Menduakan, Menigakan, atau Meniadakan Allah Bukanlah Dosa !!! Tidak seorangpun boleh dihukum, dicaci maki maupun disalahkan hanya karena menduakan, menigakan atau meniadakan Allahnya. Hal inilah yang penting sekali diajarkan kepada semua umat Islam di Indonesia.
Memang, ajaran Islam menyalahkan, menghukum, bahkan menyiksa mereka yang dianggap menduakan Allah, dan memusuhi mereka yang meniadakan Allah sebagai angan2 kosong yang tidak pernah ada. Namun ajaran Islam sudah resmi dinamakan sebagai "Religion of Terror", sehingga ajaran kebencian ini ditolak oleh semua bangsa2 diseluruh dunia dalam satu kubu yang dinamakan "War on Terror", bahkan anggauta2nya juga umat Islam sendiri, karena Syariah Islam bukan saja merusak kedamaian umat yang bukan Islam tetapi juga bagi umat Islam seperti yang dialami umat Islam Kurdi, Syiah, Ahmadiah, dan banyak lagi aliran2 Islam yang mendapatkan bencana dari ajaran2 sesama Islam itu juga. > "wayan saputra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Jika seseorang menganggap agama dan kitab suci sebagai tujuan, > berarti dia akan menduakan Allah. Itulah yang dilakukan banyak orang > saat ini. Akan tetapi ketika Allah sebagai satu-satunya tujuan, > dimana dari-Nya kita berasal, kepada-Nya kita kembali, sebuah > pencerahan akan terjadi. Pemahaman tentang agama seperti inilah yang > menjadikan agama Berkah atau Rahmat bagi Alam Semesta. Tafsir ini > menjadikan agama Jalan Raya, Jalan Tol yang dapat dilalui siapa > saja, kapan saja. Jalan bebas hambatan > Menduakan Allah apa salahnya ??? Argumentasi apa yang bisa anda gunakan untuk bisa menyimpulkan bahwa menduakan Allah itu sebagai kesalahan ??? Menduakan Allah hanya dianggap salah dalam agama Islam, karena dalam agama2 lainnya justru tidak dikenal adanya Allah !!! Agama Yahudi yang lebih tua dari agama Islam, mana ada dikenal nama allah dalam agama mereka??? Mereka menyembah Yahweh yang ciri2 dan sifat2nya sama sekali berbeda dari Allah. Orang2 Yahudi melarang umatnya menyembah Allah yang sama halnya agama Islam melarang umatnya menyembah Yahweh. Agama Hindu, mana ada Allah??? Mereka percaya bahwa asal manusia dan alam semesta diciptakan oleh 3 kekuatan yang disimpulkannya dalam bentuk 3 Dewa penguasa alam semesta dimana yang satu mencipta, yang lainnya, memelihara, dan yang lainnya lagi menghancurkan. Pemahaman agama Hindu inilah yang menjadi landasan filosofi ilmu pengetahuan sekarang ini dan tidak ada menyangkut ajaran tentang adanya Allah. Terbukti bahwa pabrik mobil yang menciptakan mobil tidak akan bisa menjual mobilnya kalo tidak ada bisnis lain yang berfungsi sebagai maintenance. Antara produsen dan service maintenance adalah berbeda urusan management maupun kepemilikannya. Namun kalo produksi mobil2 terus berlangsung, maka dunia ini bisa penuh dengan mobil2 rongsokan, itulah sebabnya harus ada yang menghancurkannya untuk di daur ulang. Demikianlah falsafah teknologi tentang produksi, maintenance, dan daur ulang merupakan bidang ilmu pengetahuan dasar yang asalnya dari pemahaman agama Hindu. Juga demikian halnya dengan trias politika dimana tidak boleh ada kekuasaan tunggal seperti pemahaman Islam atau Kristen tentang adanya Tuhan dan Allah ini. Itulah sebabnya, filsafat ilmu pengetahuan selalu terkait dengan keberadaan Dewa dewi baik dari agama Hindu, china, maupun dari Yunani. Lihatlah bintang2 dan planet2 yang bertebaran di-angkasa, kesemuanya mendapatkan nama dari nama dewa2 seperti Pluto, Luna, Apollo dlsb dimana tidak pernah dikenal ada planet Muhammad, Planet Abdullah, plannet si Abbas dll. Semoga sekelumit uraian ini akan bisa membuka mata umat Islam yang terutama dibodohi oleh ajaran agamanya yang penuh kesesatan dan dipelihara kesesatannya ini oleh para ulama2nya. Dunia Science tak ada yang terkait Islam sama sekali. Dan perlu anda ketahui, Ibnu Sinna itu bukanlah beragama Islam, dia asalnya bangsa Persia yang beragama Zoroaster dan dia dipaksa masuk Islam agar tidak dibunuh oleh pasukan Islam yang menghancurkan kerajaan Persia yang beragama Zoroaster itu. Ibnu Sinna adalah nama yang diberikan oleh penjajah2 Arab Islam, nama beliau sebenarnya dalah "Avicenna" yang berasal dari nama kitab suci Zoroaster "Aveda" yang artinya "Api Suci". Zoroaster adalah ajaran agama yang mensucikan dan menyembah "Api". Agama Zoroaster inilah asal muasal dari semua ilmu pengetahuan yang datang dari Timur Tengah yang kemudian dianggap sebagai berasal dari agama Islam. Algorithmi, juga beragama Zoroaster yang kemudian juga diakui sebagai umat Islam. Anehnya, umat Sunni menganggap Syiah bukanlah Islam dan dianggap murtad sama seperti halnya Ahmadiah, namun kalo sudah membicarakan Ibnu Sinna, algorithm dan lain2nya, se-akan2 mereka semua itu adalah Islam. Demikianlah, prof. Abduus Salam yang juga beragama Islam Ahmadiah, sering dibanggakan umat Islam sebagai kebanggaan milik Islam, namun dilain pihak umat2 Ahmadiah dianggap bukan Islam, dilarang mengaku Islam, mesjidnya dibakar, umatnya dijarah. Munafik bukan??? Celakanya, Napoleon yang justru penjajah dan penumpas Islam justru dianggap sebagai umat Islam....... Kenapa Napoleon harus dibanggakan sebagai umat Islam??? bukankah jauh lebih cocok umat Syiah, Ahmadiah, Kurdi kita anggap sebagai Umat Islam katimbang Napoleon dan JenghisKhan yang menjadi tumbal genocide umat Islam sepanjang sejarahnya ??? Banyak umat Islam yang tidak tahu sejarahnya, bahwa kalo saja didunia ini tidak pernah lahir seorang Napoleon, maka seluruh jazirah Eropah sekarang sudah beragama Islam. Dan jangan dilupakan, kalo saja didunia ini tidak pernah lahir JengHisKhan, maka seluruh Asia dari India hingga ke Jepang Korea dan China sekarang ini sudah beragama Islam. Cukup dua utusan Allah dan Dewa2 mengirimkan Napoleon dan JenghisKhan, maka musnahlah cita2 Syariah Islam. Sejak kehancuran Islam oleh JenghisKhan, tidak pernah ada satupun kerajaan2 Islam yang mampu bangkit kembali hingga detik ini, semua negara2 Islam hanyalah boneka dari penjajahnya dari negara2 Barat. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
