Percuma Salahkan Amerika Tapi Tak Ada Pilihan Yang Lebih Baik !! Penjajahan diseluruh dunia baru berakhir setelah lahirnya negara Amerika Serikat. Hal inilah yang merupakan realitas yang jarang diungkapkan dalam mata pelajaran sejarah di Indonesia.
Sebelum lahirnya Amerika, seluruh dunia ini hanyalah dikuasai oleh raja2, caliph2, dan tuan2 tanah yang berkuasa yang mampu menggaji tukang2 pukulnya untuk menjadi tentara sewaan. Sistem negara raja2, caliph2 dan tuan2 tanah seperti ini tidak pernah memikirkan kepentingan dan kebutuhan rakyatnya, mereka semua hanya bekerja untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, atau agamanya saja. Pajak2 yang ditarik dari rakyat merupakan kekayaan milik penguasa yang digunakan cuma untuk kepentingan mempertahankan kekuasaannya saja bukan ditujukan untuk kesejahteraan atau memajukan rakyatnya. Rakyat hanyalah manusia2 yang mengharapkan belas kasihan raja2nya saja. Ada kalanya seorang raja yang berperasaan kasihan berkenan menolong beberapa orang yang menderita dan raja yang seperti ini bisa disanjung, dipuja, dan di-elu2kan dalam tulisan sejarah. Amerika merupakan koloni jajahan Inggris yang akhirnya berhasil mengusir pasukan Inggris dan berdiri sendiri, mulanya bingung siapa yang mau ditunjuk sebagai raja karena tak seorangpun di Amerika ini memiliki darah keturunan raja karena semuanya adalah indenture atau budak2 kulit putih yang diangkut dari seluruh daratan eropah terutama Inggris. Pada waktu itu belum dikenal pemimpin yang lain bentuk daripada kekuasaan seorang "raja". Demikianlah melalui proses yang ber-belit2 lahirlah untuk pertama kali sebuah NEGARA DEMOKRATIS YANG PEMIMPINNYA DITUNJUK MELALUI ELEKTORAL VOTE DALAM SKALA WAKTU 5 TAHUN SEKALI. Padahal kalo mau membandingkan dengan sebuah kerajaan dimana penguasanya berkuasa seumur hidup dan turun temurun tentu kita yang tidak pernah merasakannya dizaman sekarang akan sulit membayangkannya. Dengan negara sistem yang baru inilah Amerika ikut berkompetisi bersaing dalam segala hal dengan kerajaan2 besar didunia, dan hasilnya sama2 kita ketahui, bahwa AMERIKA AKHIRNYA KELUAR SEBAGAI SEBUAH SUPERPOWER BARU YANG TIDAK MUNGKIN BISA DITANDINGI OLEH BENTUK NEGARA2 FEODAL YANG DIKUASAI RAJA2 SEUMUR HIDUP YANG CUMA MEMERAH RAKYATNYA SENDIRI. Penjajahan dalam bentuk kolonialisme dan imperialisme hanyalah satu contoh dari aktivitas kerajaan yang satu kepada kerajaan yang lainnya. Akibat keserakahan satu kerajaan atas kerajaan lainnya, akhirnya berkobar perang dunia ke 1 dan ke 2 yang berakhir dengan kemenangan Amerika Serikat. Dengan berakhirnya PD ke2, Amerika berhasil mengajak semua negara didunia untuk berserikat dalam organisasi Perserikatan Bangsa2 atau United Nation dimana setiap anggautanya diwajibkan untuk menanda tangani pengakuannya akan HAM. Dan salah satu point dalam HAM itu sendiri adalah mengakhiri semua bentuk penjajahan diseluruh dunia. Dengan berakhirnya penjajahan diseluruh dunia, maka setiap negara berkewajiban memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Kalo dulunya rakyat bekerja untuk kesejahteraan rajanya, maka sekarang sebaliknya NEGARA BERKEWAJIBAN MENSEJAHTERAKAN RAKYATNYA BUKAN PEMIMPIN2NYA. Oleh karena itulah pemimpin sebuah negara akan dipilih secara berkala setiap 5 tahun sekali yang sama sekali bertentangan dengan sistem kerajaan2 dan ke caliphahan2 yang berkuasa seumur hidup secara turun temurun atau hingga dibunuh oleh lawannya yang mengambil kekuasaan. Sistem Demokrasi inilah yang berhasil muncul menggantikan sistem otokrasi feodal selama ribuan tahun. Seorang filsof Amerika pernah menyatakan, bahwa dunia dimasa depan akan menghadapi kelaparan hebat karena kekurangan makanan. Alasan filsof inilah yang mendorong Amerika maupun ahli2 diseluruh dunia kemudian melakukan penelitian2 yang mendalam dalam pengadaan bahan makanan. Dinyatakannya, bahwa persediaan bahan makanan bertambah berdasarkan deret hitung sedangkan populasi manusia bertambah berdasarkan deret ukur, yang akibatnya penyediaan bahan makanan Dunia sekarang ini akan kekurangan andaikata perkembangan ilmiah teknologi tentang makanan tidak dikembangkan dulunya. Kalo anda bandingkan Indonesia pada tahun sebelum 1920-an sebagai pengeksport beras terbesar didunia, maka sekarang justru menjadi negara pengimport beras terbesar didunia. Hal ini terjadi karena pertambahan populasi secara deret ukur dan persediaan makanan secara deret hitung. Itulah sebabnya Suharto mengimport teknologi penanaman dan bibit unggul padi dari Amerika yang mendadak suatu waktu Indonesia berhasil mengeksport beras lagi, namun karena dunia penelitian di Indonesia sama sekali tidak berkembang, maka kembali tergantung lagi kepada import beras. Namun apa yang dialami Indonesia ini tidak sama keadaannya dengan negara2 tetangganya karena memang ada perbedaan dalam cara2 penanganan pangan dari masing2 negara. Dalam satu hal, Amerika adalah negara termaju dalam pengembangan bahan makanannya yang hingga kini menjadi pengeksport beras terbesar didunia. Sistem Demokrasi terbukti menjamin dan melindungi pengembangan dan penelitian dalam penambahan stock bahan makanan didunia ini. Akibatnya secara langsung, banyak negara yang hidupnya tergantung kepada stock distribusi makanan dari Amerika dimana Indonesia adalah satu contohnya. Gula, Beras, Tepung, Minyak Goreng, dlsb kesemuanya bisa tersedia sekarang berasal dari import. Meskipun kelihatannya ada beberapa pabrik minyak goreng, ada pabrik gula, dan ada pabrik tepung, namun kesemua pabrik2 yang ada di Indonesia tidak lebih dari tempat packing saja dari bahan2 yang diimportnya dari luar negeri. Dari hal2 yang saya tulis diatas, maka adalah absurd kalo orang2 di Indonesia hanya bisa menyalahkan Amerika sementara tidak punya pilihan yang lebih baik, mereka tidak sama sekali memiliki idea2 yang mampu untuk berswa sembada tapi rajin menyalahkan sistem lain yang berhasil menyuplai negaranya. Itulah sebabnya, Indonesia sangat rentan dengan kelaparan, sekali kena embargo maka kelaparan akan merajalela diseluruh wilayah. Pemerintah RI yang seharusnya menyediakan biaya untuk penelitian, justru menghamburkan biaya untuk pengembangan agama Islam yang tidak pernah mampu membuka lapangan pekerjaan tapi malah sebaliknya menambah bertumpuknya pengangguran2 yang bertitel sarjana Agama Islam yang kesemuanya menunggu giliran untuk duduk dalam jabatan kenegaraan untuk merusak sistem kenegaraannya itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
