Kata orang, kejahatan kerah putih lebih intelek dibanding kejahatan 
yang menimbulkan akibat langsung secara fisik, mulai dari babakbelur 
sampai jasad terbujur. Kejahatan kerah putih dinilai cuma menimbulkan 
kerugian materil yang merepotkan. Tidak langsung melukai ataupun 
mematikan - karena itu dianggap lebih sopan & beradab?

Ada yang bilang, kejahatan kerah putih bukan cuma merupakan dampak, 
tetapi memang sudah menjadi "tuntutan peradaban" yang mengarah ke 
pengembangan intelektual. Karena perabadan menuntut kehidupan yang 
tidak perlu lagi mencangkul di abad informasi, maka kejahatan yang 
menyertainya pun cukup melalui kerja otak (intelektualita), dan bukan 
lagi kejahatan yang cuma melibatkan otot (fisik).

Pertanyaannya, abad informasi yang katanya lebih beradab itu ternyata 
masih juga menghukum pelaku kejahatan intelektual secara fisik; 
minimal kurungan badan. Padahal dengan otaknya, banyak penjahat 
intelektual yang tetap bisa melancarkan kejahatan dari dalam selnya. 
Nah, apa kira-kira sanksi yang tepat untuk kejahatan otak?






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke