--- "rezameutia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], "dipo" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> >
> >
> >
> > Pertanyaannya, abad informasi yang katanya lebih
> > beradab itu ternyata masih juga menghukum pelaku >
> kejahatan intelektual secara fisik; minimal
> > kurungan badan. Padahal dengan otaknya, banyak
> > penjahat intelektual yang tetap bisa melancarkan
> > kejahatan dari dalam selnya. Nah, apa kira-kira
> > sanksi yang tepat untuk kejahatan otak?
> >
>
>
>
> sanksinya dicekokin alkohol dan drugs secara terus
> menerus sampai pada akhirnya gardot (gara dae
> otak), kayak jusfiq. he..he..he..
Hehe, ngasih sesuatu yang digemari itu namanya
ngempanin, bukan sanksi. Buat orang seperti jusfiq
cocoknya dilarang mabok mikirin Indonesia & agama.
>
> anyway, kejahatan kerah putih tidak bisa
> dikendalikan dari dalam penjara seperti nick lee
> (baring) atau kasus socgen di prancis. atau,
> korupsi merupakan kejahatan kerah putih juga, tidak
> bisa dikendalikan dari dalam sel.
>
> berbeda dengan kejahatan narkoba yang memang bisa
> dikendalikan oleh bd dari dalam penjara.
>
Buat penjahat, di mana ada niat di situ ada jalan.
Apalagi didukung alat komunikasi yang sekarang semakin
tembus sana-sini. Tapi masalahnya bukan itu.
Masalahnya, selagi peradaban semakin mengakui
eksistensi akal & akhlak, kok sistem hukumnya kuno
amat. Masih mengandalkan penjara yang sifatnya sangat
fisik. Selain nggak adil buat korban & pelaku, rasanya
juga nggak adil buat sang badan yang harus dikurung
(kadang digebok juga) hanya karena "kebetulan
ditempati" atau terpapar moral jahat.
Sejak peradaban Barat masih memandang manusia secara
materi / kebendaan sampai fasih ngucap "mind, body, &
soul" sekarang ini, yang namanya penjahat terus
diperlakukan bak hewan yang dilarang berkeliaran.
Harus diikat atau dikurung. Padahal, sekalipun jahat /
bersalah, manusia bukanlah hewan. Dan hewan sendiri
tidak pernah mengikat atau mengurung rekannya yang
bersalah.
Apakah peradaban yang katanya maju ini nggak bisa
membedakan mana penjahat (manusia) dan mana hewan?
Juga nggak mau tau bahwa pengakuan atas akal & akhlak
berkonsekuensi mengakui badan hanyalah "alat" dari
sang akal & akhlak; sebagaimana Poly cuma alat yang
diperintah "otak" pembunuhan Munir.
Atau peradaban ini sebenarnya belum ke mana-mana.
Alias masih berfalsafah hukum rimba yang memuja otot,
siapa kuat dia menang. Sebagaimana dipraktekkan secara
halus lewat demokrasi 50% + 1.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/