beragama yang percaya bahwa hukum dan
> pengadilan tertinggi kelak akan dilakukan nanti setelah mati. Lagipula
> kan wajar-wajar saja kalau seseorang dapat khilaf sewaktu-waktu, kita
> pun suka khilaf, siapa sih yang tidak suka dan hobi melakukan
> kekhilafan, kan khilaf itu asik. 
> 
> Di atas itu semua, banyak yang bilang, kita ini kan orang timur yang
> santun, yang ramah, dan yang terpenting, orang timur itu pemaaf. Jadi
> kita lupakan saja kesalahannya, kita ingat jasa-jasa baiknya, mari
> maafkanlah Soeharto, mumpung dia belum mampus. 
> 
> *** 
> 
> MAAFKAN GUNDULMU!! 
> 
> Seandainyapun (seandainyapun!) telah dikembalikan semua hartanya sejak
> dari dirinya, hingga anak-cucu-cicitnya, telah dirampas semua harta
> kekayaan kroni-kroninya, mereka semua dibuat melarat selama delapan
> belas keturunan, telah dibeberkan segala apa yang pernah dia korupsi
> dan dia tilep dari negara dan rakyat, telah dibongkar segala rekening
> dan bukti pencurian yang dia dan sohib-sohibnya perbuat; seandainya
> itu semua telah dilakukan, maka tetap! Tetap masih ada urusan yang
> jauh dari selesai antara nilai-nilai kemanusiaan dengan manusia
> bangkotan yang sudah hampir mampus itu! 
> 
> Bahwa Jenderal Soeharto itu korupsi dan mencuri dari negara dan
> rakyat, bahwa anak-anak serta hopeng-hopengnya pun ikut merampok di
> mana-mana, bahwa pencurian dan perampokan yang dilakukannya merugikan
> negara dan ratusan juta rakyat, bahwa nilai korupsinya mencapai jumlah
> angka yang tidak cukup lagi di layar kalkulator toko klontongan,
> adalah hanya salah satu permasalahan dibandingkan dengan urusan lain
> yang pada dasarnya jauh-jauh lebih penting dan sama sekali tidak boleh
> dilupakan. 
> 
> Walaupun sayangnya justru permasalahan penting itulah yang pada
> umumnya secara sadar atau tak sadar telah dilupakan oleh kita, dan
> kita hanya ingat satu kata "korupsi" belaka. Yang mana dengan begitu
> Pak Harto akan sungguh senang luar biasa sumringah, menelan ludah
> dengan lega, bahkan mungkin langsung loncat bangkit dari ranjang
> kematiannya untuk segera joging pagi supaya sehat dan bugar kembali.
> Karena kita lupa hal lain yang telah dilakukannya selain "sekadar"
> korupsi. 
> 
> Yaitu bahwa Jenderal Soeharto adalah seorang manusia dengan tangan
> yang berdarah-darah! 
> 
> Jenderal Besar yang berdiri di atas genangan darah dan tumpukan mayat
> korban-korbannya, yang bau anyir dan busuknya masih mengawang-awang
> hingga malam ini di tiap pelosok negeri ini! 
> 
> Dari Aceh, Riau, Lampung, Tanjung Priuk, Timor Timur, hingga Papua,
> dan di tempat-tempat lainnya darah berceceran di mana-mana,
> pembantaian demi pembantaian yang dilakukan dalam nama perampokkan,
> pembangunan, kestabilan ekonomi, serta persatuan dan kesatuan nasional. 
> 
> Peluru-peluru ditembakkan ke arah rakyat dan saudara-saudaranya
> sendiri, yang dikerjakan oleh tentara kebanggaan bangsa - Tentara
> Nasional Indonesia, yang bertugas memegangi tangan dan kaki Ibu
> Pertiwi supaya dengan lancar dapat diperkosa secara bergilir oleh
> modal-modal asing. 
> 
> Nyawa-nyawa tercerabut dari badannya, agar Exxon dan Freeport dapat
> datang dengan sambutan paling manis yang dapat diberikan, yang diikuti
> dengan kerusakan budaya lokal, kehancuran alam, dan sisanya tinggal
> air mata yang tak kunjung kering. 
> 
> Hutan dibabat, perkebunan didirikan, perampokan diteruskan,
> pembantaian yang kembali menjadi penyelesaian, peluru selalu menjadi
> jalan keluar yang paling cepat dan tok cer. Tanah mereka dirampok,
> petani-petani dibunuh, agar mayat-mayatnya menyuburkan perkebunan
> kelapa sawit. 
> 
> Dan siapapun yang melawan ikut terbantai. Preman-preman adalah jawaban
> untuk protes buruh, penculikan berikutnya, tidak lupa penyiksaan, dan
> Marsinah telah mati secara mengenaskan. Mahasiswa ditembaki karena
> kebanyakan bicara, aktivis-aktivis menghilang menjadi arwah
> gentayangan, dan Wiji Thukul tak pernah terdengar lagi kabarnya. 
> 
> Ketika keadaan menjadi kalut dan perlu dilakukan tindakan pencegahan
> secara kilat, kambing hitam paling sempurna dihadirkan dalam wujud
> orang-orang etnis Cina. Penjarahan, pembunuhan, dan pemerkosaan dalam
> nama tetap berkuasanya sang Jenderal. 
> 
> Bahkan lima ratus ribu hingga dua juta nyawa yang dituduh komunis
> telah dibantai pada awal kekuasaannya! Pembantaian itu dilakukan
> setelah penyiksaan demi penyiksaan, demi penyiksaan, demi penyiksaan.
> Pemerkosaan, pentungan, cambuk, listrik, bayonet, silet,
> penggantungan, penyekapan dalam ruang-ruang sesak, dan entah apa lagi
> yang telah dilakukan - hingga rumah-rumah tahanan yang digunakan untuk
> acara rutin ini kemudian dikenal sebagai tempat-tempat horor. 
> 
> Berapa banyak anggota Gerwani yang disiksa, diperkosa, dan dilabeli
> cerita palsu penyiksaan para Jenderal Pahlawan Revolusi Kacung
> Imperialis. Ribuan orang mendekam di Pulau Buru hingga sebagian mampus
> di sana. Entah berapa banyak keturunannya yang sengsara hingga hari
ini. 
> 
> Semua itu terjadi sejak awal kekuasaannya, semua itu terjadi dalam
> lindungan dan sepengetahuannya, demi kekuasaannya yang merentang tiga
> puluh dua tahun, demi mimpi-mimpi pembangunannya, demi hartanya.
> Bahkan ratusan ribu nyawa dicabut atas perintah sang Jenderal, dalam
> nama pemulihan keamanan dan ketertiban nasional. 
> 
> Dan jangan lupakan bahwa Jenderal ini juga yang telah membunuh proses
> kelahiran sebuah bangsa, mematikan api revolusi yang tengah mulai
> menyala, menghentikan pertumbuhan karakter dan jati diri,
> mengembalikannya menjadi bermental kacung dan budak, membuatnya
> kembali bermental tempe, diinjak-injak modal dan kekuasaan imperialis
> asing, menyeretnya kembali ke zaman kolonial. 
> 
> *** 
> 
> Pak Harto memang sekarang ini tengah terbaring tak berdaya di atas
> ranjang yang mungkin saja adalah ranjang kematiannya. Selang-selang
> udara dan infus bergantungan, kepalanya sudah mulai botak dan beruban,
> bibirnya lunglai, ia lemas tak berdaya. Ia tampak begitu tua. 
> 
> Tetapi kejahatannya bukanlah hanya "korupsi" belaka. Jangan lupakan.
> Karena kejahatannya yang utama adalah kejahatan terhadap kemanusiaan!
> Karena Jenderal Soeharto adalah PENJAHAT KEMANUSIAAN!! 
> 
> *** 
> 
> Darah 
> 
> itu 
> 
> merah, 
> 
> Jenderal!
> 
> 
> camarmerah
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke