Sumber: http://anton_djakarta.blogs.friendster.com/my_blog/2006/10/index.html
Spekulasi-Spekulasi Penggerak Sejarah
Oleh : ANTON
Mungkin dalam benak banyak orang Indonesia mengidentifikasi spekulan dengan
gambaran orang yang nekat, yang tidak waras dan jauh dari nilai-nilai umum yang
banyak dianut orang-orang Indonesia, yaitu : Hati-Hati. Spekulasi dalam
definisi webster spekulasi berarti : To make risky investments with hope of
gain. Artinya disini adalah seseorang yang mau mengambil resiko untuk
mengharapkan sebuah hasil, dan resiko itu relatif bisa lebih besar atau lebih
kecil dari ekspektasi hasil yang diimpikannya. Sementara Downess and Soodman
yang menulis handbook yang kerap menjadi rujukan jurnalis menuliskan definisi
spekulan sebagai : assumption risk of anticipation of gain but recognizing a
higher than average possibility of loss. Sebuah antisipasi untuk mendapatkan
gain dengan mensyaratkan bahwa perhitungannya mengalahkan tingkat rata-rata
kemungkinan mengalami kerugian.
Banyak orang yang bilang spekulasi itu masih pada tahap fifty-fifty dalam
menentukan sesuatu, atau paling tidak eliminasi kemungkinan rugi hanya sanggup
dihapus berkisar 5%-10%, artinya bila kita hanya mengekspektasi sebuah tindakan
dengan hitungan 65-35 sekalipun tingkat spekulasi masih sangat tinggi. Namun
sadarkah kita bahwa tindakan spekulasi itu merupakan alat paling cepat dalam
memutar roda kehidupan? Maka untuk menjawab itu lihatlah sejarah.
Dulu Hitler menaklukkan Polandia lewat taktik blietzkrieg dengan tindakan
spekulasi, saat itu perjanjian yang mengikat Jerman untuk tidak melakukan aksi
militernya masih berlaku, perjanjian Versailles namanya. Dalam perjanjian itu
dua negara pemenang perang dunia pertama Inggris dan Perancis masih dikuasai
orang-orang yang curiga terhadap dinamika politik Jerman termasuk naiknya
Hitler sebagai fuehrer di tahun 1933. Ada ancaman di tahun 1939 bahwa jika
Hitler mencoba menyerang wilayah timur maka Inggris dan Perancis akan
bertindak. Tapi Hitler melihat bahwa pemerintahan Perancis lemah dan Inggris
dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang karakter kepemimpinannya mirip-mirip
SBY, peragu dan lamban. Chamberlain Perdana Menteri Inggris itu sudah
berkali-kali dinasihati oleh Churchill bahwa Hitler adalah bahaya, bukannya
menurut Chamberlain malah berminat untuk damai dengan Hitler dan menjuluki
Hitler sebagai Kanselir Perdamaian. Tanpa dinyana Hitler menjalin perjanjian
diam-diam dengan Stalin dan dua modal inilah yang digunakan Hitler untuk
merayah Polandia lewat aksi tank Jenderal Guderian. Penaklukkan Polandia
merupakan titik balik sejarah paling penting yang akan mengubah wajah dunia
jika akhirnya Hitler kalah karena terlalu spekulatif berperang di dua front
barat dan timur namun dari sanalah kemudian muncul pakta perdamaian bersama
yang ditandangani bangsa-bangsa pemenang perang yang juga melucuti kolonialisme
dan segala bentuk penjajahan, pembebasan manusia dan kemakmuran bersama. -
Sebuah perubahan wajah sejarah yang dimulai aksi spekulasi!
Perubahan wajah politik dan sejarah Indonesia terbesar adalah spekulasi itu
sendiri. Aksi eks Letkol (TNI/AD) Untung bin Sjamsuri yang didukung sejumlah
perwira dalam tubuh angkatan darat untuk menculik beberapa perwira tinggi AD
termasuk Jenderal Nasution dan Jenderal Jani adalah sebuah contoh aksi
spekulasi politik. Masih menjadi pertanyaan sejarah terbesar di Indonesia
apakah Sukarno mengetahui aksi pengawal pribadinya itu?, apakah Mayor Jenderal
Suharto terlibat atau setidak-tidaknya tahu tentang aksi bekas anak buahnya -
sewaktu ia menjabat komandan divisi Panembahan Senopati di Solo Letkol Untung
adalah anak buah kesayangan Suharto- lalu Suharto mengambil keuntungan? Apakah
ada permainan CIA disini? Apakah PKI terlibat atau hanya diketahui sekelompok
orang dari biro khusus yang dikemudikan dua pentolannya DN Aidit dan Sjam
Kamarruzzaman? Kenapa setelah Suharto dan Kol. Sarwo Eddi Wibowo perlawanan
Letkol Untung sama sekali tidak ada? Apakah biro khusus telah membina
sejumlah perwira tinggi TNI yang kelak akan mendukung tindakan politik PKI?
Apakah gerakan 30 September berkaitan dengan masalah suksesi? Jika PKI ingin
merebut kekuasaan politik kenapa ia tidak menunggu sampai tahun 1975 toh mereka
meng-klaim memiliki 30 juta pengikut?
Pertanyaan-pertanyaan ini biarlah yang menjawab ahli sejarah namun yang jelas
tindakan Letkol Untung adalah spekulasi. Dan spekulasi G 30 S memiliki tingkat
kerumitan yang tinggi untuk mengantisipasinya. Katakanlah seandainya Letkol
Untung menang maka ia akan berhadapan dengan Presiden Sukarno yang namanya
tidak tercantum dalam daftar rezim Dewan Revolusi, lalu Letkol Untung akan
berhadapan dengan perwira-perwira tinggi Jenderal-Jenderal Sukarnois yang jauh
lebih senior macam Jenderal Moersjid, Jenderal Ibrahim Adjie atau Jenderal
Sukendro. Juga dalam rencana aksinya Letkol Untung tidak menunjukkan
tanda-tanda setidak-tidaknya tidak ada dokumennya- tentang antisipasi bila
gerakan ini gagal. Nah, yang menjadi kenyataan politik adalah Gerakan Letkol
Untung dimentahkan oleh Mayjen Soeharto dan pasukan RPKAD Kol. Sarwo Edhie
Wibowo dan belakangan juga tidak mendapat dukungan dari divisi-divisi organik
terutama Kodam V Djakarta Raja, dimana Panglimanya Mayjen Umar
Wirahadikusumah tertahan di ruangan Mayjen Suharto. Di titik ini Letkol
Untung mengambil keputusan tidak berdasarkan kaidah-kaidah investasi yaitu
mengeliminir resiko sebanyak mungkin dan memperbesar peluang capital gain.
Dianggapnya Suharto dan RPKAD itu bukan ancaman justru yang terjadi sebaliknya,
ataukah gerakan ini memang di plot sedemikian rupa? Agar Letkol Untung
terpancing keluar, sekali lagi biarlah Wertheim, Ben Anderson, A. Dake, Victor
M Fic, Asvi Warman Adam, Hermawan Sulistyo atau Taufik Abdullah yang menjawab.
Mereka ahlinya....namun terlepas dari konteks menang tidaknya sebuah kelompok,
ternyata spekulasi adalah penggerak paling cepat dalam putaran sejarah, ke
depan pemain-pemain politik yang tidak mau ambil spekulasi maka ia akan cepat
terjungkir.
Dan untuk mencermati siapa-siapa saja pada dewasa ini yang sedang making risky
untuk investasi politik ke depan akan dapat menikmati hasilnya. Menurut
penilaian saya sampai saat ini politikus yang melakukan making risky dan
membentuk portepel investasi paling bagus adalah Gus Dur, kedua Jusuf Kalla dan
ketiga Megawati.
Investasi terbaik Gus Dur dalam politik saat ini justru terletak pada
kemampuannya yang utama yaitu : bermain di ruang rakyat. Keterampilan ini tidak
pernah dimiliki politikus Indonesia manapun kecuali Sukarno. Momen tertinggi
Gus Dur adalah ketika demokrasi di Indonesia memasuki tahapan kedua yaitu :
kebebasan untuk mengeluarkan pendapat berhadapan dengan kebekuan kepikiran
ciptaan masa lalu. Disini Gus Dur melakukan gerakan bongkar peti es, ia turun
ke jalan-jalan berhadapan langsung dengan penggagas sifat Islam ekslusif yang
menampik pluralitas, ia juga mempertaruhkan resiko darah birunya karena yang
ingin dihancurkannya justru salah satunya adalah kandungan feodalisme yang
merusak akidah-akidah Islam dimana Islam adalah agama egaliter yang sama sekali
tidak mengenal kelas dalam berhubungan dengan Tuhan.
Gus Dur melihat dunia ke depan adalah dunia yang semakin plural karena
keragaman budaya pada satu saat nanti tidak dibentuk oleh produk lingkungan
kolektif tapi individulah yang membentuk lewat komunikasi-komunikasi dunia
maya. Sehingga varian peradaban dan kebudayaan semakin beragam. Dan Gus Dur
justru menghindari bangsa ini agar tidak berbenturan sehingga memberi peluang
tumbuhnya kekuasaan otoriter yang korup macam junta militer Suharto.
Disinilah investasi Gus Dur terbesar pada dunia politik Indonesia. Tapi
spekulasi-spekulasi yang dilakukan Gus Dur akan mendorong dia pada pilihan
sulit untuk mencapai popularitas karena lawan-lawannya pasti akan
mengoptimalisasi kelompok penentang Gus Dur untuk menghambat dia menjadi
Presiden RI. Namun dilihat dari sumbangan jangka panjang apa yang dilakukan Gus
Dur adalah merupakan peletakkan peradaban Indonesia masa depan setelah
memasuki era demokrasi.
Investor politik terbaik Indonesia kedua adalah Jusuf Kalla, walaupun orang ini
agak ngawur dalam ucapan-ucapannya yang bersangkut paut dengan demokrasi atau
masalah gender, namun JK berhasil meletakkan gagasan birokrasi yang efektif,
cepat dan bersentuhan dengan dunia usaha. Gaya politik JK bisa saja
menjerumuskan Indonesia sebagai ruang bermain saudagar-saudagar berwawasan
cupet tapi gerak politik JK yang cepat dalam melakukan negosiasi-negosiasi
politik seperti kemampuannya menguasai Golkar dan penyelesaian kasus Aceh telah
memberikan gambaran kadang-kadang sifat sifat praktis dibutuhkan dalam
Indonesia masa depan. Seandainya JK tidak ngawur bicaranya terutama masalah
janji 30 juta perak untuk merenovasi rumah korban gempa di Yogya dan Jawa
Tengah ia bisa diharapkan menjadi pemimpin utama Indonesia masa depan, resiko
JK adalah telah menyakiti rakyat Yogya dan sialnya Yogya itu intinya Jawa
Mataraman dimana pengaruh budaya mataraman terhadap politik Indonesia sangat
besar.
Investor dengan portepel politik sederhana, berhati-hati, menghindari resiko
namun ada harapan tingkat pengembalian bagus adalah Megawati. Satu-satunya
tokoh politik Indonesia pasca reformasi yang paham akan luasan pengaruhnya
adalah Mega, keputusan dia untuk melakukan oposisi total terhadap pemerintahan
SBY merupaka keputusan investasi politik jangka menengah yang akan menuai
hasilnya di tahun 2009, Mega akan diuntungkan jika SBY dianggap gagal oleh
rakyat (korelasi negatif mendekati satu thd pemerintahan SBY) membuat posisi
Mega beruntung. Resiko Mega sebenarnya adalah ia akan berhadapan dengan
politisi Islam eksklusif yang agak risi dengan masalah gender dan menganggap
kaum nasionalis kurang kenal agama. Tapi Mega telah membentuk investasi politik
2009 yang cukup efektif yang membangun sayap Islam di tubuh PDIP yang akan
mendukung garis-garis kampanye Mega 2009.
Mega adalah contoh investor politik berkarakter hati-hati tapi ini justru yang
disukai masyarakat Indonesia, bila saja Mega mampu mengembalikan kepercayaan
masyarakat kepada dirinya seperti tahun 1986 di jaman Orde Baru dan tahun 1999,
maka dari ketiga tokoh yang saya uruti ini Mega paling berpeluang dalam Pemilu
2009. Tapi paling kecil dalam kontribusi peletakkan peradaban politik di
Indonesia untuk masa depan. Kalo fund manager bilang karakter Mega ini ibarat
reksadana dengan kandungan obligasi pemerintah yang tinggi hati-hati,
pengembalian pasti tapi pertumbuhan NAB rendah.
Peluang untuk SBY....? Ah rupanya dia perlu cari lagi peristiwa agar bisa
dibilang Orang Teraniaya masalahnya ada nggak yang mau jadi Taufik Kiemas
baru dalam episode Presiden Teraniaya. Agar namanya melambung lagi setelah
terpuruk akibat peristiwa sistemik seperti bencana alam dan ansistemik macam
naiknya BBM yang keterlaluan!!...
ANTON
***
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/