***Bila agama dan administrasi pisah, Obama tidak perlu tegaskan 
bukan Muslim. 

***Sebaliknya, bila capres dan cawapres di RI  tegaskan bukan 
Muslim, apa akan terjadi ?

***Sekularisme cuma nama di bibir.... 


Barack Obama Tegaskan Bukan Muslim  
Selasa, 22/01/2008  

COLUMBIA (SINDO) ¨C Barack Obama tengah berupaya meluruskan persepsi 
keliru yang berkembang di masyarakat yang menyatakan dirinya seorang 
muslim. 

Pelurusan persepsi ini dilakukan sebagai langkah awal Obama membuka 
kampanye di negara bagian South Carolina. Di sana dan negara-negara 
bagian di wilayah selatan Amerika Serikat lainnya, isu agama menjadi 
faktor cukup signifikan. Menjelang primary South Carolina yang akan 
dilangsungkan Sabtu (26/1) mendatang, Obama mencoba meluruskan 
serangan yang banyak beredar di internet. 

Banyak email yang beredar dengan isi mengarah pada prasangka buruk 
terhadap muslim dan kekhawatiran soal terorisme. ¡±Saya selama ini 
pergi ke gereja Kristen yang sama hampir 20 tahun belakangan. Ketika 
disumpah di Senat AS, saya disumpah menggunakan Injil dan di hadapan 
bendera AS. Jadi jika Anda mendapat email yang isinya keliru, kirim 
kembali ke siapa pun yang mengirimnya,¡± katanya. 

Obama merujuk pada email berantai yang beredar luas di internet 
bahwa dia menyembunyikan akar identitasnya sebagai muslim dan bisa 
jadi seorang ¡±teroris tersamar¡±. Di email itu juga disebutkan, 
Obama disumpah di Senat AS dengan Alquran dan membelakangi bendera 
AS. Ada beberapa kebenaran dalam email berantai tersebut. Nama 
tengah Obama memang benar Hussein, ayah kandungnya asal Kenya, dan 
ayah tirinya asal Indoensia; keduanya pemeluk Islam. 

Obama juga pernah tinggal selama beberapa tahun di Indonesia di masa 
kecilnya dan duduk di bangku sekolah umum dan Katolik, bukan 
madrasah. Selama setahun ini, juru kampanye Obama berusaha keras 
menangkis rumor keliru tersebut. Tim sukses Obama menyangkal laporan 
berita bahwa Obama dididik di sebuah madrasah muslim dan ada bagian 
di situs kampanye Obama yang ditujukan untuk meluruskan berita 
keliru itu. Sekarang ini, juru kampanye Obama terus menggencarkan 
pelurusan persepsi keliru tersebut. 

Pasalnya, proses pemilihan calon presiden bergerak ke arah wilayah 
selatan AS di mana agama begitu penting bagi pemilih. Obama 
mengatakan, dia akan berjuang lebih keras melawan pembelokan-
pembelokan karakter mengenai dirinya. Dia mengaku tengah menjadi 
sasaran dari rival satu partainya, Hillary Rodham Clinton dan 
suaminya, mantan Presiden Bill Clinton. ¡±Ketika saya melihat 
Senator Clinton, Presiden Clinton membelokkan kata-kata saya, itu 
bukan cara berdebat, itu bukan cara membantu rakyat AS,¡± ujar Obama 
dalam kampanyenya di Columbia Convention Center, South Carolina. 

Sementara di kubu Hillary, juru kampanyenya mengindikasikan bahwa 
mereka akan terus menyoroti catatan latar belakang Obama yang tidak 
konsisten. Di South Carolina, kubu Hillary berusaha menggalang 
dukungan dari pemilih kulit hitam. Di sini, separuh pemilih Demokrat 
adalah pemilih kulit hitam (African-American). Obama diyakini akan 
mendapat banyak dukungan di sini. 

Bagi Obama yang baru mengantongi satu kemenangan di Iowa, kemenangan 
di South Carolina merupakan sesuatu yang harus dicapai guna 
mengimbangi keunggulan Hillary. 

Mantan ibu negara itu sejauh ini berhasil memenangi dua pemilihan 
penting di New Hampshire dan Nevada. Berdasarkan survei Mason Dixon, 
Obama mendapat dukungan 56% dari pemilih Demokrat kulit hitam, 
sedangkan Hillary 25% dan John Edwards hanya 2%. Di antara pemilih 
kulit putih, Hillary memperoleh dukungan 39% suara, Edwards 28%, dan 
Obama 20%. (AFP/AP/tri subhki r) 

 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/barack-
obama-tegaskan-bukan-muslim.html




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke