*Beban Utang Bertambah*

Selasa, 12 Februari 2008 | 02:57 WIB

Jakarta, Kompas - Beban pembayaran pinjaman luar negeri pada tahun 2008
bertambah akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS beberapa
waktu terakhir ini. Akibatnya, alokasi untuk pembayaran utang luar negeri
dari hasil penerbitan obligasi negara dalam valuta asing semakin besar.

"Pembayaran pokok utang luar negeri meningkat karena nilai tukar. Pada saat
yang sama, hasil penarikan pinjaman luar negeri dan surat utang negara
berdenominasi valuta asing juga meningkat sehingga saling menutupi," ujar
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto di
Jakarta, Senin (11/2).

Di hadapan Komisi XI DPR, Senin (4/2), Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati menyebutkan, pembiayaan luar negeri neto dalam APBN 2008
diperkirakan akan berubah, yaitu dari minus Rp 16,7 triliun menjadi minus Rp
21,2 triliun, atau terjadi penambahan Rp 4,5 triliun.

Pembiayaan neto adalah selisih antara pinjaman luar negeri yang dicairkan
pemerintah dan jumlah pokok utang pemerintah yang harus dilunasi.

Pembiayaan luar negeri neto yang minus itu berarti ada penambahan jumlah
pokok utang yang harus dilunasi.

*Pinjaman proyek*

Menurut Rahmat, jumlah pembayaran pokok utang luar negeri 2008 akan
meningkat, sementara jumlah penarikan pinjaman proyek lebih rendah daripada
perkiraan semula.

"Yang dikurangi adalah penarikan pinjaman proyek, bukan pinjaman program,
sehingga pembiayaan defisit APBN 2008 tidak terganggu," kata Rahmat.

Ia menjelaskan, pinjaman proyek dikurangi karena kondisi pelaksanaan proyek
di lapangan sangat dipengaruhi daya serap di dalam negeri. "Jika daya serap
membaik, penarikan pinjaman proyek akan disesuaikan lagi," ujar Rahmat.

Berdasarkan catatan Limas Media yang diolah Kompas, nilai tukar rupiah
sempat mencapai posisi terendah sejak awal tahun, yakni Rp 9.436 per dollar
AS.

Namun, pada penutupan tanggal 11 Februari 2008, nilai tukar rupiah berada di
posisi Rp 9.287,5 per dollar AS, melemah dibandingkan dengan hari
sebelumnya, yakni Rp 9.252,5 per dollar AS.

Dalam APBN 2008, asumsi nilai tukar rupiah ditetapkan Rp 9.100 per dollar
AS.

Berdasarkan data Departemen Keuangan, total utang luar negeri pemerintah
hingga saat ini 59,05 miliar dollar AS.

Sebagian besar utang luar negeri ditarik dari kerja sama bilateral
antarpemerintah, yaitu sekitar 30,43 miliar dollar AS. Selanjutnya, dari
lembaga keuangan multilateral, antara lain dari Bank Dunia dan Bank
Pembangunan Asia, mencapai 17,94 miliar dollar AS.

Adapun posisi utang dalam bentuk kredit ekspor sebesar 10,59 miliar dollar
AS. Secara keseluruhan, nilai utang luar negeri masih lebih rendah
dibandingkan dengan utang yang diperoleh dari dalam negeri, yakni sebesar 86
miliar dollar AS.

*Negosiasi*

Koordinator Nasional Koalisi Anti Utang (KAU), Kusfiardi, menegaskan, jalan
satu-satunya yang harus ditempuh pemerintah untuk mengurangi lonjakan
pembayaran utang luar negeri adalah dengan menegosiasikan penghapusan utang.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengoreksi kebijakan nilai tukar agar
lebih terkontrol.

Dengan langkah itu, kata Kusfiardi, beban APBN akan menjadi lebih ringan.
Pemerintah juga akan memiliki ruang untuk mendayagunakan instrumen fiskal
guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Ruang fiskal itu bisa dimanfaatkan oleh pemerintah bagi penciptaan lapangan
kerja baru dan menyediakan infrastruktur untuk mendorong bergulirnya
perekonomian rakyat," kata Kusfiardi. (OIN)

http://kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.12.02571932&channel=2&mn=3&idx=3


-- 
Yuyun Harmono
Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia
Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673,
Hp. 081807867506
website : www.kau.or.id
blog : antiutang.wordpress.com

-- 
Yuyun Harmono
Outreach Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia
Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673,
Hp. 081807867506
website : www.kau.or.id
blog : antiutang.wordpress.com


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke